Dinikahi CEO Muda

Dinikahi CEO Muda
7.kembali ke kantor


__ADS_3

Aulia merasa senang karena diri nya bisa kembali lagi ke kantor. Bagaimana pun kantor ini banyak kenangan nya di masa remaja Aulia. Bagaimana tidak? Kantor ini penuh suka dan duka dalam kehidupan Aulia sendiri


"Ada yang mandi anu nih" Seru mita tersenyum simpul


"Apa si" Dahi Aulia berkerut ko bisa yak? Teman kantor nya mengetahui kehidupan Aulia dan suami nya. Apakah mereka mengintip


"Muka nya beda guy's, biasa nya pake eylener ko sekarang cuma pakai maskara? " Tanya raya menyadari wajah Aulia sedikit berbeda


"Itu tau, "


"Lia, di panggil pak wili tuh, di suruh ke ruangan nya" Ucap reta menepuk bahu Aulia pelan


"Gue, pak wili mau ngapain manggil gue? " Aulia merasa bingung. Apakah teman nya itu bercanda atau serius? Aulia kan hanya karyawan biasa. Dan karyawan biasa tidak pernah ada yang masuk ke ruangan bos nya


"Iya lo, udah sana temui pak wili. Dari tadi loh dia nanyain lo " Imbuh raya mendorong tubuh Aulia.


Aulia merasa tidak yakin dengan ucapan teman nya itu, mana bisa karyawan bawah di panggil ke ruangan bos nya


"Heh lo ngapain ke ruangan pak wili? " Tanya sekretaris itu dengan tatapan sinis dan bisa membuat Aulia bergidik ngeri


"Saya juga enggak tau, tiba-tiba pak wili manggil saya ke ruangan nya" Aulia hanya mengangkat bahu nya acuh


"Awas yak lo, kalau sampai berani deketin pak wili. Gue bakal kasih perhitungan sama lo. Paham! " Desis nya dengan tatapan mata yang sinis


"Mbak tenang aja, pak wili itu bukan tipe saya. Jadi saya enggak bakal deketin pak wili. Lagi pula saya kan udah menikah. Jadi buat apa saya dekat sama lelaki lain yang bukan suami saya sendiri" Ucap Aulia lembut namun penuh penekanan


Dengan sangat sopan Aulia mengetuk pintu ruangan nya dan masuk ke ruangan itu . Saat di persilahkan masuk. Aulia langsung masuk


"Ada hal apa yak, bapak manggil saya? " Tanya Aulia dengan sopan dan penuturan kata yang lembut


"Saya cuma mau bilang sama kamu, nanti jam sepuluh siang. Kamu ikut saya meeting" Tatapan mata Aulia membuat pria itu semakin besar cinta nya


"Tapi kan pak, saya bukan sekretaris bapak, saya cuma karyawan biasa" Kilah Aulia tak sesuai dengan jabatan nya

__ADS_1


"Yang berhak nentuin itu saya. Kamu mau kan ikut meeting dengan saya" Aulia mengangguk


"Kalau gitu saya permisi dulu pak, " Aulia segera keluar. Apakah benar bos nya itu memiliki rasa? Aulia tidak terlalu memikirkan nya. Yang terpenting Aulia tidak lupa dengan status nya sebagai karyawan


"Gila, gue di suruh ikut meeting guy's" Seru Aulia memberitahu kepada teman-teman kantor nya


"Lo serius lia? Lo kan cuma karyawan biasa" Pungkas raya merasa tak percaya dengan ucapan Aulia


"Gue serius, gue juga udah bilang gitu, terus kata pak wili. Gue harus ikut. Semoga aja cuma meeting yak" Ungkap Aulia berpositif thinking


"Jangan sampai sekretaris nya itu tau lia, nanti lo bisa-bisa di labrak lagi sama tuh nenek lampir" Cerocos mita yang tidak suka dengan sekretaris kantor nya


"Haha, tenang ko. Pak wili sama gue cuma bos dan karyawan. Enggak lebih dari itu. Lagian gue juga kan udah nikah. Nanti mau di kemanakan suami gue" Aulia terkekeh melihat sikap temen nya yang posesif dan mengingatkan Aulia agar tidak dekat dengan bos mereka


"Buat gue aja, enggak papa deh gue rela" Timpal mita tanpa ada wajah dosa nya


"Lo rela, yang enggak rela itu gue" Teriak Aulia.


"Kita, lo aja kali. Gue mah enggak mau" Ucap Aulia.


Kini saat nya fokus dengan kerjaan masing-masing. 4 jam lagi Aulia akan ikut meeting dengan bos nya. Mimpi apa dia semalam? Sampai-sampai di ajak meeting di perusahaan nya


Jam 10 saat nya karyawan kantor makan siang, namun wili malah asik menunggu Aulia di meja kerja nya


"Lia, kita sarapan nya di sana aja yak. Sambil ketemu client" Ujar wili. Aulia hanya mengangguk. Sebelum dia meninggal kan meja nya. Aulia membereskan nya terlebih dahulu


"Maaf yak pak, nunggu lama" Merasa tidak enak hati karena bos nya menunggu diri nya di meja.pemandangan itu justru di lihat banyak orang


"Udah selesai kan" Aulia mengangguk, kedua nya berjalan dan menaiki mobil perusahaan agar segera sampai ke tujuan itu


Jujur saja Aulia merasa canggung karena harus berada di dalam mobil dengan bos nya. Selain itu juga Aulia merasa tidak enak hati karena dia hanyalah karyawan biasa


Di sepanjang jalan wili terus memperhatikan wajah Aulia dari kaca kecil. Wili merasa Aulia cewek yang perfect dan dambaan semua kaum adam tapi sayang dia sudah menikah. Namun wili tidak peduli dengan status Aulia. Yang terpenting dia bisa dekat dengan Aulia. Hal itu sudah membuat wili merasa senang dan semangat di kantor nya

__ADS_1


Aulia sendiri merasa risih karena bos nya terus memperhatikan nya untung saja Aulia mengenakan pakaian yang sopan jadi tidak takut lagi dengan tatapan wili.


"Enggak ada kerjaan banget si! Dari tadi ngeliatin gue mulu" Gerutu Aulia di lubuk hati nya yang paling dalam


"Lia, nanti sebelum meeting masih ada waktu lima belas menit. Jadi kita bisa makan dulu. Kan takut nya lapar di saat kita ketemu client" Jelas wili melirik Aulia sekilas


"Iya Pak, saya ikut kata bapak aja" Dengan terpaksa Aulia harus tersenyum. Sebenar nya Aulia malas jika harus berbicara dengan bos nya. Mengulur waktu saja yang ada


"Kamu enggak keberatan kan? Kalau ikut meeting sama saya" Gumam wili asik menatap wajah cantik Aulia


"Enggak ko pak, justru saya senang bisa ikut meeting sama bapak. Kapan lagi saya bisa meeting dengan perusahaan bapak ini" Lagi-lagi Aulia tersenyum tipis


"Bagus deh kalau gitu. Kamu ternyata perempuan yang unik yak"


"Unik! Unik! Dia pikir gue batu akik kali" Aulia terus saja menyerocos di dalam hati nya. Namun kali ini dia memilih untuk diam dan tidak berbicara lagi


.


.


.


.


Begitu sampai di sebuah restaurant Aulia dan wili berjalan. Dan segera menemui client yang dia maksud


Dari kejauhan Aulia merasa tak asing dengan pria itu dan akhir nya aulia ikut duduk di seberang nya


"Maaf saya telat" Ucap wili langsung duduk di samping aulia


"Tidak apa-apa pak, kami juga baru datang" Pria itu mendongakkan kepala nya dan berjabat tangan atas kedatangan


"Mampus gueeee" Umpat Aulia lalu menggigit bibir nya, raut wajah gugup dan gelisah bisa terlihat dan di saksikan oleh semua orang.

__ADS_1


__ADS_2