
Kedua insan ini tengah berada di kawasan bogor. Karena siang ini juga Aulia akan di bawa ke Jakarta oleh Faris yang berstatus sebagai suami nya. Aulia dan tante Rania sibuk mengemasi barang-barang yang akan di bawa sedangkan Faris dan ayah mertua nya sibuk berbincang
"Nanti kalau udah sampai sana, kabarin mama yak lia"perempuan itu sangat sedih jika harus melepaskan putri nya ini
" Iya nanti aku telephone mama"Aulia memeluk tubuh ibu nya. Tubuh yang selalu menjadi penguat di segala sisi Aulia membutuhkan nya
"Jangan lupa, harus nurut sama suami" Pesan tante Rania menguraikan pelukan nya
"Iya ma, mama baik-baik yak di sini. Nanti setiap hari weekend aku pasti ke sini jengukin mama" Merasa berat karena Aulia akan berpisah dengan orang tua nya yang selalu ada di setiap waktu
Faris melihat Aulia membawa koper. Dia segera menghampiri nya
"Faris ingat pesan ayah tadi" Ucap om Fauzan saat akan mengantarkan anak nya ke depan
"Pasti yah, kalau gitu kita pamit yak" Faris dengan sopan meraih tangan om Fauzan dan mencium nya sebagai menantu
"Hati-hati yak" Imbuh tante Rania kala berada di pelukan suami nya
Faris membalas nya dengan suara klakson mobil, perlahan mobil itu berjalan dan semakin menjauh dari pekarangan rumah nya
"Jangan sedih gitu, nanti kan ketemu lagi" Faris bisa merasakan perasaan Aulia saat ini
"Tapi kamu janji kan, kalau setiap weekend kita ke rumah mama" Aulia mendongakkan kepala nya saat melihat Faris sibuk menyetir
"Iya nanti hari sabtu sore Ke rumah mama, kita nginap di sana" Ujar Faris membuat hati Aulia merasa senang
Aulia hanya tersenyum tipis semoga saja ucapan Faris tidak berbohong dan Aulia rasa itu memang sifat Faris
Mobil putih yang mereka kendarai sudah terparkir di halaman rumah nya yang luas. Faris segera membuka pintu mobil untuk belahan hati nya
"Ini serius rumah nya" Saat Aulia turun dari mobil. Dia merasa tak percaya dengan rumah megah bak istana itu
"Serius.ini aku bikin nya pakai uang aku sendiri" Faris ikut merangkul bahu Aulia dan mengajak nya masuk ke dalam rumah
Rumah yang Aulia akan tempati itu rumah yang begitu megah bagaimana tidak megah? Rumah itu berada 5 lantai dengan cat nya yang berwarna putih classic.
"Kenapa kamu enggak bilang sama aku, mau bikin rumah. Kan aku bisa bantu kamu" Aulia merasa tidak berarti
"Ini hadiah sayang buat kamu, karena aku udah pisahkan anak sama ibu nya. Maafin aku yak" Faris memeluk Aulia kembali
Kaki nya terus melangkah saat berada di lobby Aulia mendapatkan banyak piala besar di sana dan foto figura besar yang sengaja Faris pajang
__ADS_1
"Rencana aku ini khusus keluarga sayang" Ujar Faris saat melihat ruangan lantai satu dan Aulia menyetujui nya
Kaki nya melangkah dan menaiki anak tangga secara satu persatu. Aulia melihat keluarga Faris yang kebetulan ikut membereskan rumah baru nya
"Selamat datang adek ipar, semoga nanti bisa sabar sabar yak. Dalam menghadapi sifat buruk Faris" Ucap Denis sibuk menempelkan foto pernikahan Faris di sana
"Sifat buruk nya kenapa? " Tanya Aulia heran.
"Jangan di dengerin sayang, abang aku emang sengklek otak nya" Ujar Faris memberi kan kepalan tangan kepada Denis
"Santai bos, ngeri gue lihat nya" Denis bergidik ngeri saat melihat wajah adik nya
"Bang kebiasaan deh" Tante Luna selalu menjadi penengah di antara mereka berdua
"Semoga nyaman yak lia, tinggal di rumah ini" Tante Luna tersenyum bahagia saat bisa berdampingan dengan menantu nya
"Amin, semoga aja yak ma" Ungkap Aulia. Aulia sendiri merasa kurang yakin apakah dia bisa mengurus rumah ini sendiri? Jangankan mengurus rumah. Masak pun Aulia tidak pernah
"Enggak usah khawatir soal masak, nanti bisa delivery kan sekarang canggih" Ucap tante Luna dengan tawaran nya
"Iya ma, tapi nanti lia bakal belajar supaya lia bisa masak" Ujar Aulia dengan senyum merekah
"Nah gitu dong, mama yakin kalau kamu pasti bisa" Aulia merasa beruntung mendapatkan ibu mertua sebaik tante Luna yang mengertikan kelemahan Aulia dalam soal dapur
"Thanks bang" Denis tersenyum kecut
"Jangan bilang makasih doang dong, gue capek masang fotonya. Apalagi beresin kamar lu. Ambilin gue minum kek. Lo benar-benar adek laknat seperti ini lah yang terjadi di saat adik kakak bertemu pasti selalu nyerocos bak ibu-ibu kurang belanja
" Aku ambilkan minuman nya yak bang"Aulia beranjak dan segera pergi ke area dapur
"Gara-gara lo si bang! Istri gue harus ke dapur. Kenapa enggak lo ambil aja si sendiri? " Desis Faris merasa kesal dengan Denis yang selalu membuat darah nya mendidih
"Gue itu abang lo, lo harus hormat sama gue" Bisik Denis tepat di telinga Faris
"Jangan dekat-dekat bang, nanti di sangka homo. Malu sama istri lo" Cibir Faris melirik fitri yang tertawa karena harus melihat adu mulut itu kembali
"Cuih! Homo sama lo. Ogah" Denis merangkul istrinya dan menunjukan keromantisan nya di depan Faris hal itu membuat Faris tersenyum kecut
"Heh! Gue juga bisa kali mesra sama istri gue. Lihat aja gue bakal bikin lo sirik bang" Faris melemparkan bantal sofa dan langsung beranjak pergi dari tempat itu
"Adek laknat lo, enggak tau apa. Muka gue ganteng gini" Denis mengusap wajah nya yang terkena lemparan bantal.
__ADS_1
Saat Aulia membuatkan minuman orange juice itu, dia merasa kaget karena ada tangan kekar melingkar begitu saja di perut nya
"Sayang ngagetin aja deh" Aulia menghela nafas nya kasar
Faris terus menerus mencium tengkuk Aulia yang mengeluarkan harum lavender. Membuat nafsu Faris terus memuncak
"Sayang diam deh, aku lagi bikin minuman" Merasa risih karena Faris yang terus mencium nya
"Kiss dulu sayang, nanti aku enggak ganggu kamu" Pinta Faris yang menyatukan pipi nya dengan pipi Aulia
"Kiss nya nanti malam, jangan di dapur gini dong. Nanti kalau ada yang lihat gimana? Kan aku yang malu" Ujar Aulia merasa kesal karena Faris terus mencium nya
"Kalau gitu aku bakal ganggu kamu terus" Kedua bola mata Aulia memutar jengah
"Ko ngancem si? " Aulia membalikkan tubuh nya dan langsung menempelkan bibir nya dengan bibir sexy Faris
"Manis bibir nya" Faris mengusap permukaan bibir Aulia yang di dapatkan sedikit lipstik
"Iya dong, enak kan bibir aku" Faris mengangguk dan langsung menempelkan bibir nya kembali dan ******* nya satu sama lain
Lihat lah bibir Aulia kini habis warna lipstik yang tidak terlihat lagi bahkan bibir Aulia sedikit merah atas perbuatan suami nya
15 menit mereka telah selesai membuatkan minuman. Aulia segera membawa nya ke lantai atas
"Segar banget yak, panas-panas gini minum orange juice" Seru Denis langsung menyambar gelas itu dan meneguk nya.
Faris menahan tawa saat melihat ekspresi Denis berubah menjadi masam
"Faris cobain deh" Denis memberikan gelas bekas nya
"Apa? Gue enggak mau" Tolak Faris. Bisa-bisa Faris senjata makan tuan
Gelas Denis Faris berikan sedikit cuka dan garam Faris rasa itu cukup untuk membalas perlakuan nya terhadap Faris
"Ini buatan Faris yak lia" Denis memperlihatkan gelas bekas nya
"Iya itu gue yang buat sendiri, enak kan? Kapan lagi coba bang gue baik sama lo. Ya meskipun lo sering julid sama gue" Denis tersenyum kecut bisa-bisa nya dia masuk ke dalam jebakan adek nya yang laknat itu
"Gimana bang? Enak kan habiskan dong bang, bukan nya tadi haus yak" Perintah Aulia tidak mengetahui bahwa Faris sudah memasukan cuka dan garam ke dalam minuman gelas terkhusus untuk seorang Denis
Di dalam hati nya Faris merasa puas karena Denis masuk ke dalam perangkap nya.
__ADS_1
"Enak banget ris, adek laknat gue pintar juga yak buat minuman nya" Geram Denis merekatkan gigi nya karena harus meneguk minuman aneh itu