
hari ini di hutan kota begitu rame, banyak warga yang menghabiskan malam minggu, ada yang hanya duduk hingga bermacam macam tingkah para pengunjung.
"sayang pingin deh rasanya berdua terus seperti ini."
"gombal, kalau udah sah gak pernah malah sibuk kerja, lelaki mah biasa gitu."
"ya gitu lah sayang itu lelaki yang mana, ini kan sandy gak mungkin seperti itu."
seakan dunia milik mereka begitu juga ze dan vero menghabiskan rindu yang sudah lama tak kesampaian karena terpisahkan oleh jarak ya bisa dibilang ldran gitu.
"ze, gimana skripsinya sudah siap.".
"belum ver, masih 50 persen , mumet."
"jangan mumet mumet sayang nanti kamu jadi botak."
"kamu mah ah doain ya akunya botak."
"ya gak dunk, becanda sayangku."
"ze kamu udah makan, kita ajak sandy dan zain cari tempat nongkrong yok?".
ze dan vero menghampiri sandy dan zain yang dari tadi sibuk ngobrol.
" san, ngopi nongkrong yuk, gigit nyamuk gue disini."
"lebay lu ah , lu kan nyamuk nya nyamuk nyamuk nakal kalau dicafe gue."
"hush, gak ya, sambil menyikut sandy."
"hayo hayo cctv gue disana kuat loh ver, zeze manyun seketika."
"gak dunk sayang hatiku hanya padamu."
"prettttt, ejek sandy."
__ADS_1
"awas lu ya san, sambil mengejar sandy."
zain dan zeze berjalan sambil senyum seyum melihat tingkah kedua kawan itu. mobil sandy tidak begitu jauh dari tempat mereka duduk.
"kita mau kemana sayang."
"ke cafe tongkrongan cuci mata zeze, sand".
"hahaha iya itu kan dulu sekarang ya gak lah zain. kan udah ada sivero."
"yakin yakin lu ah, vero mah selalu tebar pesona kalau disana?."
"fitnah lu ah san, gue selalu on time vcan gak kemana!."
"iya sayang ze percaya kuk."
mereka pun saling tertawa dan mobil pun melaju ke cafe yang sering dikunjungi zain dan zeze.
"wah gede banget nih cafe sayang."
"wah keren, hanya itu terucap oleh vero."
"sayang jangan lebay ah."
kedua couple ini pun sudah diroftop dan mereka pun disamperin pelayan.
"mas, mbak mau pesan apa?."
zain dan zeze kompak mbak pesanan yang biasa ya."
sandy dan vero saling menatap bingung.
"kuk bingung sih, zain dan zeze pelanggan tetap disini jadi ya ada kenal la pelayannya gitu."
"ooooh gitu ta." sandy dan vero tampak mengerti.
__ADS_1
"jadi kami harus makan apa nie dunk."
"tuh dimenu banyak, pilih dunk sesuai selera."
"iya iya nyonya nyonya."
"pesan nasi bakar ikan panggang air nya watermelon crunch, pesanan sandy."
"pesan cumi menjeloteh sama jus melon mbk, pesanan vero."
"ok ditunggu sebentar ya mbk, mas pesanannya."
"ok makasih mbk."
"tempatnya bener bener cakep sayang, dengan muka masih takjub melihat keadaan cafe yang dikunjungi."
zain hanya senyum melihat tingkah sandy yang masih takjub. pesanan mereka pun tiba dibawa para pelayan.
"selamat menikmati mas dan mbak."
"makasih mbk."
pelayan pun meninggalkan mereka dan kini hanya mereka yang tahu pesanan mereka.
"ruame banget nie makanannya."
"iya ruame sampek penuh kayak konser kan, ejek zeze ke vero."
mereka pun sama sama tertawa.
"ayo dunk dimakan cuma dilihatin aja nie, ujar sandy."
"ya gak dunk, ayo makan."
kedua couple tersebut menyatap pesanan mereka dengan perasaan penuh berwarna warni. malam yang berwarna warni oleh cinta.
__ADS_1