
Malam ini Faris kembali pulang malam hingga larut, Aulia yang menyadari hal itu sudah terbiasa dengan pekerjaan suami nya yang menjadi seorang CEO.
Sambil menunggu kepulangan Faris, Aulia memilih menunggu nya di kamar karena tidak mungkin jika harus menunggu di lantai bawah
"Assalamu'alaikum" Ucap Faris langsung di sambut hangat oleh Aulia dengan segelas teh
"Ko baru pulang si? Pasti kerjaan nya banyak di kantor" Aulia sudah hapal dengan karier suami nya
"Enggak, tadi mobil ada masalah. Jadi mau enggak mau harus ke mechanic" Ungkap Faris langsung duduk si samping Aulia. Rasa lelah yang amat terasa untuk Faris
"Mau mandi dulu enggak? " Tanya Aulia. Mengusap rambut Faris yang sangat berantakan
"Nanti deh, ada makanan apa hari ini? " Faris merasa lapar dan memutuskan untuk langsung makan
"Aku tadi delivery nasi bakar, ada ayam suwir nya juga" Aulia langsung mengambil kan nasi ke dalam piring itu sesuai makanan yang ada di meja
"Enggak papa" Faris yang tadi nya lapar mengurung niat nya. Selera makan yang hilang begitu saja. Entah apa yang terjadi dengan Faris
Kaki yang gontai itu terus melangkah,menaiki anak tangga nya satu persatu. Aulia merasa bingung dengan sikap Faris namun Aulia tetap mengikuti Faris di belakang
"Sayang" Merasa terpanggil dengan embel-embel itu
"Apa" Mengusap rambut Aulia dan mencium nya lembut
"Manjain aku dong" Faris ber tengkurap di atas tubuh Aulia. Aulia sendiri terlonjak kaget atas perlakuan suami nya
Aulia mengangguk, dia paham betul arti 'manja' itu.
"Boleh sekarang? " Tanya Faris menumpu kedua siku
"Dengan senang hati" Aulia tersenyum tipis. Sudah seharus nya dia memberikan hak Faris karena tidak mungkin jika Aulia harus menolak nya
__ADS_1
"Pemanasan dulu " Ujar Faris membingkai wajah cantik istri nya lalu mencium setiap inci wajah itu dengan lembut tanpa ada paksaan sedikit pun
Pas banget cuaca di jakarta hujan deras. Dan Faris meminta hak nya sebagai suami.
"Pelan-pelan" Ucap Aulia lirih
Faris mengamati wajah cantik Aulia dan di cium kembali bibir itu dengan rakus
Aulia merebahkan tubuh nya di kingsize dengan tangan yang menopang kepala nya, berbeda dengan Faris dia memilih tidur telentang dan memejamkan mata nya
"Sayang" Panggil Faris melirik istri nya dengan ekor mata
"Hem" Sahut Aulia dengan deheman
"Boleh aku minta sekarang?" Tanya Faris ikut memiringkan tubuh nya berhadapan dengan istri cantik nya
"Dengan senang hati sayang" Balas Aulia tersenyum
Aulia membalas permainan yang di berikan suami nya itu
Aulia terbawa suasana dengan permainan panas yang di berikan suami nya, Aulia mengalungkan tangan nya pada leher suami nya dan kembali menyatukan bibir nya,
Faris menindih tubuh Aulia dengan sangat luar biasa Faris pun kembali menciumi wajah cantik istri nya dan menikmati nya tanpa kendala apa pun
Aulia membuka mulut nya karena lidah suami nya yang terus masuk menerobos rongga mulut nya membuat Aulia susah payah menghentikan nya, Faris kembali ******* bibir Aulia dan sesekali mengusap pipi Aulia
Faris semakin liar dia menciumi leher jenjang Aulia dan memberikan kecupan merah di sana, Aulia memekik ketika Faris memberikan kecupan merah di leher nya
Faris semakin liar menciumi bagian sensitif istri nya tangan nya ikut bergerak pada benda kenyal istri nya dan kembali mencium nya gemas
"Ergh" Aulia mengerang ketika suami nya melepaskan piyama dan underwear
__ADS_1
Faris tersenyum simpul dia menggenggam jari Aulia dan mengumpulkan senyum pada bibir masing masing
Aulia merasakan kepemilikan Faris yang sudah mengenai sensitif nya
Faris melepas pangutan bibir nya tangan nya menarik selimut putih itu untuk menutupi tubuh polos mereka
Faris kembali menyatukan bibir nya dengan Aulia dan menatap wajah Aulia
Faris kembali melorotkan underwear yang lia kenakan saat ini, bibir nya tak pernah lepas dari pagutan sang istri hingga lia merasa ketegangan yang di alami nya saat ini
Lia merasakan sesuatu yang di paksa untuk masuk ke dalam, sehingga membuat Aulia menggigit bibir sang suami dengan sangat keras sehingga Faris melepaskan tautan nya sementara
Tubuh Aulia bergemetar ketika sesuatu itu masuk ke dalam sana, lia mengalungkan tangan nya dan terdengar nafas yang tersenggal sehingga membuat lia kewalahan menuruti suami nya itu
Buliran demi buliran kini wajah kedua nya di penuhi keringat nya masing masing entah apa yang mereka lakukan sehingga membuat lia merasa senang dan mengulangi nya berkali kali
Aulia memekik di sudut mata terdapat bulir bulir bening yang jatuh seketika, Faris yang melihat hal itu mendiamkan nya sejenak dan menggenggam jemari Aulia dengan erat
Rasa perih yang di rasakan Aulia terus menyerang sensitif nya namun Aulia harus bisa menetralkan posisi nya
"Punya kamu benar benar sempit sayang" Tangan Faris mengusap bulir air mata Aulia
Faris memulai mencumbu Aulia dengan mesra mereka menyatukan cinta nya dengan lahir dan batin
Faris memulai semua nya tanpa Aulia duga saat menyatukan cinta mereka Aulia ingin rasa nya berteriak dengan suara yang keras saat Faris menyatukan cinta. Aulia harus menahan rasa perih yang luar biasa belum sampai Faris menembus lapisan selaput dinding keperawanan, Faris harus berusaha karena kepemilikan istri cantik nya masih terasa sempit
"Maaf sayang, karena ulah ku kamu harus nahan perih" Ibu jari Faris mengusap sudut air mata yang terdapat di sudut mata indah Aulia
"Udah kewajiban aku sebagai istri" Aulia menggenggam jemari Faris dengan erat lalu mencium punggung tangan nya.
Rasa perih yang membuat Aulia ingin menangis, namun jika Aulia menangis itu akan membuat Faris semakin bersalah. Aulia hanya diam dan menatap langit-langit kamar nya untuk menyalurkan rasa nyeri di bagian organ nya
__ADS_1