
Pria yang akan menjalin hubungan kerja itu semakin di buat kesal. Karena harus melihat langsung kedekatan istri dan bos nya yang playboy dan di cap sebagai 'buaya darat'
Aulia merasa canggung apa yang harus dia lakukan saat ini? Apakah Aulia harus menggagalkan meeting nya? Aulia rasa itu tidak perlu. Ini hanya sebuah pekerjaan dan Aulia harus bisa profesional dengan lawan bisnis nya
Faris mengetik kan sesuatu di atas layar keyboard nya
Dan benar saja ternyata ada sebuah pesan masuk di layar nya
Beloved Hubby
Aku tunggu di toilet sekarang!
Membaca pesan di berikan tanda seru. Aulia paham betul bahwa suami nya itu sedang berada di perasaan kurang baik
"Saya permisi ke toilet" Seru Faris dengan suara datar
Tak lama kemudian, Aulia ikut ke toilet
"Maaf Pak, saya harus ke toilet" Ucap Aulia meminta ijin. Saat di berikan izin Aulia langsung melangkahkan kaki nya ke toilet dan segera bertemu suami nya
.
.
"Bagus yak, seorang karyawan bisa ikut meeting sama bos nya! Ada hubungan apa kamu sama orang itu" Baru saja Aulia sampai di toilet, dia sudah habis-habisan di desak oleh pertanyaan Faris
"Aku juga enggak tau, Tiba-tiba aku di ajak meeting. Terus aku ikut deh" Ungkap Aulia agar tidak terjadi kesalah pahaman
"Kenapa enggak di tolak sayang, kamu kan bisa nolak. Enggak seharus nya kamu ikut meeting sama dia! " Faris benar-benar tak tau dengan jalan pikiran Aulia saat ini
"Kan, cuma meeting. Lagian aku juga bisa jaga hati aku" Tangan nya dia ulurkan untuk membingkai rahang Faris
"Awas aja, kalau kamu sampai nempel-nempel sama orang itu. Lihat aja nanti" Tatapan mata Faris begitu sinis. Pria ini selalu cemburu saat Aulia berada di kantor
"Iya enggak dekat lagi ko, kan dia udah tau aku istri kamu. Kita harus profesional loh dalam pekerjaan" Tangan Aulia terulur begitu saja. Dan memberanikan diri untuk mencium bibir sexy Faris
Faris yang mendapatkan perlakuan itu, tentu saja merasa senang. Saat dia marah ada yang bisa meluluh kan semua amarah nya. Tangan nya menahan tengkuk Aulia dan kembali melanjutkan ciuman panas itu
"Udah, enggak usah marah-marah kayak tadi" Ibu jari Aulia mengusap permukaan bibir suami nya
"Makasih sayang, ini udah jadi semangat aku" Mencium kembali bibir Aulia sekilas
__ADS_1
Aulia melihat simpulan dasi yang tak jelas bentuk nya. Jari nya segera merapikan simpulan dasi itu
Faris memperhatikan wajah cantik Aulia sesekali menciumi bibir nya. Itu lah Faris yang tak dapat jauh-jauh dari istri nya
"Ko kamu pakai dasi bisa berantakan gini si" Wanita itu kesal. Karena dasi yang tak tau bentuk nya seperti apa
Begitu selesai kedua insan ini kembali ke meja yang mereka pesan untuk meeting hari ini. Aulia duduk di samping bos nya dan menyiapkan proposal yang akan di bahas
"Lia, bagian proposal ini kamu yang kerjakan? " Willi menunjukan sebuah proposal Kepala Aulia, aulia menggeleng pelan "itu bukan saya pak, proposal yang saya buat enggak kayak gitu.lagi pula saya kan enggak bisa buat proposal" Jelas Aulia hapal betul dengan ketikan jari nya. Dan Aulia rasa itu bukan hasil dari nya
"Lalu" Willi nampak bingung. Proposal nya tidak sesuai dengan meeting hari ini
"Saya enggak tau, itu tadi saya di kasih sama sekretaris bapak. Dan saya cuma nurut aja" Jelas Aulia. Merasa di tuduh? Jika willi berkata seperti itu
"Gimana meeting nya? Bisa di mulai" Gumam Faris yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan di mana istri nya bekerja
"Saya mohon maaf Pak, tapi izinkan saya memperbaiki proposal ini" Pria itu nampak kesal. Karena proposal yang sekretaris nya buat tidak sesuai dengan harapan nya
"Baik, Pak" Begitu di kasih waktu. Willi dan Aulia berpindah ke meja dan mengerjakan sesuatu di keyboard laptop nya
Willi menyuruh Aulia agar menggantikan proposal yang salah. Saat Aulia sibuk mengetik willi memiliki kesempatan dan memperhatikan wajah cantik Aulia. Meskipun wajah nya itu natural
"Kalau bukan kerja sama gue udah bogem itu orang" Rahang Faris mengeras saat melihat kedekatan istri dan bos nya
"Gue harus gimana? Nanti bisa-bisa Faris tambah marah sama gue. Mana pak willi dempet-dempet terus sama gue" Umpat Aulia dengan pikiran yang tidak fokus
"Adisti, saya permisi ke toilet dulu" Faris tak bisa menahan rasa cemburu nya. Dia akan melampiaskan semua nya
"Biar saya aja lia, kamu perbaiki yang bagian ini" Ujar willi meraih laptop nya
Aulia mempunyai kesempatan agar bisa ke toilet. Dan benar saja di wastafel itu Faris menahan amarah nya
"Senang yak! Bisa dekat-dekat sama bos" Suara itu. Membuat Aulia bergidik ngeri
"Kan cuma kerja sayang" Aulia mengusap pipi suami nya yang sedikit berisi
"Emang kerja harus nempel-nempel gitu" Pria ini jika sudah cemburu. Aulia harus siap meluluhkan amarah nya
"Bukan gitu, justru aku ke sini. Khawatir aku sama kamu sayang" Amarah Faris kini meredam begitu saja saat mendapatkan Aulia di balik punggung nya
Faris meraih tissu yang terdapat di pinggir wastafel itu dan membersihkan sisa make-up Aulia yang masih jelas walaupun make-up nya terlihat samar-samar
__ADS_1
"Kalau kerja itu,Jangan make-up sayang. Berapa kali si aku ingetin kamu" Faris Menghapus sisa bedak tabur yang tertempel di permukaan pipi istri nya
"Ini cuma pakai maskara " Ungkap Aulia mencabut sehelai bulu mata nya dan mencoba untuk meyakinkan suami nya
"Kalau kamu make-up gini, nanti yang ada bos kamu yang senang, karena bisa liatin muka kamu terus" Geram Faris yang terus menghapus sisa-sisa maskara di bulu mata istri nya. Namun maskara itu terlihat susah jika hanya memakai sebuah tissu
"Mata nya merem sayang" Aulia menurut. Entah apa yang di lakukan suami nya itu. Membuat Aulia sendiri ikut bingung
Faris mendekatkan mulut nya dengan Aulia, lalu menyapu kelopak mata istri nya dengan lidah. Sedikit jorok memang? Namun tidak bermasalah bagi ke dua insan ini
"Udah cantik deh" Faris tersenyum simpul. Ibu jari nya mengusap kelopak mata Aulia sedikit merah karena perbuatan nya
"Udah, yuk kita kembali lagi" Ajak Aulia. Faris menurut kaki nya ikut melangkah dan mengikuti langkah kaki istri nya
Sekretaris Faris menatap CEO nya nampak bingung. Ko bisa datang berbarengan seperti ini
"Pak Faris, ko bisa si datang dari toilet nya bareng" Ucap sekretaris berambut coklat itu. Sekretaris itu bernama Adisti. Adisti adalah sekretaris baru
"Kamu pikir saya masuk ke toilet cewek" Ucap Faris santai.
Mendengar ucapan Faris. Sekretaris nya itu memilih diam dan bungkam. Karena Faris orang yang singkat jika belum kenal dengan orang
Aulia menatap tajam ke arah meja di seberang nya, bisa-bisa nya suami nya ini nempel dengan perempuan lain. Tak bisa di biarkan
Faris membulatkan mata nya sempurna saat dia merasakan kaki nya di injak, melihat wajah Aulia tersenyum bahagia. Faris semakin yakin bahwa ini adalah hal istri nya karena cemburu melihat diri nya dengan sekretaris
Meeting pun berjalan dengan lancar. Kini saat nya mereka memesan makanan untuk merayakan kerja sama itu
Aulia memilih makanan Friedrich karena nafsu makan nya sedikit berkurang akibat perut nya yang terasa sakit
"Aduuuh ko perut gue sakit banget si" Aulia hanya menatap makanan nya tanpa di sentuh nya sedikit pun
"Lia, ko kamu enggak makan si" Saat tangan willi menyentuh bahu Aulia. Faris semakin di buat kesal
"Pak willi makan aja duluan pak" Ucap Aulia
Akhir nya Aulia memilih memakan spaghetti yang dia pesan. Kedua mata willi tak pernah bosan melihat wajah cantik Aulia. Apalagi Aulia makan dengan porsi cukup banyak
"Lia bibir kamu belepotan" Tanpa merasa ragu akhir nya willi mengusap bibir Aulia karena terdapat bumbu spaghetti
Pria di seberang nya sudah tersulut,emosi yang memuncak karena melihat perlakuan bos nya yang tak wajar. Faris akan siap meledakkan emosi nya hari ini juga. Faris tidak memikirkan bahwa dia menjalin hubungan kerja dengan orang itu
__ADS_1
Tanpa rasa malu akhir nya Faris menggebrak meja itu dengan suara keras
"BRAAKKK" semua orang di restoran itu merasa kaget atas suara yang Faris buat. Terlebih nya Aulia membulatkan mata nya sempurna saat melihat wajah suami nya tersulut emosi dan saat ini emosi itu akan meledak