
Dokter pun mengunjungi ruangan mama zain, dan dokter pun memeriksa keadaan mama Zain.
“ Bagaimana Dok, keadaan mama saya”
“ Menurut Hasil tes darah Ibu anda terkena kanker rahim stadium akhir. Pasien harus Kemo, bu untuk memperlambat sel kankernya itu alternatif yang pertama dan yang kedua pasien harus dioperasi pengangkatan rahim. Untuk saat ini pasien masih dalam keadaan stabil, saya permisi ya bu”
“ terima kasih dok.”
Zain hanya terdiam mendengar hasil tes darah mamanya, Zain memandangi mamanya yang terbaring.
Dio dan Dery pun masuk keruangan dan bersiap menggantikan Zain karena Dio dan Dery mendapat shif malam , Zain dan dua adik lain ibunya bergantian menjaga mama Zain. Zain harus kekantor karena sudah dua hari permisi tidak masuk.
“ Bagaimana Kak, Mama sakit apa?”
“ Mama kanker rahim stadium akhir.”
“Inalillahiwainailahirojiun, solusi nya apa kak?
“ Mama harus kemo dan operasi pengangkatan rahim.”
Mereka pun terdiam dan melihat wajah mamanya yang terbaring lemah saat ini. Zain pun permisi berangkat kekantor karena memang Zain dari rumah sudah berkemas untuk baju gantinya.
“ Dio, Der, Zain pamit kekantor, titip mama, kalau ada apa apa langsung hubungi Zain.”
__ADS_1
“ Iya, mbak hati hati.”
Zain pun meninggalkan Kamar Mamanya dan menuju kekantor. Zain pun sedang menuju ke kantor dengan angkot.
“Zain, Selamat ya udah lulus tes? terus mama kamu sakit apa?”
Tumben Bapak Killer ini baik hati, tidak cerewet. Umpatan dalam hati Zain
“ Iya Makasih Pak. belum keluar hasilnya pak jadi belum tahu penyakitnya apa”
“ Ok, sudah siap banyak kerjaan menumpuk selama dua hari banyak laporan yang harus diketik.”
“Iya Pak.”
“ Der Gimana Mama? Dio dan Dery Sudah Makan?”
“ Mama lagi makan disuapin Dio, Kak. Belum, Kalau kakak sampai ke rumah sakit nanti Dery beli.”
“ Ya udah sekalian Zain beli , Makasih ya Der udah jagain mama”
“Iya Kak.”
Zain pun melangkah pergi meninggalkan kantor dan menuju rumah sakit dan tidak lupa membeli nasi untuk mereka.
__ADS_1
Sesampai dirumah sakit Zain langsung ke kamar dimana mamanya dirawat.
“sudah selesai kantor nya Kak?”
“ Sudah Der, Ayo makan ini Zain sudah beli.”
“ Mama baru saja selesai makan dan minum obat langsung istirahat.”
“ Ok. Makasih Dio dan Der.”
“ Iya Kak.”
Dio dan Dery pun pamit bergantian dengan Zain. Karena Dio dan Dery sore ini harus bekerja menjaga malam. Dio dan Dery sekarang bekerja sebagai Satpam di Salah satu perusahaan yang ada didaerah mereka.Dio dan Dery pun meninggalkan Rumah Sakit dan menuju rumah untuk bersiap bekerja. Ponsel Zain berbunyi ternyata pesan dari Zeze.
(Zain gimana keadaan tante?) Zeze
(Mama kena Kanker Stadium Akhir Ze.) Zain
( yang sabar ya Zain, Tante pasti sehat.) Zeze
( Makasih ya Ze, izinkan hari ini tidak masuk ya ze ke biro fakultas) Zain
(ok zain) zeze
__ADS_1
Zain memegang lembut tangan sang mama yang masih tertidur. perjuangan membesarkan zain begitu berat ya ma, mengapa harus penyakit itu yang singgah ke tubuh mama.