
Di pagi hari ini, terlihat ke dua insan yang masih terlelap dengan selimut yang membalut di tubuh nya
Aulia merasa hangat dalam dekapan Faris, tangan kekar yang setia memeluk pinggang nya tanpa ada rasa lelah sedikit pun
"Hoam" Kedua mata Aulia terbuka sedikit demi sedikit. Dia langsung melihat wajah tampan Faris. Mengusap pipi Faris yang terlihat berisi semenjak satu bulan menikah
"Udah pagi" Faris merasa terganggu dengan aktivitas Aulia yang sibuk memperhatikan ketampanan nya
"Udah jam delapan " Seru Aulia. Membuat Faris terlonjak kaget akibat aktivitas nya semalam dia jadi bangun siang
"Morning kiss sayang" Pria ini bukan nya langsung bangun namun malah meminta hal yang aneh
"Mata nya tutup dulu" Perintah Aulia saat mendekat kan jarak wajah nya dengan Faris
"Kenapa harus di tutup? Kan semalam semngat banget olahraga malam nya" Mendengar hal itu pipi Aulia langsung merah merona. Merasa malu atas ucapan suami nya
"Fariiis! " Teriak Aulia di ikuti dengan cubitan maut untuk Faris sendiri
"Ampun sayang, yaampun punya istri galak banget si" Faris menggeliat tak jelas saat merasakan cubitan maut itu
"Maka nya, jangan ungkit-ungkit semalam. Mau di cubit lagi" Faris terkekeh saat melihat wajah Aulia yang blushing dengan cepat dia membawa tubuh Aulia ke dalam dekapan nya
"Empuk sayang" Kedua mata Aulia membulat sempurna
"Jangan mesum" Aulia menyembunyikan wajah nya di dada bidang Faris karena pasti pipi nya kembali blushing
"Mesum sama istri sendiri boleh dong" Ucap Faris dengan santai dan menggendong tubuh Aulia untuk melakukan ritual pagi nya
Faris sangat puas bisa menciumi wajah cantik Aulia, ******* bibir nya sekilas dan melakukan kissmark di leher jenjang Aulia
"Bakal jadi candu ku " Tangan Faris bergerak aktif saat melakukan ritual mandi bersama
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Mereka sangat kompak mengenakan kaos berwarna navy, Faris hanya memakai celana selutut berwarna hitam sedangkan Aulia memakai celana pendek dengan balutan blazzer karena pagi ini mereka akan pergi ke suatu pantai dengan para karyawan,
Penampilan Faris dan Aulia membuat karyawan nya memandang takjub dengan kekompakan keluarga kecil bos nya ini
"Udah siap semua? " Tanya Faris menyelempangkan tas kecil
"Udah ris, lo mau di depan atau mau di mana? " Tanya Ari saat duduk di dalam bus yang sudah Faris booking
Faris berniat akan duduk di depan namun sekretaris nya ikut duduk di situ. Membuat mood Faris hancur akan sikap kepedulian Adhisty terhadap diri nya
"Di belakang Ari kayak nyaman deh" Gumam Aulia menunjuk bangku yang tak jauh dari pintu keluar
Faris menurut, dia duduk di belakang Ari. Akhir nya PT Grand nusa tempat kerja Faris bisa refreshing dengan karyawan nya
Saat nya mobil bus berjalan ke tempat tujuan yaitu pantai ancol, mereka akan melakukan aktivas di pantai itu. Apalagi Faris mengajak istri nya pasti akan terasa lebih seru dan asik
Menunggu tempat tujuan nya sampai, Aulia memilih memainkan smartphone baru nya. Smartphone yang Faris kasih di saat mereka tengah cekcok
•Flashback•
Malam itu Aulia tengah menonton televisi, Faris yang baru pulang kerja langsung memeluk nya dan membuat Aulia kaget
"Sayang, aku punya sesuatu untuk kamu" Bisik Faris tepat di telinga Aulia. Nafas nya yang membuat Aulia merasa geli akan jarak nya yang terlalu dekat
"Sesuatu apa? Pasti bakal ada mau nya kalau gini" Faris terkekeh kecil saat mendengar celotehan istri nya
"Tutup dulu mata nya" Faris semakin menggoda Aulia membuat Aulia semakin penasaran
"Apa sayang, ko pakai tutup mata si? Jangan aneh-aneh deh" Dengan rasa ragu. Aulia langsung menutup mata nya saat itu pula Faris mengeluarkan kotak terbungkus paperback
"Buka mata nya" Aulia kembali menurut. Dia langsung di buat kaget oleh kelakuan Faris
"Ini buat aku" Mata Aulia menitikkan air mata nya. Merasa terharu dengan suami nya. Pasal nya Aulia selalu membeli smartphone dengan uang hasil kerja nya sendiri. Itu memang permintaan Faris agar Aulia tau apa arti dalam 'perjuangan' namun karena kondisi Aulia yang sakit Faris tidak mungkin harus melihat istri nya kerja dan pulang malam
"Makasih" Aulia mencium pipi lembut Faris, dan bibir sexy Faris yang selalu menjadi sasaran nya
__ADS_1
"Jangan di banting lagi" Bibir nya tersenyum tipis saat mendengar ucapan Faris
"Hehehe, iya enggak bakal. Makasih sayang" Memeluk Faris erat karena bisa di belikan smartphone yang Aulia idam-idamkan selama ini
~Flashback end~
Smartphone Aulia kembali bergetar dan sangat ramai, pasti itu semua dari group gesrek karena penasaran akhir nya Aulia melihat notifikasi namun karena tidak ada jaringan Aulia dengan sangat terpaksa kembali memasukan smartphone nya
"Faris" Faris hanya berdehem karena sibuk memakan cemilan snack
"Makan aja terus sampai gendut" Cibir Aulia karena Faris menghiraukan ucapan nya
"Kenapa sayang? Perlu sesuatu" Gumam nya, dengan tangan melingkar di pinggang Aulia
"Enggak" Ucap Aulia langsung menyandarkan kepala nya pada dada bidang Faris
"Bentar lagi sampai ko, tenang aja" Tak butuh waktu lama untuk ke pantai ancol . Mobil bus yang mereka kendarai akhir nya sampai di parkiran
Faris keluar dari bus paling belakang, dia selalu merangkul pinggang Aulia
"Panas" Keluh Aulia merasakan sinar matahari menyengat
"Iya panas, kan pantai" Imbuh Faris santai
"Nyebelin banget si Ris, " Geram Aulia, rasa nya ingin sekali mencubit pinggang Faris namun mereka tengah berada di tempat umum membuat Aulia mengurung kan niat nya
Semua karyawan nya memilih untuk beraktivitas masing-masing. Berbeda dengan Faris sibuk memainkan game online di smartphone
"Ris lo main apa si? " Tanya Ari penasaran karena melihat sikap Faris yang jengkel
"PUBG, tinggal satu nyawa lagi Ri"balas Faris saat ingin memenangkan game tersebut. Karena game sudah menjadi obat badmood Faris
" Ko lo pakai orang nya Lia "merasa heran? Karena Faris memainkan game tersebut dengan orang mirip Aulia
" Biar seru lah Ri, udah berapa kali mati coba. Gue penasaran pengen matiin musuh sebanyak-banyak nya"Faris sangat nyaman saat berada di pangkuan Aulia dengan memainkan game yang sudah jadi candu
"Ih Faris, ko kamu pakai orang nya mirip aku si? Nanti kalau aku kena tembak gimana? Aku mati dong" Aulia merasa tidak Terima dengan kelakuan Faris yang seenak jidat
"Kena tembak sedikit"
"Nyebelin" Aulia di buat kesal karena orang di permainan itu adalah Aulia. Ingin mencubit pinggang Faris dengan sekuat tenaga yang dia punya. Biar tau rasa orang kayak Faris memang harus begitu. Karena jika tidak Faris tidak akan kapok
__ADS_1