
Di pagi buta ini Aulia di sibukkan oleh status nya sebagai istri. Bagaimana bisa Aulia memasak di dapur .menyentuh kompor saja Aulia belum pernah melakukan nya.
Pagi hari ini Aulia harus melakukan nya sendiri tanpa ada bantuan orang lain. Sungguh kejam
"Sayang" Faris menghampiri istri nya yang sibuk memegang pisau dan talenan dapur nya. Entah apa yang Aulia lakukan sekarang membuat nya benar-benar bingung
"Apa" Sahut Aulia menoleh sekejap suami di belakang tubuh nya
"Kamu lagi ngapain si? Udah selesai bikin sarapan nya? " Tanya Faris di sela-sela aktivitas nya yang sibuk menciumi leher jenjang istri nya
Aulia menggeleng. Dia tidak bisa begini terus bisa-bisa nanti di remehkan oleh teman nya Faris. Ko bisa-bisa nya seorang CEO menikah dengan perempuan yang tak pandai dalam soal per dapuran
"Yaudah kalau emang belum bisa, enggak usah di paksa gitu" Ujar Faris menyuruh istri nya duduk di kursi yang tak jauh dari meja makan
"Terus nanti kamu sarapan nya sama apa? Cuma roti gitu" Merasa tak ada arti dalam hidup nya yang kurang pandai dalam ibu rumah tangga
"Kamu bisa nya apa? Lakukan apa yang kamu mampu" Imbuh Faris melirik istri nya sekilas
"Aku itu enggak bisa masak Faris, berapa kali aku ngomong sama kamu. Aku enggak bisa masak. Jangan kan masak. Aku nyentuh kompor aja enggak pernah" Merasa jengkel karena Faris terus menerus menyuruh nya untuk memasak semampu diri nya
"Serius kamu? Nyentuh kompor enggak pernah" Mata Faris membulat sempurna saat mendengar ucapan istri nya saat ini
"Aku serius, ngapain juga aku bohong. Aku kan udah pernah ngomong sama kamu. Kalau aku enggak bisa masak. Jangan paksa aku kayak gini dong" Aulia merasa tertekan dengan permintaan suami nya
Faris segera memeluk tubuh istri nya dan meminta maaf atas ucapan nya yang tidak enak jika Aulia dengar.
"Goreng telur bisa enggak"Gumam Faris di uraikan pelukan nya
" Bisa, "senyum Faris merekah saat mendengar nya. Untung saja bisa menggoreng telur jika tidak. Faris akan di repot kan oleh istri nya yang tak pandai masak
" Kamu sekrang goreng telur, aku ke kamar dulu. Nanti aku balik lagi ke sini"ujar Faris mencium puncak kepala Aulia lembut
Aulia masih mengingat nya di saat bagaimana cara menggoreng telur. Saat itu Aulia di ajarkan oleh ibu nya. Jika mengingat moment itu Aulia merindukan sosok ibu nya. Biasa nya sudah ada sarapan selepas bangun tidur. Namun hari ini berbeda Aulia harus bangun sendiri dan membuat makanan nya sendiri
Aulia meraba udara wajan nya. Aulia rasa minyak nya sudah cukup panas. Saat nya memecahkan telur itu
__ADS_1
"Aaaaaa panas" Teriak Aulia mengipaskan tangan nya ke udara
"Kenapa sayang? Ko teriak-teriak gitu" Faris menghampiri nya saat melihat sosok istri nya tengah menangis.
Tangan yang mulus itu sekarang terkena cipratan minyak. Pantas saja Aulia menangis.
Faris mematikan kompor nya lalu membawa Aulia ke dalam pelukan nya. Di tiup nya tangan Aulia yang terkena cipratan minyak panas.
Merasa bersalah atas permintaan nya? Tentu saja Faris benar-benar merasa bersalah. Andai saja Faris tidak menyuruh istri nya menggoreng telur kejadian nya pasti tidak akan seperti ini
Faris terus saja meniupi tangan Aulia yang terkena minyak. Tangan itu sekarang memerah. Untung saja Aulia memakai gelang jika tidak tangan nya akan terkena cipratan minyak lebih banyak
"Masih panas tangan nya" Gumam Faris di sela-sela kesibukan nya
"Sedikit" Ucap nya lirih
Ibu jari Faris mengusap air mata Aulia yang bergelombang di kelopak mata indah nya.
"Udah jangan nangis, ini wajar ko. Biasa nya kalau orang luka duluan itu. Dia udah bisa. Berarti sekarang kamu udah bisa di dapur" Faris menyandarkan kepala Aulia di dada bidang nya lalu menciumi pipi Aulia
"Kamu tunggu sini yak, biar aku yang masak untuk sarapan nya" Ujar Faris sebelum dia beranjak dari kursi itu. Faris kembali mencium wajah Aulia. Entah mengapa Faris sangat candu dengan wajah cantik istri nya yang membuat Faris semakin ketagihan
"Sarapan udah jadi" Seru Faris segera meletakan piring berisi omlet itu dan benar saja omlet itu matang dengan sempurna
"Yuk kita mandi, sebentar lagi jam enam loh" Ajak Faris menggendong tubuh istri nya dan mulai menaiki anak tangga satu persatu
"Gemas banget sama kamu, untung aku cinta sama kamu. Kalau enggak" Ucapan Faris terhenti
"Kalau enggak kenapa? Mau ceraikan aku gitu" Aulia memukul wajah Faris pelan agar tidak merasa tersakiti
"Nah itu, kalau enggak cinta langsung aku ceraikan. " Faris hanya tersenyum tipis. Senang sekali diri nya jika menggoda Aulia seperti itu
Tunggu! Mengapa Faris menurunkan nya di bathub apakah mereka akan mandi bersama? Oh tidak!. Jangan sampai Faris melakukan itu lagi pula Aulia tengah haid dan itu pun belum bersih semua nya
"Kamu mau ngapain" Aulia merasa gugup saat Faris ikut berendam ke dalam bathub
__ADS_1
"Kita mandi sayang, " Seru Faris melepaskan piyama yang melekat di tubuh sexy istri nya
Oh no! Piyama itu terlepas begitu saja. Aulia bingung dia harus bagaimana? Apakah Faris dapat melihat semua tubuh nya? Aulia rasa tidak. Karena mereka berada di dalam banyak busa
"Tangan kamu diam. Jangan gerak-gerak" Geram Aulia saat merasakan tangan Faris begitu aktif di dada nya
"Akhir nya bisa mandi bareng juga" Aulia merasa nyaman saat bersandar di dada bidang suami nya. Merasa tidak nyangka? Betul sekali. Kini Aulia satu bathub dengan Faris
.
.
Aulia sudah siap dengan pakaian kantor nya. Dia menggunakan celana dan kemeja kuning. Sungguh mempesona bagi Faris. Andai saja dia satu kantor. Faris tidak akan membiarkan kecantikan istri nya di lihat oleh banyak orang
"Sayang" Faris merasa susah jika harus memakai dasi nya sendiri
Aulia mengangguk paham, mengambil dasi yang berwarna hitam lalu melingkarkan nya di leher kerah kemeja Faris. Oh sungguh tampan suami nya ini, dengan kemeja navy dan simpulan dasi yang rapi
"15 menit lagi. Aku masuk kantor" Gara-gara Faris. Aulia menjadi terlambat. Karena di dalam kamar mandi membutuhkan waktu yang cukup lama
"Udah tenang aja, nanti aku bilang sama bos kamu" Mencium pipi chubby itu bahkan menggigit nya
Kedua pasangan itu menaiki mobil. Faris sibuk menyetir sedangkan Aulia sibuk memakai maskara di dalam mobil nya
"Enggak usah genit-genit. Ingat kamu itu udah nikah" Ucap Faris saat mendapatkan istri nya sibuk mencatuk bulu mata nya
"Siapa yang genit sayang? Masa aku ke kantor buluk si! Kalau cemburu enggak usah berlebihan gitu deh" Saat Aulia memakai Eylener. Faris dengan sengaja memeluk siku Aulia. Dan hasil nya berantakan
"Hahaha.kan udah bilang sama kamu. Kalau ke kantor itu cukup maskara sama lipstik. Aku enggak suka yak bos kamu itu ngeliatin kamu. Enak aja." Faris mengulurkan selembar tissu dan Aulia langsung menghapus nya
"Gitu kan cantik, " Puji Faris dengan senyum penuh kemenangan
Faris menghentikan mobil nya saat sampai di PT xuang xiang. Aulia segera mencium tangan punggung Faris sebelum diri nya keluar dari mobil
"Tunggu sayang" Faris segera membuka pintu mobil nya dan mengantarkan ke depan pintu kantor. Sebelum mereka berpisah jarak. Faris mencium wajah dan dahi Aulia. Tidak memperdulikan dia ada di mana? Aulia istri sah nya juga kan
__ADS_1
"Nanti whatsapp aku, kalau mau pulang" Ucap Faris di sela-sela pelukan nya. Kepala Aulia mendongkak. Bibir nya tersenyum
Dengan sangat terpaksa Faris harus melepaskan pelukan nya dan memastikan istri nya masuk ke dalam kantor tanpa ada yang menggoda nya atau karyawan kantor yang berlawan jenis. Awas saja jika ada yang menggoda nya Faris pastikan akan membuat orang itu babak belur dengan tangan nya sendiri