
Begitu sampai di rumah ibu mertua nya, Aulia langsung masuk melangkahkan kaki nya dan mengikuti Faris dari belakang. Baru kali ini Aulia bisa berkunjung ke rumah orang tua yang ada di daerah bandung. Merasa senang karena bisa berkumpul, namun semua nya tidak seperti ada yang di pikiran Aulia. Mereka hanya bertiga di rumah itu dan kedua asisten di lantai bawah
"Tidur berdua berani enggak? " Tanya Faris saat menidurkan tubuh keponakan yang sudah lama terlelap
"Emang nya mau ke sana lagi, kan baru pulang" Aulia rasa dia tidak akan tidur jika hanya berdua dengan keponakan. Rasa takut mulai tak karuan di perasaan diri nya
"Iya, aku di suruh ke rumah sakit lagi sama mama. Kamu enggak papa kan tidur berdua" Ibu jari Faris mengusap punggung tangan Aulia. Memberi pengertian terhadap istri nya
"Yaudah enggak papa" Ucap Aulia Dengan sangat pasrah . Mau bagaimana lagi Aulia tidak tega jika menolak Faris pergi
"Baik-baik sayang di rumah, nanti kalau Azka nangis minta bantuan bibi aja" Ujar Faris. Mengganti jaket nya dengan sweter hangat karena seperti nya Faris akan menemani orang tua nya di rumah sakit
Aulia mengangguk, dia memilih untuk membasuh wajah nya dan mengganti piyama tidur. Saat nya Aulia berbaring di samping keponakan nya
Baru saja Aulia memejamkan mata, getaran smartphone mengganggu Aulia begitu saja, dengan cepat Aulia melihat dan membaca isi pesan itu
Mama
Assalamu'alaikum lia
Maaf mama ganggu🙏
Gimana kabar kakak nya Faris?
Aulia Iya ma, waalaikum salam Udah sadar tapi masih di ruang ICU
Mama
Syukurlah
Aulia Mama belum tidur?
Mama
Mama belum ngantuk
Kamu sendiri enggak tidur?
Aulia Aku enggak bisa tidur ma Faris balik lagi ke rumah sakit, Aku di rumah cuma berdua sama Azka
Mama
Mama temenin kamu dari sini lia, jangan takut mama selalu ada buat kamu
__ADS_1
Aulia Mama, makasih😘 Mama tidur sana, udah malam enggak baik mama tidur malam Nanti mama bisa sakit
Mama
Kan kata nya mau di temenin sama mama
Aulia Enggak usah ma
mama tidur aja takut nya mama sakit gara-gara begadang, Selamat tidur mama semoga mimpi indah, love you perempuan terhebat, perempuan segala-galanya buat aku dan ayah love you perempuan luar biasa
🖤
🖤
🖤
Mama
Meskipun cuma kata-kata tapi mama senang lia, selamat tidur juga untuk anak mama love you to more💖
Hari sudah semakin gelap, namun Aulia masih tak dapat tidur. Sudah berbagai cara dia lakukan namun hasil nya nihil. Aulia sama sekali tidak mengantuk bahkan mata nya yang sudah lelah itu sulit untuk di pejamkan
"Hiks hiks hiks" Azka terisak namun kedua mata nya terpejam
"Dady hiks hiks" Lagi-lagi Azka teringat akan sosok ayah nya. Sehingga terisak di saat dia terlelap
"Azka kenapa? Jangan nangis lagi sayang, ada aunty di sini. Azka enggak usah takut" Aulia mengangkat tubuh Azka yang sedikit berisi kebetulan usia Azka menginjak 4 tahun. Jadi terasa lebih berat jika dalam keadaan menggendong keponakan nya
"Hiks hiks mau ke dady hiks dady hiks" Azka memberontak di dalam gendongan Aulia. Aulia sendiri merasa kewalahan atas sikap Azka
"Besok kita jenguk dady lagi, sekarang Azka tidur dulu sama aunty" Dengan penuh kasih sayang Aulia mencium puncak kepala Azka
"Enggak mau! " Karena Azka terus menerus menangis, membuat Aulia bingung untuk membujuk nya, Aulia mengirimkan pesan kepada suami nya. Semoga Faris cepat membaca pesan Aulia
Bie
Sayang Azka nangis,di suruh tidur lagi enggak mau. pengen ke situ terus gimana dong?
Hanya pesan singkat yang Aulia kirim, semoga saja Faris cepat membaca nya dan kembali pulang ke rumah
"Dady hiks" Di sela tangis nya. Azka selalu menyebutkan nama ayah nya. Merasa kangen dengan sosok sang ayah
"Kita tunggu om nya dulu yak, nanti ke rumah sakit lagi jenguk dady. Azka jangan nangis dong. Nanti kalau dady nya lihat dady ikut sedih" Aulia meraih tissue dan mengusap air mata Azka yang bergelombang di pelupuk mata nya
__ADS_1
"Mau ke dady! " Teriak Azka dengan suara yang terdengar sangat lantang
"Iya sayang, tunggu om nya jemput dulu. Nanti baru kita lihat dady" Aulia Berusaha membujuk agar keponakan nya berhenti menangis. Bayangkan saja malam-malam Azka menangis itu adalah hal yang menakutkan bagi Aulia
"Ayo kita ke dady aunty, Azka mau lihat dady" Pungkas Azka dengan penuh permohonan
"Tunggu om nya dulu sayang, Azka tidur lagi yak di temenin aunty. Nanti kalau om udah pulang aunty langsung bangunin Azka" Akhir nya setelah sekian lama Aulia membujuk Azka luluh juga. Mata nya kembali terpejam walaupun ada isakan kecil di dalam tangisan nya
"Aduuh pengen pipis lagi" Umpat Aulia saat melihat tangan Azka memegang kuat kancing piyama Aulia
Dengan sangat pelan, Aulia melepaskan tangan keponakan nya agar tidak terbangun dan merasa terganggu
"Yaampun Azka, kuat banget si megang kancing nya" Jika Azka akan tidur dia selalu memegang kancing piyama. Itu sudah menjadi kebiasaan Azka sejak usia nya menginjak 2 tahun
Setelah melepaskan tangan keponakan nya, akhir nya Aulia bisa ke kamar mandi juga, rasa nya lega jika sudah buang air kecil. Saat Aulia memejamkan mata
"Kenapa" Gumam Faris duduk di samping ranjang hal tersebut membuat Aulia merasa kaget
"Bikin aku kaget aja" Menghela nafas nya kasar karena Aulia orang yang penakut. Maka dari itu dia meminta kamar yang di penuhi semua lampu agar tidak terlalu takut
Faris membuka sweeter nya, dia ikut berbaring di samping Aulia dan memeluk tubuh itu dengan sigap
"Tidur sayang, udah malam" Ucap Faris saat diri nya menguap karena merasakan kantuk yang luar biasa
Tidak lupa Aulia menarik bed cover motif nya lalu membalut ketiga orang itu, Aulia mengecup dahi Azka sebelum diri nya terlelap
Lagi-lagi suara smartphone mengganggu nya, kali ini smartphone Faris yang bergetar dengan cepat dia langsung melihat isi pesan nya
Papa
Faris ke rumah sakit sekarang!
Baru saja Faris memejamkan kedua mata nya namun dia harus segera kembali ke rumah sakit, membaca isi pesan yang di berikan tanda seru itu adalah perintah yang harus di jabankan saat ini juga
"Sayang aku harus ke rumah sakit lagi, kemungkinan besok pagi aku pulang" Memakai kembali sweeter nya agar tidak merasa kedinginan apalagi daerah bandung. Udara yang lembab
"Udah jam setengah dua, emang enggak bisa besok" Baru saja Aulia bermimpi dia sudah kembali bangun
"Enggak tau, di suruh papa ke rumah sakit" Faris meraih kunci mobil nya
"Hati-hati di jalan Ris" Faris tersenyum simpul, diri nya melenggang pergi untuk ke tempat tujuan
Aulia menakutkan hal sesuatu apalagi kondisi Faris yang terbilang kurang istirahat, dia harus rela bolak-balik ke rumah sakit untuk mengurus kepentingan kakak nya selama di rumah sakit.suasana sudah malam bahkan gelap gulita semoga saja tidak terjadi sesuatu dengan suami nya itu lah harapan Aulia saat ini
__ADS_1