
ponsel zain berbunyi pangilan dari sandy rupanya.
(assalamualikum sayang, mau mengkabari jam 10 sandy jeput dikos ya).sandy
(walaikumsalam san, iya sandy nie lagi siap siap). zain
jam sudah berada di angka 9 dan hanya 1 jam lagi tersisa kini hati zain sangat gundah gulana. harus pakai baju apa?
isi lemari pun serasa tidak ada yang cocok, akhh bingung harus pakai yang mana? ujar hati zain.
dan akhirnya zain memilih sebuah dress putih bunga blossom lengan panjang .
dengan make up yang natural dan warna bibir pink, zain pun siap.
"assalamualaikum"
zain pun membuka pintu ternyata sandy sudah didepan pintu.
"walaikumsalam, ayo kita berangkat kenapa diam san?"
"kamu cantik banget sayang"
"apaan sih san, terimankasih ayo kita berangkat".
sandy dan zain pun meninggalkan kost an dan menuju ke rumah sandy.
tiba di perkarangan rumah yang besar dan bersih dipenuhi dengan bunga dan tampak asri, zain hanya terpukau melihat rumah nya sandy.
"zain, kenapa melamun"
"ayo masuk?, ajak sandy."
__ADS_1
tangan zain pun digenggam sandy menuju ruang tengah yang sudah menunggu kedua orang tua sandy.
"assalamualaikum om, tante."
zain menghampiri kedua orang tua nya dan menyalaminya.
"walaikumsalam nak zain , silahkan duduk."
"cantik ya pa, calon mantunya mama". ujar mama nya sandy.
"iya dunk pastinya anak papa, ujar papanya sandy."
"enak aja , sandy kan anaknya mama juga."
"sudah dunk, ma , pa malu tuh zainnya." ujar sandy menengahi kedua orang tuanya.
"maaf ya nak zain"
"iya tante."
" asli kota xxx jawab zain."
"sandy jarang cerita ke tante sibuk mulu cari cuan sih, tiba tiba mau ngenalin calon istrinya , hehe maaf ya nak zain kalau tante jadi banyak tanya tanya."
"iya tante."
"kalau orang tua gimana zain?"
"dua dua sudah almarhum tante."
"maafin tante y sayang, terus disini ngekos atau gimana , kata sandy zain asn ya?."
__ADS_1
"iya tante, zain nyewa kamar tante, iya tante baru jalan 6 bulan."
"mama mu udah kayak wartawan deh sand, bukannya ditawarin minum tamunya, sindir papa sandy sambil tersenyum".
" iya ya , asyik nanya malah zain gak ditawarin minum, silahkan minum zain."
sudah tersedia gelas teh dan cemilan dimeja tamu.
" makasih tante, zain pun menyeruput teh yang sudah disediakan."
"nak zain, sandy itu orangnya yang nak zain tahu rada seperti anak kecil, jadi tante mohon dimengerti , sandy anak tante satu satunya."
sandy pun muncul dari ruang tengah setelah siap masak makan sing untuk mereka.
"mama, ayo dunk sandy malu ma zain dibilang gitu, sambil mencium pipi mamanya "
"zain, mama nya sandy cerita apa saja?."
"iih .. mau tahu aja ya kan nak zain." sambil mencubit pipi nya sandy.
keluarga yang hangat dan saling menghargai dan benar benar tidak menyangka bertemu dengan keluarga yang hangat. Dalam pikiran zain akan beruntung dia akan mempunyai ibu mertua yang hangat.
"pa, ma, zain ayo kita makan siang, ajak sandy."
mereka pun berlalu ke meja makan yang berada di ruang tengah.
suasana rumah sandy bergaya Turkish style penuh dengan karpet dan bunga.
papa nya sandy duduk di kursi berdampingan dengan mamanya Sandy, sedangkan sandy dan zain bersamping berhadapan dengan papa dan mama nya.
kelihatan sandy yang memasak karena memang sandy tukang masak alias koki.
__ADS_1