
mama zain mulai melakukan pengobatan kemoterapi untuk kanker dan Zain selalu disamping mamanya.
"Zain, makasih sudah jagain mama. "
"Ma,kenapa ngomong gitu ini kan kewajiban anak untuk jaga mama, dan ini tidak seberapa dari awal mama menjaga Zain dari kecil sampai dengan sekarang."
kemoterapi membuat rambut mama Zain rontok dan akhirnya tidak ada sehelai pun.
Malam ini terasa dingin diluar suasana lagi hujan deras, mama zain tertidur pulas karena proses kemoterapi.
"Zain,Zain, suarnya begitu lemah memanggil zain".
Zain pun tersadar melihat mamanya memanggil namanya.
"Ada apa ma?"
"mama mau minum, haus banget mama."
Zain pun berdiri dan mengambilkan air untuk sang mama.
"Zain, Kita pulang saja ya, mama gak betah dirumah sakit terus, rengek mama zain'".
"Ma, dokter belum boleh ngijinin mama balik lho, mama yakin dunk sehat demi zain ma".
"iya sayang mama pasti sembuh."
"mama istirahat lagi ya, besok mama ada kemoteraphy lanjutan."
"iya,sayanng terima kasih sudah jagain mama, kalau mama sudah tidak ada kamu harus pandai jaga diri."
Selang berapa lama mama zain pun tertidur begitu pula zain namun takdir berkata lain, Mama Zain telah menghembuskan nafasnya tanpa Zain sadarin.
__ADS_1
Pagi pun telah muncul dan Zain membangunkan mamanya untuk bersiap kemoterapi lanjutannya, namun sang mama tidak begerak sama sekali.
"Ma, mama ayo kita kemoterapi, namun tidak ada respon dari sang mama."
zain pun langsung panik dan menkan bel agar perawat datang keruangan mereka.
Tidak begitu lama perawat pun tiba dan memeriksa kondisi mama zain.
"Innalilahiainailahirojiun, maaf mbak mam mbak sudah meninggal."
"Tidak mungkin bu, tolong periksa lagi dengan terisak zain meminta perawat melakukan pemeriksaan."
"Yang sabar ya, mbak."
Zain pun menghubungi saudara kembar laki laki nya memberitahukan kalau mama mereka sudah tidak ada. dan Zain pun menelepon sahabat nya Ze, dan ibuk dari keluarga mamanya tidak lain tante nya kabar mamanya sudah tidak ada.
Rumah Zain sudah dipadatin masyarakat sekitar, Mama Zain terkenal seorang yang baik tidak salah kalau mereka merasa kehilangan sosok mama zain.
Tante caro langsung menyambut zain yang keluar dari ambulan.
"Sabar ya sayang."
"Iya, tante Caro."
"Zain, yang sabar ya, Zeze sahabat zain pun sudah berad disana."
"Iya, ze."
Selesai sudah fardu kifayah dan waktu berangkat ke peristirahatan terakhir.
Zain tak berhenti menangis sedih tidak terkira.
__ADS_1
Pemakaman telah selesai dilakukan, Zain masih dipusaran mamanya dan msih terisak menangis.
"Zain, ayo kita pulang."
"Iya tante."
Zain dan Tante dan Zeze meninggalkan pemakaman dan dirumah Zain masih ada pengajian selama tiga hari berturut turut.
"Zain, gimana sekarang mau ikut tante Caro"
"Zain belum bisa ikut tante, mungkin Zain disini saja kerja Zain juga masih disini."
"Ok, Zain kalau ada apa apa Zain langsung telepon tante ya."
"iya Tante."
Sudah semingu kepergian mama hanya tinggal Zain dan saudara kandung lain ibu yang ada dirumah. Phone zain pun berbunyi ternyata pesan dari sahabatnya.
(Zain, kita nongkrong yuk) zeze
(Iya, jemput zain ya?.) zain
(Ok).zeze
Zain pun selesai bersiap dan menunggu kedatangan sahabatnya.
Zain dan Zeze pun langsung pergi ke cafe tempat biasa mereka nongkrong.
"Zain gimana sudah ada panggilan ."
"Belum, Ze mungkin awal bulan depan gitu."
__ADS_1
mereka pun menikmati malam yan penuh bintang di cafe tempat biasa mereka nongkrong.