
zain pun sudah bersiap dengan kebaya gold dengan sapuan riasan yang natural menambah kecantikannya.
"masya allah sungguh ciptaan tuhan yabg cantik." vero tidak berkedip melihat zain
"apaan sih ver., wajah zain memerah."
"assalamualaikum, terdengar suara rombongan sandy."
"walaikumsalam, silahkan masuk,
keluarga sandy pun disambut dengan hangat oleh keluarga zain.
"silahkan duduk bapak ,ibu nak sandy"
"terima kasih tante."
sandy dan keluarga pun sudah siap mengutarkan tujuan mereka bertemu tante zain.
"assalamualaikum saya ayah dari sandy hadir dirumah tercinta ini kami sekeluarga hendak mempertanyakan kapan kesiapan pihak anak zain untuk kami persunting untuk anak kami m. sandy".
"walaikumsalam terima kasih sudah hadir dengan niat baik ke anak kami zain, kami sekeluarga berterima kasih atas niat baik keluarga sandy, soal tanggal dan hari yang baik kita serahkan ke anak anak kita zain dan sandy, bagaimana menurut keluarga sandy?,sang om pun dengan luwes berkata.
"kami keluarga dari sandy setuju saja, nah tidak menanya saja kami pun membawa hajat untuk mengikat nak zain dengan sebentuk cincin, sudilah kiranya nak zain untuk hadir agar tersampai hajat kami ini."
zain pun keluar dari kamar bak putri dari kahyangan sandy terpana melihat kecantikan zain.
" nak zain , nak sandy bisa duduk bersebelahan ujar om juna."
acara pun berlangsung dengan pertukaran cincin yang disematkan masing masing pasangan, tampak segurat senyum menghiasi wajah kedua calon pasangan.
__ADS_1
dengan keputusan acara pernikahan akan diadakan bulan depan dirumah tante caro.
"ayo bu, bapak mari makan ajak tante caro ke keluarga sandy."
"iya, bu jawab mama sandy ."
setelah acara pertukaran keluarga sandy dan keluarga zain pun menyatap hidangan yang telah disiapkan.
"sedap sekali tante caro masakannya ,sandy membuka percakapan yang sedari tadi hanya menikmati hidangan yang tersedia.
"iya nih, jago banget yang masak, sambut mama sandy."
"terima kasih ,sandy dan mama sandy." ujar tante caro.
"awal bulan depan kami sekeluarga hadir kemari lagi untuk resepsi sandy dan zain, bakal rindu masakan tante caro, ujar mama sandy."
suasana dimeja makan semakin hangat, zain dan sandy hanya bisa bertatap muka dan senyum senyum dengan wajah yang bahagia.
selesai acara makan mereka pun duduk kembali diruang tamu Dengan berbagai cemilan yang disediakan tuan rumah.
"sayang , nanti pulang bareng siapa?"
"bareng vero sayang, gimana?." zain meminta persetujuan calon suaminya itu.
"gimana kalau sandy jeput aja, sehabis mengantar mama dan papa." ujar sandy
"gak capek banget pulang balik sayang."
"untuk bidadari surga mana ada kata letih sayang, gombal sandy ke zain."
__ADS_1
zain mencubit lengan sandy.
"bisa aja ,dech buat zain malu ."
tante caro dan mama sandy sibuk dengan obrolannya begitu juga dengan om dan papa nya sandy, tidak kalah saing juga ze dan vero pun tidak ketinggalan.
"mama sandy, apa kegiatan disana tanya tante caro."
"seperti biasa tantenya zain, ibu rumah tangga, setiap hari ngurus suami, anak rumah ya terkadang sandy sih yang suka ngurusin rumah, kalau tante zain gimana?,tanya mama sandy."
"wah enank donk mama sandy, sama jadi ibu rumah tangga seperti mama sandy ya cuma anak pada dipesantren, jadi kami tinggal berdua dengan om nya zain."
"wah , calon ustad dunk tantenya zain anak nya."
"insyallah, kalau diberi izin ma tuhan mama sandy."
langit sudah menunjukkan warna kemerahan dan tidak terasa keluarga sandy pun pamit ke keluarga zain.
"om dan tantenya zain kami sekeluarga mohon pamit pulang, adapun kata kata kami yang kurang berkenan dihati keluarga kami menuturkan mohon maaf, dan terima kasih atas hidangan untuk hari ini. pamit papa nya sandy.
"terimakasih juga keluarga sandy yang telah hadir, kami sekeluarga juga bila ada kata yang membuat tersinggung kami mohon maaf."
sambil berjabat tangan keluarga sandy pun beranjak dari rumah tante caro.
"hati hati dijalan nak sandy, ujar om juna."
"iya om, sandy pamit."
keluarga sandy pun meninggalkan kediaman tante caro
__ADS_1