Dinikahi CEO Muda

Dinikahi CEO Muda
14.malas kekantor


__ADS_3

Semenjak kejadian itu Aulia menjadi orang yang irit bicara. Faris paham betul jika sikap istri nya seperti ini Faris harus segera membujuk nya karena jika tidak Aulia akan menjadi orang yang pendiam.


Seperti malam ini mereka tengah makan malam di ruang yang cukup luas itu. Berbeda dengan Aulia yang berdiam tanpa ada suara sedikit pun


"Lia, besok kamu ke kantor berangkat bareng sama aku" Ujar Faris memulai pembicaraan nya karena merasa sepi jika Aulia tidak mengeluarkan suara nya


"Terserah" Hanya ucapan singkat keluar dari mulut Aulia


"Besok kamu pulang jam berapa? Supaya aku bisa ajak kamu ke restoran" Dengan sabar Faris berbicara kembali kepada istri nya


"Entah" Lagi dan lagi Aulia mengucapkan kata nya singkat


"Nanti aku jemput kamu seperti jam biasa" Pungkas Faris namun kali ini Aulia tidak menjawab nya. Aulia sibuk mengunyah makanan bahkan memukul sendok ke permukaan piring nya dan mengeluarkan suara bunyi yang cukup keras


"Enggak nafsu" Aulia menjatuhkan sendok nya dengan kasar lalu pergi ke lantai atas.


Faris hanya dapat bersabar, seperti ini lah jika Aulia marah. Dia menjadi sosok yang dingin bahkan tidak peduli dengan siapa pun


Selepas makan Faris langsung menyusul istri nya yang tengah duduk di sofa ruang keluarga. Faris langsung ikut duduk di dekat Aulia


"Kamu kenapa lia" Tangan nya mengelus lengan Aulia dengan lembut


"Enggak tau" Ucapan yang ketus membuat Faris menghela nafas nya kasar. Belum pekerjaan kantor nya selesai. Sudah di tambah masalah lain. Merasa pusing dengan keluhan nya saat ini yang tengah dia rasakan


"Mau makan di luar? " Tawar Faris membenarkan rambut Aulia yang terlihat berantakan


"Apa si! " Aulia langsung menjauhkan tangan Faris yang hendak menyentuh kepala nya


"Mau makan di luar? Kalau mau kita langsung ke luar" Jarak Faris sedikit bergeser agar bisa dekat dengan tubuh Aulia


"Kita? Lo aja kali" Saat Faris ada di dekat nya. Aulia langsung berpindah tempat

__ADS_1


"Yaudah,kalau gitu aku mau ke kamar. Udah ngantuk mau istirahat" Faris mengusap puncak kepala Aulia. Namun Aulia menepis nya


"Enggak sopan, megang-megang kepala orang" Cibir Aulia merapikan rambut nya yang berhasil di berantakan oleh Faris


Faris sudah berada di dalam kamar nya, dia meraih laptop untuk kerjaan nya besok, semua nya sudah berhasil Faris kerjakan. Saat nya Faris istirahat


Baru Faris memejamkan mata nya. Sudah ada gerakan di atas king size. Melihat Aulia yang hendak tidur meski membelakangi nya


"Sholat dulu lia" Perintah Faris. Dia mengetahui bahwa Aulia sudah terbebas dari masa haid nya


Tidak menghiraukan ucapan Faris, Aulia langsung menyelimuti sekujur tubuh nya lalu segera memejamkan mata nya langsung.


.


.


.


.


"Sayang pasangkan aku dasi dong" Pinta Faris dengan mengulurkan dasi hitam


"Masih ngantuk" Tanpa sadar Aulia mengeluarkan suara manja nya. Membuat Faris merasa senang. Berarti Aulia sudah tidak marah lagi


"Aku harus ke kantor sekarang, bentar lagi telat ni" Tangan nya terulur untuk mengelus puncak kepala Aulia


Dengan terpaksa Aulia bangun namun muka nya masih terlihat mengantuk. Padahal Aulia tidur sejak malam tadi. Apakah istri nya ini kurang tidur?


Bibir Faris mengukir senyuman saat melihat Aulia begitu sibuk memasangkan dasi itu hingga terlihat rapi dan simpulan nya jelas


"Udah enggak marah" ibu jari nya mengusap permukaan bibir Aulia yang terlihat natural

__ADS_1


"Marah enggak yak? Lagian senang banget si di marahin aku" Aulia terkekeh pelan. Tidak seharus nya dia bersikap berlebihan kepada Faris itu bukan sifat Aulia


"Syukur deh, kalau udah enggak marah. Aku hampir gila mikirin sikap kamu" Imbuh Faris dan di balas kekehan Oleh istri nya


"Udah rapi, sana berangkat" Perintah Aulia lalu merapikan kerah kemeja Faris yang di kenakan nya


"Kamu enggak ke kantor? " Tanya Faris saat melihat istri nya akan tidur kembali


"Enggak, aku lagi malas" Aulia kembali rebahan dengan santai dan ber selimutan kembali


"Aku ke kantor ya, nanti aku pulang cepat " Faris kembali menghampiri istri nya dan melakukan rutinitas nya di pagi hari. Ciuman ciuman manja yang wajib di lakukan oleh mereka


"Iya hati-hati bawa mobil nya, Jangan kebut-kebutan"


"Siap sayang"


Aulia merasakan hal yang aneh, diri nya bermalas malasan tidak seperti biasa nya. Rasa lelah jika setiap hari bekerja. Tidak salah dong jika Aulia beristirahat sejenak


"Yaampun ko gue bisa lupa, gue belum kasih tau teman-teman gue. Kalau gue enggak bisa masuk kerja. Kalau gini gimana cara nya.handphone enggak ada. " Gerutu Aulia pada diri nya sendiri


Aulia mondar mandir di dalam kamar nya, dia tengah memikirkan sesuatu bagaimana cara menghubungi teman teman nya itu. Aulia mempunyai feeling bahwa dia akan di marahi oleh bos nya. Karena proposal kantor yang Aulia bawa dan berniat akan di kerjakan ternyata dia sendiri melupakan nya


"Enggak ada handphone" Teriak Aulia kesal. Salah Aulia sendiri mengapa bisa meluapkan amarah nya pada smartphone. Jika sudah seperti ini dia sendiri yang susah. Tak bisa menghubungi temannya. Merasa bosan di dalam kamar. Hanya dengan tontonan televisi. Membuat Aulia semakin stres


Jika berbicara kepada suami nya, apakah kan di dengar? Aulia akan datang ke kantor dan meminta tambahan uang kepada suami nya


Aulia sudah rapi dengan style nya, celana panjang dan kemeja navy. Saat ini Aulia akan ke kantor suami nya dan membawa mobil nya sendiri


"Mobil kenapa enggak bisa di stater si! " Aulia sangat jember saat mencoba men stater mobil yang tak kunjung hidup


"Lengkap sudah penderitaan gue kali ini" Aulia kembali masuk ke dalam rumah nya . Merasa bosan jika harus berdiam di rumah tapi hati yang tak menentu membuat Aulia bingung sendiri

__ADS_1


__ADS_2