
Faris memasuki rumah nya dengan gontai, bagaimana tidak gontai? Faris sama sekali tidak istirahat dari semalam dia bolak-balik ke rumah sakit untuk mengurus keperluan kakak nya selama di rumah sakit
"Sayang gimana keadaan bang Denis? " Tanya Aulia saat melihat kepulangan suami nya. Faris hanya mengedikkan bahu nya acuh. Tubuh nya kurang istirahat dan dia rasa tubuh nya terasa sakit
"Udah sadar, aku tidur dulu yang. Ngantuk dari semalam enggak tidur sama sekali" Langkah kaki yang gontai itu terus berjalan ke lantai atas agar bisa istirahat di kamar milik nya
"Mau makan dulu enggak? Dari semalam kamu enggak makan" Aulia membawa sepiring nasi untuk Faris lalu Aulia duduk di tepi king size
"Nanti aku makan, sekarang aku mau tidur dulu" Faris langsung memejamkan mata nya tak peduli dengan sinar matahari yang masuk ke celah jendela
Aulia mengangguk paham bahwa suami nya butuh waktu untuk istirahat, dia memutuskan untuk pergi ke lantai bawah dan melihat keponakan nya yang sedang mandi bersama asisten rumah tangga
"Azka udah selesai mandi nya" Tanya Aulia membawa handuk untuk membalut tubuh nya
"Udah aunty, " Lihatlah tubuh nya terlihat fresh dan harum aroma bayi,
Aulia membalut tubuh Azka dengan handuk lalu menggendong nya dan duduk di atas sofa
"Om aris udah pulang aunty" Kepala Azka menengadah ke lantai atas dan melihat setiap sisi lantai
"Udah, tapi Azka jangan ganggu om nya yak. Kasihan om lagi tidur" Sanggah Aulia saat memakaikan baju ke tubuh keponakan nya
"Iya aunty, Azka boleh kan ke kamar nya om" Pinta Azka mengedipkan mata nya sebelah
"Boleh, nanti aunty bawa makanan nya ke kamar. Azka jangan ganggu om sayang" Aulia melenggang ke dapur untuk mengambil makanan suami dan keponakan nya. Lalu Aulia melangkahkan kaki nya ke kamar
Di kamar Aulia melihat Azka yang duduk di dekat Faris dengan menonton televisi yang tengah menyiarkan acara kartun
"Azka ayo makan dulu sayang" Meletakkan salah satu piring di atas meja kebetulan meja tersebut dekat dengan tempat tidur nya
"Suapin aunty, Azka lagi nonton kartun" Kilah Azka segera mengunyah makan nya lembut
"Iya aunty suapin sayang" Imbuh Aulia. Saat seperti ini rasa nya Aulia menjadi seorang ibu. Menyuapi anak kecil makan dan melayani layak nya seorang ibu dan anak. Jadi semakin tak sabar Aulia ingin segera mempunyai momongan. Rasa nya akan lebih lengkap jika Aulia menjadi seorang ibu
Lama sudah Aulia menyuapi keponakan nya makan, di lihat Azka yang sudah terlelap padahal jam di dinding pukul 9 pagi namun anak itu malah kembali tidur
__ADS_1
"Azka ngantuk aunty"ungkap Azka mengucek kedua mata nya
" Mau tidur? "Mengusap kepala Azka lembut
" Nanti, sekarang Azka mau lihat kartun dulu"pungkas nya dan mengambil remote tekevisi lalu menggantikan channel nya pada channel kartun
"Aunty mau ke bawah dulu, nanti kalau Azka butuh sesuatu panggil aunty sayang" Sebelum Aulia meninggalkan nya, dia mencium kepala Azka dan membiarkan keponakan nya itu menonton kartun
Saat Aulia membuat susu, dia mendengar suara orang yang menekan tombol nya, karena Aulia tengah sibuk jadi yang membuka pintu asisten rumah tangga nya,
Bi inah menghampiri Aulia dan memberitahu kan bahwa di depan ada orang yang mencari suami nya
"Neng itu di depan ada yang nyariin mas Faris
" Siapa"Gumam Aulia heran. Pasal nya teman-teman Faris belum ada yang pernah datang ke rumah asli Bandung
"Bibi teh enggak tau atu neng, coba sok neng lihat aja ke depan. Setau bibi ya neng belum ada temen nya mas Faris datang ke Bandung" Bi inah sudah lama menjadi asisten di rumah nya. Semenjak Faris menginjak usia 15 tahun dan sekarang Faris berusia 25 tahun
"Biar aku yang lihat bi" Sanggah Aulia segera ke pintu depan dan melihat orang yang di sebut asisten nya
Mata Aulia menangkap seorang perempuan, berambut coklat dan berkulit putih namun Aulia tidak mengenali nya sama sekali
"Faris nya ada" Ucap nya santai
"Ada perlu apa? Kalau ada sesuatu nanti saya sampaikan kepada suami saya" Pungkas Aulia, dia sengaja tidak langsung menyuruh perempuan itu untuk masuk ke dalam rumah nya. Karena perintah Faris yang seperti itu
"Saya mau ketemu sama Faris" Ucap nya dengan tekanan suara
"Silahkan duduk, saya panggilkan dulu orang nya" Perempuan berambut coklat itu duduk di teras rumah.
Aulia menaiki anak tangga nya satu persatu, saat membuka pintu kamar. Faris masih terlelap di atas bantal. Wajah yang polos seperti bayi
"Ris" Dengan sangat pelan Aulia menggoyang kan lengan suami nya
"Hem" Bukan nya langsung bangun melainkan Faris mengubah posisi nya menjadi tengkurap
__ADS_1
"Ada orang yang nyariin kamu, PEREMPUAN" Ucap Aulia penuh penekanan
Faris yang mendengar suara Aulia, langsung beranjak meskipun mata nya masih terlihat mengantuk
"Siapa si? Ganggu aja! " Merasa terganggu karena sedang enak-enak nya tidur. Ada yang mengganggu
"Enggak tau" Aulia mengangkat bahu nya. Acuh. Seperti nya Aulia merasakan cemburu
"Ada yang cemburu ni yak, tenang aja aku enggak ada hubungan apa-apa ko" Memeluk Aulia dan membawa nya ke dalam dekapan nya lalu membingkai wajah Aulia dan mencium bibir nya
"Faris ada Azka" Ke dua mata Faris melotot sempurna saat adegan nya di lihat oleh anak kecil yang tak berdosa
"Lupa sayang" Faris hanya nyengir kuda. Merasa bersalah atas keponakan nya itu
"Enggak cemburu, udah sana temuin dulu. " Faris mengangguk dan menemui perempuan yang di maksud oleh Aulia
Faris yang mengenakan boxer dan kaos polos nya, merasa kaget atas kedatangan perempuan. Perempuan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan nya namun diam-diam dia mengagumi Faris bahkan sikap nya itu terbilang posesif
Perempuan itu bernama Nayla, saat di masa remaja nya Nayla diam-diam mengagumi Faris bahkan dia sering mendatangi rumah kedua orang tua Faris. Namun Nayla bukan tipikal seorang Faris
"Faris" Seru Nayla saat ingin memeluk tubuh kekar itu. Namun Faris segera mundur
"Apa-apaan si Nay? enggak enak tau ada istri gue" Kilah Faris. Faris memang tidak mengundang Nayla karena ada sesuatu yang membuat diri nya takut
"Faris, kamu ko nikah enggak ngundang aku? " Nayla merasa kecewa atas ucapan Faris
"Buat apa Nay?gue jalani resepsi nya di jakarta, jadi lo enggak usah dekat-dekat gue lagi" Faris duduk berjauhan agar tidak terjadi kesalah pahaman
"Kenapa si Ris?kamu kan udah ngomong sama aku, mau nikahin aku dan jadikan istri kamu" Nayla marah karena dulu dia pernah dekat dengan Faris bahkan keluarga nya pun sama
"Gue enggak ada maksud kasih harapan sama lo Nay, gue kan udah sering bilang. Kalau kita cuma partner kerja! Enggak lebih dari itu. Tapi apa? Lo yang anggap itu lebih. Lo juga bukan tipikal gue Nay"Faris memberikan klasifikasi agar Nayla mengerti
" Tapi setidak nya kamu enggak memberikan harapan sama aku"adu mulut terus saja terjadi
"Gue enggak kasih harapan sama lo Nay, tapi lo nya aja yang terlalu alay. Udah berapa kali gue bilang. Kalau gue cari istri idaman gue sekaligus ibu dari anak gue nanti. Ini soal perasaan Nay. Dan gue enggak mau sampai harus mengorbankan perasaan gue. Gue minta maaf sama lo atas sikap gue. Dan sekarang gue minta lo pergi dari rumah gue" Faris mempersilahkan Nayla untuk meninggalkan pekarangan rumah nya
__ADS_1
" Ok! Terimakasih atas harapan kamu sama aku Ris"Nayla langsung pergi dari rumah Faris
Faris mengusap wajah nya gusar, karena masa lalu nya. Faris terbelit masalah di saat masa lalu dengan partner kerja nya