Dinikahi CEO Muda

Dinikahi CEO Muda
1.pernikahan


__ADS_3

Seorang perempuan yang tengah di makeover oleh tim yang sudah di ajak kerja sama untuk membantu acara pernikahan nya agar terlihat sempurna. Perempuan itu bernama Aulia Azzahra, dia anak dari pasangan Fauzan dan Rania. Aulia anak tunggal dan sangat sulit jika harus melepaskan anak satu-satunya ini


"Cantik banget anak mama" Puji tante Rania dengan senyuman yang terukir di bibir merah nya. Merasa bahagia karena putri semata wayang nya akan segera menikah di detik ini juga


"Mama bisa aja, kan aku cantik dari mama " Ucap Aulia yang tengah sibuk di makeover


Tim berusaha memberikan yang terbaik untuk Aulia, karena memang di minta seperti itu dan membuat Aulia berbeda dari hari-hari sebelum nya


Saat ini Aulia mengenakan kebaya putih yang melambangkan kesucian dan bersih. Dengan sanggul di kepala nya yang di berikan pernak-pernik adat Jawa


"Teman gue, akhir nya merried juga" Erika mewakilkan sahabat-sahabat nya karena tidak mungkin semua nya harus masuk ke dalam ruangan makeover


"Iya dong, enggak mau kalah" Ucapan nya sedikit di cekah oleh kekehan kecil


°


°


Pria ini sangat perfect dalam mengenakan jas putih di tambah dengan kopiah putih. Dia adalah seorang CEO yang memimpin perusahan sejak umur nya beranjak matang.


Faris yunanda anak dari pasangan Arya dan luna


Faris duduk di seberang penghulu dengan perasaan yang tak karuan. Merasa tidak percaya diri dengan dirinya karena akan segera membina rumah tangga dengan perempuan yang selama ini dia cintai


Kedua orang tua nya mendampingi anak nya yang saat ini juga akan melaksanakan ijab qabul


"Apakah semua nya sudah siap? " Suara penghulu itu terdengar begitu lantang karena dengan mix yang di gunakan nya


Faris hanya menganggukan kepala nya, rasa gelisah mulai terbenak di pikiran nya. Apakah dia bisa melakukan ijab qabul dengan suara yang lantang? Entah lah, Faris sendiri juga bingung


Om fauzan menjabat tangan Faris di atas meja "saudara Faris saya nikahkan dan kawinkan engkau, dengan anak saya bernama Aulia Azzahra binti Fauzan Aditama dengan mas kawin,uang berjumlah seratus depalan puluh ribu rupiah, dengan mas perhiasan seberat dua puluh empat gram,dan seperangkat alat sholat di bayar tunai"suara yang begitu lantang dengan tangan di atas meja yang tengah melakukan ijab qabul


"Saya Terima nikah dan kawin nya Aulia Azzahra binti Fauzan Aditama dengan mas kawin,uang berjumlah seratus depalan puluh ribu rupiah, dengan mas perhiasan seberat dua puluh empat gram,dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" Faris mengucapkan kalimat ijab qabul itu dengan satu hentakan nafas nya


"Alhamdulillah sah" Ucap orang-orang merasa senang dengan suara lantang itu

__ADS_1


Aulia berjalan dengan di samping ibu dan teman nya. Gadis itu sungguh cantik mengenakan kebaya putih dengan heels yang sudah di persiapkan, Aulia duduk berdampingan dengan pria yang baru saja melaksanakan ijab qabul


Faris meraih kotak kecil yang memiliki permata lalu Aulia mengulurkan tangan nya dan memasang cincin nya begitu pun dengan sebalik nya.


Cincin berlian itu sekarang sudah melingkar indah di jari manis istri sah nya tak sia-sia Faris membeli berlian itu dengan harga tinggi dan mahal tentu nya


Aulia dan Faris duduk di atas pelaminan dengan pajangan yang super mahal dan bagus jika di lihat. Banyak rekan kerja Faris yang memberi selamat untuk bos kantor nya


"Pak bos, akhir nya lo nikah juga, bhaytheway istri lo cantik" Ari terus menerus menatap wajah Aulia, merasa beruntung bos nya ini mempunyai istri secantik Aulia


"Siapa dulu dong, Faris gitu" Faris membanggakan dirinya karena bisa mempersunting Aulia


"Ok, ok, lah. Semoga lancar nanti first night malam" Bisik ari memeluk tubuh kekar itu


"Siap" Faris tersenyum mendengar ucapan temannya yang memang sedikit absurd


Aulia sibuk mengobrol dengan teman-teman nya . Mereka memang jarang bertemu dan saat ini Aulia bisa mengobrol sepuas nya


"Selamat Aulia, dari sekian lo pacaran akhir nya ada yang ngajak serius juga" Sedikit mencibir status Aulia yang sering pacaran namun sering juga di tinggalkan


"Makasih reta, mana teman-teman lainnya" Aulia sibuk mencari teman nya yang belum sepenuh nya kumpul


"Jangan lupa yak, nanti malam harus kumpul semua di resepsi gue" Ucap Aulia menginginkan sahabat nya ada di saat resepsi nanti


"Ok, jangan lupa baca doa dulu sebelum first night supaya anak nya lucu. Jangan main gercep aja lo" Perkataan wulan membuat pipi Aulia merah . Bagaimana tidak sahabat nya itu berbicara seperti itu


"Ok, gue ke sana dulu yak"setelah mendapat kan jawaban dari sahabat nya. Aulia menghampiri teman kantor nya


" Aulia, senang banget gue bisa liat lo nikah, mimpi apa yak gue semalam"seru mita berpelukan dengan Aulia


"Yeeee, bukan nya senang gue nikah. Lo malah kayak gitu" Aulia mengerucutkan bibir nya saat mendengar ucapan sahabat kantor nya


"Hehe, senang ko kan nanti mau jadi momy kan, doa buat lo, semoga bisa jadi istri yang baik dan momy juga" Celah kirana dengan senyum merekah


"Aamiin, semoga aja cepat di kasih momongan" Reta ikut menimbuh ucapan nya

__ADS_1


Aulia hanya tersenyum kecil merasa bahagia karena pernikahan nya banyak orang-orang ikut menyaksikan apalagi dengan sahabat nya membuat semakin sempurna


°


°


°


Kedua nya melakukan sesi foto untuk mengisi album nya dan terkesan di hari pernikahan nya. Semua keluarga besar ikut berfoto di atas pajangan pengantin itu dengan sahabat-sahabat Aulia atau pun Faris.


Semua nya sama tidak ada kelas yang di bedakan


Malam ini Aulia mengadakan sebuah resepsi dengan gaun gold yang di kenakan nya. Membuat tamu undangan ini semakin takjub dengan kecantikan wajah Aulia semakin sempurna


Om Fauzan membisikan sesuatu kepada menantu nya "ris, sekarang Aulia udah jadi istri kamu, saat nya dia mengabdi kepada kamu, ayah minta satu hal sama kamu, kamu jaga Aulia baik-baik yak, seperti ayah menjaga nya. Jangan bentak dia, tegurlah jika dia membuat kesalahan" Pesan om Fauzan, Faris hanya tersenyum


"Ayah tenang aja, aku bakal jaga Aulia, ijinkan aku membimbing Aulia supaya kami bisa membina rumah tangga dengan baik" Om Fauzan memeluk tubuh Faris. Rasa nya sangat berat jika harus melepas putri satu-satunya


"Ayah percaya sama kamu"


"Sayang, mama pesan sama kamu, kamu harus nurut apa kata suami kamu. Karena sekarang kamu berstatus sebagai istri " Tante Rania memeluk Aulia dengan pelukan hangat nya


"Iya ma, Aulia ngerti" Aulia menatap wajah ibunya. Tak di sangka bahwa dia harus meninggalkan ibu nya


Anak dan ibu itu kembali berpelukan. Rasa nya sangat berat harus melepas putri satu-satunya ini. Aulia yang selalu menemani hari-hari nya bahkan selalu membuat tante Rania tersenyum dengan tingkah konyol


"Asik Faris bakal ada yang nemenin tidur malam ini" Ejek Denis, Denis adalah kakak laki-laki Faris bahkan sering terjadi perdebatan kecil


"Iya dong, emang nya lo aja yang di temenin tidur. Gue juga ada yang nemenin" Faris tak mau kalah dengan Denis. Begini lah kakak adik ini jika sudah di pertemukan tidak pernah akur


"Percaya deh, Aulia hati-hati aja tidur sama Faris. Faris orang nya ganas" Ucap Denis menolehkan kepala nya . Aulia hanya tertawa


"Apaan sih lo bang, gue punya kakak gini banget yak, enggak ada manis-manis nya" Geram Faris merasa jengkel dengan Denis. Yang selalu membuat darah Faris mendidih


"Lo kira, gue Lee mineral ada manis-manis nya. Sengklek lo" Adu mulut ini terus berlanjut tanpa menghiraukan kedua orang tua nya yang menyaksikan anak anak nya debat

__ADS_1


"Bang, udah bang. Kebiasaan deh.biarkan Faris istirahat"Lerai tante Luna agar tidak terus berkelanjutan.


"Selamat istirahat adek laknat"seru Denis menekan kata-kata nya dan mempersembahkan kamar hotel untuk adik nya yang baru saja menikah.


__ADS_2