
Semangat Aulia agar bisa menjadi istri sempurna hancur begitu saja, Faris sudah mematahkan semangat itu dengan diri nya sendiri karena sebuah ucapan yang dapat menusuk ulu hati nya.
Aulia tidak minta lebih, dia hanya ingin menjadi istri yang di harapkan suami nya. Apakah itu salah? Jika keputusan itu salah. Baiklah Aulia sekarang akan berhenti belajar
Tidak ada kata-kata semangat yang Faris lontarkan, bukan kah Faris akan memberi dukungan untuk istri nya belajar menjadi istri. Ucapan Faris begitu tajam dan membuat Aulia kecewa
"Faris kenapa tega banget si! ngomong gitu sama gue. Udah tau gue enggak bisa masak! Dia malah merendahkan diri gue.gue benar-benar enggak nyangka! Kecewa gue sama lo ris! " Tanpa di sadari Aulia menitikkan air mata nya. Sudah sehari dia mengurung diri dalam kamar. Tak ada niat sedikit pun untuk keluar. Kondisi pikiran dan hati yang tidak sinkron
Lihatlah penampilan Aulia yang berantakan, membuat diri nya kecewa berat dengan orang yang selama ini dia cintai. Namun karena sebuah ucapan Aulia sekarang kecewa berat dengan sosok suami nya
Saat ini Aulia membutuhkan ketenangan, dia akan mencerahkan pikiran nya agar tidak stres. Karena jika Aulia stres akan berpengaruh pada kesehatan yang mudah sekali drop
Terdengar getaran smartphone begitu jelas, Aulia segera meraih nya dan melihat layar smartphone nya
banyak notif
Best friend forever
Reta
Meet up kuy
Bosan gue di rumah
Mita
Let's Go
Reta
lia nya mana
Tumben dia enggak nimbrung
Mita
Entahlah
__ADS_1
Mungkin sibuk olahraga sama Faris
Reta
Wah bisa jadi gitu mit🤣
Mita
Wkwk, maklum kalau udah nikah pasti tau lahðŸ¤
Reta
Hahaha bisa jadi mit
Lia ngepush mulu
Ini kan hari weekend
Mit
Nah itu maksud gue re
Mata yang terus berair itu menatap serpihan kaca smartphone yang pecah berkeping-keping. Padahal benda itu hasil perjuangan nya sendiri. Meskipun Aulia tergolong kaya tapi dia sudah di ajarkan orang tua nya untuk berusaha sendiri
"Lia itu suara apa" Ucap Faris di balik pintu. Merasa khawatir karena pecahan benda itu tidak asing menurut nya
Faris hendak masuk ke dalam kamar nya tapi pintu nya terkunci. Dia hanya bisa menempel kan telinga nya ke daun pintu .padahal kamar nya terdapat sekat
"AKU BENCI KAMU RIS! AKU BENCI! " Teriak Aulia dengan tangisan yang sudah pecah dan terdengar begitu jelas di gendang telinga Faris. Meskipun Faris hanya mendengar di balik pintu
Faris merasa heran, mengapa istri nya benci? Apakah Faris melakukan kesalahan? Faris rasa dia tidak melukai batin istri nya
"Lia, buka pintu nya" Faris sudah di buat panik karena Aulia terus mengurung diri nya di dalam kamar
"PERGI KAMU RIS! PERGI!! " Lagi-lagi Aulia berteriak. Faris semakin yakin bahwa Aulia tengah berada di kondisi buruk.
"Ada masalah apa lia? Kita bicara baik-baik sayang. Jangan kayak gini" Membujuk Aulia dengan embel-embel sebutan nya
__ADS_1
"AKU ENGGAK MAU LIHAT KAMU RIS! KAMU PERGI SEKARANG! AKU BENCI SAMA KAMU!! " Mendengar Aulia berteriak seperti ini. Membuat Faris semakin panik. F6 menakutkan Aulia akan nekat. Bagaimana jika Aulia bunuh diri?
"Buka dulu pintu nya, kita bicara baik-baik sayang, jangan kayak gini. Kalau gini terus kapan selesai masalah nya" Rasa nya Faris ingin sekali mendobrak pintu kamar nya. Namun jika mendobrak nya pintu itu pasti akan rusak. Sayang kan jika pintu kamar rusak
Faris baru ingat, dia akan masuk ke dalam kamar nya lewat pintu balkon. Pasti pintu itu tidak di kunci. Karena jika siang Aulia selalu membuka pintu balkon kamar nya. Dan benar saja saat mendorong pintu itu langsung terbuka lebar
Merasa kaget dengan penampilan Aulia yang di katakan kurang baik. Air mata bercucuran dari pelupuk mata dan kondisi kamar yang berantakan
"Kamu kenapa sayang? Ada hal apa? " Tanya Faris menghampiri Aulia dan memeluk tubuh itu erat
Aulia hanya diam saat kepala nya berada di dada bidang Faris, air mata yang kembali turun membuat Faris semakin heran. Sungguh membingungkan sikap Aulia sekarang
"Ada hal apa? Cerita sama aku. Jangan di pendam sendiri. Nanti kamu bisa sakit" Faris mencium kepala Aulia saat bersandar di dada bidang nya. Menenangkan istri nya agar tidak mempunyai beban sendiri
Aulia masih enggak untuk berbicara, dia memilih diam dengan mata yang di pejamkan dan terus menangis
"Yaudah kalau enggak mau cerita enggak papa, " Faris mengangkat tubuh Aulia dan menggendong nya dan membaringkan tubuh Aulia di atas king size
"Tidur yak, jangan sampai stres" Mendengar kata itu. Aulia langsung membelakangi Faris dan memejamkan mata nya kembali
Jika kamar nya berantakan seperti ini, Faris tak kuasa melihat nya. Dia sendiri harus merapikan kamar nya namun saat menyapu lantai kamar nya. Faris mendapatkan serpihan kaca. Apa yang terjadi dengan istri nya? Sampai-sampai Faris mendapatkan pecahan kaca.
Mata nya melihat ke arah jendela, di sana ada smartphone yang tak jelas bentuk nya. Faris segera mengambil nya. Pasti smartphone ini Aulia banting hingga terbentur dinding. Istri nya ini memang sedikit aneh. Tak sayang kah jika smartphone hasil usaha nya pecah berkeping-keping
"Lia, aku mau tanya sama kamu" Faris menjatuhkan pantat nya di dekat tubuh Aulia.
"Tanya apa? " Aulia mengubah posisi nya menjadi duduk
"Ini handphone kenapa di banting? Ada masalah apa si? Sampai-sampai kamu bisa melampiaskan kan nya sama handphone! "Faris ikut emosi melihat smartphone yang selama ini sudah menjadi saksi saat masa pacaran nya
" Aku stres ris, kamu ngatain aku. Enggak becus jadi istri! Aku sakit hati sama kamu. Emang aku enggak bisa jadi istri yang kamu harapkan! Tapi apa masalah nya kalau aku belajar supaya bisa jadi istri yang kamu harapkan! Aku enggak butuh lebih! Aku cuma mau dukungan kamu aja. "Balas Aulia dengan penuturan kata yang lembut namun sedikit emosi
Faris mengangguk paham tidak seharus nya dia berbicara seperti itu sama istri nya. Lihatlah karena ucapan Faris saat itu membuat Aulia hilang kendali. Faris mengakui dia merasa bersalah
" Maksud aku enggak kayak gitu lia, aku cuma mau kamu kayak istri teman aku. Istri bisa segala nya dalam semua bidang"tangan Faris dia ulurkan untuk memegang punggung tangan Aulia
"Aku tau itu! Tapi enggak semua nya aku bisa ris, kamu boleh banding-banding kan aku dengan orang lain. Tapi kamu enggak perlu ngomong kasar sama aku. Kali ini aku kecewa sama kamu ris, aku kecewa" Aulia kembali menangis dengan deraian air mata yang tak dapat dia bendung lagi
__ADS_1
"Aku akui itu kesalahan aku lia, tapi aku enggak ada maksud nyinggung perasaan kamu. Kalau itu buat kamu sakit hati. Aku minta maaf sebesar-besar nya atas ke salahan ku semalam"Faris memeluk tubuh Aulia. Merasa bersalah atas ucapan nya sendiri
" Perempuan mana yang enggak mau sempurna tapi semua kriteria orang berbeda-beda ris. Aku juga pengen jadi layak nya seorang istri. Yang di puji masakan nya. Tapi apa yang aku dapatkan dari kamu ris. Kamu malah merendahkan aku. Kamu membandingkan aku dengan orang lain. Sakit hati aku ris saat kamu bilang 'aku enggak bisa apa-apa'. Aku cuma mau kamu hargai aku, layak nya seorang istri. Tapi aku mendapatkan balikan nya. Kamu caci aku, kamu hina aku, bahkan sesuka hati kamu. Kamu bilang kalau aku ini istri yang enggak berguna. Kalau pun aku enggak berguna jadi istri. Aku Terima apa pun keputusan kamu. Buat apa mertahanin istri yang enggak ada apa-apa nya dari aku. Apa pun keputusan yang kamu ambil. Aku siap menerima nya dengan ikhlas "