
Semenjak menikah, Aulia tidak pernah bertemu dengan ke dua orang tua nya. Maka dari itu sekarang saat nya mereka menjalin silaturahmi. Sudah waktu nya untuk mengunjungi rumah kedua orang tua Aulia setelah hari-hari di sibuk kan dengan pekerjaan yang sudah menjadi tugas nya
"Assalamu'alaikum, " Seru Aulia , dengan sangat sopan dia mengetuk pintu depan
"Waalaikum salam" Rania merasa terkejut akan kedatangan sosok anak semata wayang nya
"Mama, maaf baru bisa jenguk mama lagi" Merasa tidak enak hati karena sebagai anak Aulia telah melalaikan ke dua orang tua nya
"Iya, mama ngerti lia.mama juga baru pulang dari bandung. Baru aja mama sampai maghrib tadi" Ungkap Rania memeluk Aulia dan mengajak nya masuk
"Ayah mana ma? Atau mungkin udah tidur" Tanya Faris yang tidak melihat sosok ayah mertua nya.
"Bentar, mama panggil ayah dulu" Aulia mengangguk. Mata nya melihat sisi ruangan itu. Ruangan yang selalu menjadi saksi bagi Aulia entah itu suka atau pun duka
"Anak ayah baru menjenguk lagi ke sini, sibuk banget yak lia. Sampai enggak ada waktu sedikit pun melihat orang tua" Fauzan merasa kecewa atas ucapan Aulia yang tak sesuai dengan janji manis nya
"Bukan gitu yah, aku enggak ada maksud kayak gitu. " Jelas Aulia agar ayah nya tidak salah paham
"Ayah bercanda lia,enggak usah di tanggapi gitu dong. Lagian ayah juga ngerti, kamu sama suami kamu sibuk. Ayah juga lagi sibuk" Ucap fauzan di ikuti tawaan kecil nya.
Aulia menghela nafas nya kasar, merasa lega karena ayah nya tidak terlalu serius, dan tidak terlalu menanggapi nya
"Kita makan malam yuk, mumpung lagi kumpul di sini. Kebetulan tadi mama udah masak. Dan mama rasa makanan nya cukup" Ajak mama Rania ingin mengabadikan momen kecil bersama keluarga nya.
"Pas banget, aku kangen masakan mama"
Semua nya langsung duduk di hadapan meja, Aulia menikmati momen saat ini. Sudah lama dia tidak memakan masakan ibu nya. Saat nya Aulia menyantap makanan terenak itu
"Lia sering masak apa di rumah? " Tanya ayah nya di sela-sela mengunyah makanan nya
"Aku enggak pernah masak yah, kalau di rumah aku sering beli" Balas Aulia agar ayah nya mengetahui nya bahwa Aulia tidak bisa beraktivitas di dapur seperti istri lain nya
"Belajar dong, " Imbuh Mama Rania
__ADS_1
"Udah pernah belajar, tapi susah. Jadi lebih praktis beli di luar. Kan sayang" Faris mengangguk dan menyetujui nya, Faris sendiri tidak meminta Aulia untuk beraktivitas di dapur yang terpenting dia selalu di temani saat makan
"Besok belajar masak sama mama, suami kamu juga pasti pengen makan masakan istri nya" Ujar ayah fauzan.
"Iya besok, kalau enggak kesiangan bangun nya" Mama Rania di buat pusing oleh anak nya ini. Bagaimana tidak seorang perempuan tidak bisa masak. Itu bisa saja merendahkan harga diri wanita-wanita.
Setelah selesai makan malam, mereka memutuskan untuk berkumpul dan mengobrol bersama di ruang keluarga
"Libur berapa hari Ris, di kantor? " Tanya ayah fauzan saat duduk berhadapan dengan menantu nya
"Dua hari yah, tapi lumayan lah buat istirahat. " Balas Faris dengan apa ada nya
"Enggak ada rencana honeymoon gitu Ris? " Faris merasa tercengang atas pertanyaan ayah mertuanya
"Udah kepikiran si yah, tapi gitu aku nya sibuk. Terus lia juga sekarang lagi sibuk di kantor. Mungkin next time yah" Mama Rania hanya tersenyum mendengar obrolan suami dan menantu nya. Dia sendiri memaklumi kesibukan anak-anak nya dan lagi pula mama Rania tidak meminta Aulia agar segera mempunyai momongan. Biar lah menjadi urusan anak nya sendiri.
"Iya yah, pengen banget honeymoon gitu tapi waktu nya yang enggak ada. " Ucap Aulia lirih
"Yaudah, tunggu waktu yang pas. Kalau lagi sibuk gini kan nanti pasti di telpon sama manager enggak asik dong honeymoon nya kalau di ganggu terus" Timpal mama Rania terkekeh pelan saat melihat ekspresi anak semata wayang nya
"Gitu resiko nikah sama aku" Bisik Faris. Aulia hanya mengedikkan baju nya acuh. Sudah terlanjur
"Bakar jagung yah di depan. Kayak nya enak deh. " Aulia memang selalu memerintah kan ayah nya. Namun ayah nya sama sekali tidak masalah. Anak nya sendiri yang minta
"Ayo, buat Aulia apasi yang enggak"Aulia merasa senang karena permintaan nya yang selalu di turuti
Mama Rania ikut menyiapkan bahan-bahan nya seperti
-mentega
--jagung mentah
Aulia ikut membantu nya, dia memberi olesan mentega pada bagian jagung itu
__ADS_1
" Yang rapi dong sayang" Faris rasa ini tak akan beres jika Aulia yang melakukan nya
"Udah rapi ini, lihat tuh olesan mentega nya" Aulia memperlihatkan bagian jagung. Menurut Aulia si itu udah tapi tapi tidak dengan Faris
"Ini yang bagian tengah nya, enggak di olesin mentega" Gumam Faris menunjuk bagian jagung yang belum terlihat rapi
"Udah"
Setelah jagung selesai di berikan olesan mentega, ayah fauzan tinggal menaruh nya di atas alat khusus untuk membakar jagung dan di kipas kan agar cepat matang
Aulia ikut duduk di samping rumah nya, sambil menunggu jagung bakar matang. Aulia bercanda gurau dengan mama Rania
"Ma, aku mau belajar masak. Mama mau kan batu aku belajar masak" Mama Rania merasa tercengang atas ucapan anak nya.
"Ada hal apa? Ko pengen belajar masak si" Merasa tak percaya dengan ucapan Aulia
"Bukan gitu, aku cuma pengen belajar masak ma. Kan kalau aku masak nanti Faris makan masakan aku. Bukan delivery lagi" Pungkas Aulia. Aulia rasa ibu nya mau membantu Aulia untuk melakukan aktivas nya di dapur. Sama hal nya dengan ibu rumah tangga lain
"Besok kita belajar, maka nya bangun pagi-pagi. Mama enggak mau ngebangunin kamu. Apalagi ada Faris" Menjadi ibu mama Rania merasa senang karena sikap mandiri Aulia yang sudah terlihat tanpa di minta sedikit pun
"Iya ma, besok aku bangun pagi-pagi. Bantuin mama di dapur. " Bibir yang mengukir senyuman membuat mama Rania merasa senang karena bisa dekat kembali dengan anak semata wayang nya
"Jagung bakar udah matang" Seru Faris membawa nampan dan menghidang kan nya di depan mata Aulia
"Kayak nya enak ini" Aulia semakin tak sabar saat melihat jagung bakar
Meskipun jagung itu panas, Aulia tidak peduli dia menggigit nya sedikit demi sedikit
"Ih benar-benar enak ini" Memberikan coklat di bagian jagung itu
"Ada-ada aja, udah tau jagung bakar. Masih aja di kasih coklat" Cibir ayah fauzan melihat keanehan yang ada di diri anak nya
"Enak yah, serius ini enak banget. Lebih enak beli si" Aulia terkekeh kecil lalu menggigit jagung itu kembali.
__ADS_1
Moment seperti ini lah yang mama Rania suka, melihat anak dan menantu nya berada di lingkungan rumah. Akhir nya rindu itu terbayar dengan kedatangan anak dan menantu nya yang sudah menjadi obat penyembuh nya.