
Hari ini adalah hari sabtu, kabar bahagia untuk semua karyawan kantor. karena di hari ini semua karyawan kerja setengah hari saja. Aulia yang merasa rindu dengan kedua orang tua nya mempunyai inisiatif sendiri. Dia akan menjenguk orang berharga nya yaitu ayah dan ibu yang berbeda kota
Sementara Faris waktu itu dia harus merevisi semua kerjaan nya. Dan seperti nya pria ini akan pulang larut malam. Berniat akan menghubungi istri nya namun smartphone dia lowbat. Faris pula lupa membawa charger
"Pak Faris perlu saya buatkan teh" Seorang sekretaris berdiri di hadapan Faris dan menawarkan minuman nya
"Enggak usah, nanti saya bisa buat sendiri" Ucap Faris datar. Dia tahu bahwa sekretaris nya itu bukan hanya menawarkan sekedar minuman. Bahkan Faris sendiri merasakan sifat sekretaris nya yang mengagumi Faris
"Atau pak Faris perlu makanan" Sekretaris yang bernama Adisti kembali menawarkan kebaikan nya
Faris yang di buat pusing oleh proposal itu. Seketika menatap ke arah sekretaris kerja nya
"Saya enggak perlu itu semua, lagi pula saya juga bisa beli sendiri. Enggak perlu minta di belikan orang lain" Ucap Faris tegas. Sekretaris nya itu benar-benar tak mengerti jika Faris bilang tidak ya tidak. Mengapa harus memaksa si
"Kalau gitu saya permisi keluar pak" Langkah kaki Adisti terhenti membuat bibir nya tersenyum manis
"So manis" Umpat Faris merasa geli jika sifat sekretaris nya seperti ini
"Tunggu, saya butuh bantuan kamu. Kamu bisa kan merevisi maping ini" mendengar hal itu Adisti langsung menyambar dan menghampiri pria itu memperhatikan maping yang Faris pegang saat ini
" Saya harus merevisi yang bagian mana pak? "Tanya Adisti memberanikan diri untuk menatap wajah pria saat ini. Pria yang di idamkan sejak dulu
" Nanti saya jelaskan, tapi enggak di ruangan saya. Kita pakai ruangan kerja kamu. Takut ada yang fitnah" ujar Faris membawa map-map yang akan di revisi semua. Sementara Adisti mengekori Faris di belakang
"Pak Faris, kenapa tidak minta di revisi ke karyawan aja pak" Adisti memilih duduk di samping Faris. Faris hanya terdiam mendengar celotehan yang menurut nya tambah pusing
"Mumpung saya lagi enggak ada kerjaan. Apa salah nya saya bantu karyawan" Adisti tersenyum mendengar ucapan pria yang dia kagum kan. Merasa beruntung orang yang dapat menikah dengan Faris
"Ko semua proposal ini salah? Kamu ngarahin sesuai kayak saya kan" Gumam Faris mendapatkan semua maping tidak bisa di revisi ulang. Faris terpaksa harus membuat maping itu dengan ketikan jari nya sendiri
"Saya kasih arahan sama mereka, sesuai ko dengan perintah pak Faris" Adisti ikut membuat maping itu kembali
Melihat jam dinding itu membuat Faris terlonjak kaget. Bagaimana bisa jam itu jam 8 malam. Teringat dengan istri nya. Pasti sekarang istri nya itu sedang gelisah karena Faris belum pulang juga
"Ada chager enggak si? " Tanya Faris di sela-sela kesibukan nya
"Enggak ada pak, pak Faris pakai handphone saya aja pak" Balas Adisti memberikan smartphone nya
"Enggak usah, lagian saya juga enggak ingat nomor istri saya" Mendengar ucapan soal istri nya membuat Adisti tersenyum paksa. Lagi-lagi Faris mengingat istri nya
__ADS_1
"Sampai jam berapa pak? Apa enggak sebaik nya di lanjut besok" Faris tersenyum simpul
"Besok hari weekend, emang nya mau yak besok kerja. Kalau kamu enggak mau lembur mending saya aja sendiri. Saya enggak maksa orang buat lembur" Adisti merasa tidak senang akibat ucapan nya
"Bukan seperti itu, maksud saya pak. Saya enggak masalah ko kalau lembur ini kan untuk perusahaan juga" Bibir Adisti yang di lipstik itu kembali tersenyum
Perut Faris terasa lapar. Dia bangkit dari kursi itu dan melenggang ke lobby melihat pedagang nasi goreng melintas di jalan raya dekat dengan kantor nya
"Dua porsi yak pak" Faris berdiri di samping pria paruh baya dan melihat racikan nasi goreng
Faris memesan nasi goreng itu untuk diri nya dan sekretaris karena tidak mungkin jika Faris memakan nya sendiri. Faris bukan tipikal orang seperti itu
"Makasih pak" Balas Faris saat mendapatkan dua porsi nasi goreng
Faris kembali masuk ke kantor nya dengan membawa 2 porsi makanan dari sterofom
"Nasi goreng hitung-hitung mengganjal perut" Di letakan nasi goreng itu di dekat tangan sekretaris nya
"Makasih pak" Balas Adisti tersenyum
Faris memilih mengunyah nasi goreng itu dari pada nasgor nya dingin. Mending Faris makan panas-panas akan terasa lebih lezat tentu nya
Adisti hanya melirik Faris sekilas saat mengunyah makanan nya. Sungguh cool bos nya itu
.
.
.
.
.
Aulia sibuk mondar mandir di balkon kamar nya. Dengan smartphone di arahkan ke telinga. Menelpon suami nya kembali berharap akan terhubung saat ini
"Kenapa enggak aktif si" Aulia sangat jengkel lagi-lagi pria yang di hubungi nya tidak aktif. Membuat Aulia semakin resah. Sudah larut malam tapi Faris tak kunjung pulang membuat Aulia uring-uringan tak jelas. Menakutkan hal sesuatu di luar akal pikiran sehat nya
"Faris angkat" Aulia menggigit bibir bawah nya. Tak tau dia harus bagaimana sekarang?
__ADS_1
.
.
.
"Udah malam, maping maping ini saya akan bawa pulang. Enggak mungkin juga kalau harus di selesaikan malam ini" Faris memasukan semua berkas maping ke dalam tas kerja nya dan proposal yang ikut salah
"Hati-hati pak di jalan nya" Faris mengangguk
"Saya duluan" Faris membunyikan klakson mobil nya. Karena Adisti membawa mobil
Kilometer mobil nya semakin melaju dengan kecepatan di luar maksimal. Faris ingin segera bertemu dengan istri nya saat ini. Faris sudah memastikan bahwa dirinya akan kena omelan Aulia. Semua gara-gara smartphone nya yang lowbat itu
"Kenapa baru pulang sekarang si ris?! Kamu lihat sekarang jam berapa! " Faris melirik jam di ruang tengah. Jam 11 malam. Faris pulang selarut itu? Hanya untuk membuat maping kantor
"Aku tau aku salah, handphone ku lowbat sayang. Maaf ya, Udah bikin kamu khawatir kayak gini" Faris ingin memeluk tubuh Aulia namun Aulia menghindar begitu saja
"Setidak nya, kamu telpon aku. Laptop kamu kan ada! Apa salah nya pakai laptop" Oh tidak Faris benar-benar bodoh. Dia tidak mempunyai pikiran ke sana
"Lupa, aku janji deh enggak bakal ulangi lagi" Aulia tersenyum kecut
"Basi dengar janji kamu, sekarang hari apa ris" Tanya Aulia dengan membisikan ucapan nya dengan suara yang di tekan
"Hari sab" Faris sudah janji kepada istri nya. Bahwa hari sabtu akan mengunjungi rumah orang tua Aulia yang ada di bogor. Pasti Aulia akan marah dan meluapkan emosi nya saat ini
" Berapa kali aku harus makan janji kamu ris, ini ke sekian kali nya kamu bohongi aku lagi. "Ucap Aulia lirih
" Maping kantor aku kena masalah lia, besok kita ke rumah mama yak. Aku janji sama kamu. Aku enggak bakal ingkar lagi"bujuk Faris saat melihat sikap istri nya tengah merajuk
"Jangan di sangkut pautkan sama kerjaan! Itu semua enggak ngaruh! mentang-mentang kamu bos nya! Jangan Seenak jidat . " Faris merasa kaget mendegar ucapan Aulia dengan suara tinggi.
"Aku ngasih tau kayak gini, supaya kamu ngertiin aku lia, aku capek kerja banting tulang cuma buat bahagiain kamu. Aku lakukan semua nya demi kamu! aku capek pulang kerja langsung cekcok sama kamu! " Faris yang berbicara biasa-biasa saja dia ikut meninggikan suara nya dan pergi begitu saja, Tanpa memperdukikan Aulia.
Faris memijat dahi nya, harus dengan cara apa membujuk nya. Memang ini semua salah Faris yang menjanjikan istri nya mengunjungi rumah orang tua Aulia. Sudahlah Faris tidak mempedulikan istri nya. Dia memilih untuk ke kamar dan beristirahat tanpa mengganti pakaian sedetik pun
Aulia yang melihat nya merasa bersalah tidak seharus nya dia bertengkar dengan Faris .
Faris membaringkan tubuh nya di atas king size. Dia tidak memperdulikan diri nya belum mandi.
__ADS_1
Kedua mata yang di pejamkan langsung dan tidak memikirkan kondisi rumah tangga nya. Faris hanya ingin beristirahat.diri nya capek pulang kerja langsung bertengkar dengan Aulia itu bukan kemauan diri nya.
Aulia hendak meminta maaf namun dia sendiri tidak mau mengganggu waktu istirahat Faris, dan Membiarkan Faris beristirahat di kamar nya.