
Fitri dan Denis masih setia mendengarkan *******-******* adik nya.suara yang semakin kuat itu membuat fitri bergidik ngeri
"Kalian ngapain " Fitri dan Denis tertangkap basah saat Faris membuka pintu
"Ki kita tadi mau manggil lo, tapi lo nya udah buka pintu duluan" Elak Denis mencari alasan agar masuk akal dan adik nya percaya dengan dustaan nya
"Serius lo? Bukan nya mau ngintip" Denis hanya tersenyum lalu mengajak istri nya segera pergi dari tempat muslihat itu
"Dasar udah ketangkap basah, tapi masih enggak mau ngaku juga" Faris hanya bisa menggelengkan kepala nya saat melihat Denis dan istri nya melenggang pergi dan Faris kembali masuk ke dalam kamar nya
"Kenapa si? " Tanya Aulia heran
"Di luar ada yang mau ngintip kita sayang" Aulia terkekeh mendengar penuturan Faris mereka pikir Aulia dan Faris melalukan first night gitu
"Udah yuk tidur" Ajak Faris segera masuk ke dalam selimut putih dan melingkarkan tangan nya di pinggang Aulia dengan erat
"Kasihan, yang mau first night enggak jadi" Mengingat Aulia yang tengah mendapatkan tamu bulanan . Faris harus terpaksa mengubur hal yang di ingin kan nya
"Berhubung kamu lagi datang bulan, honeymoon nanti aja yak setelah kamu selesai" Ujar Faris membuka mata nya kembali dan memainkan telunjuk di lengan Aulia
"Iya terserah kamu, aku si ikut aja yak. Kebetulan di kantor juga sekarang lagi banyak pekerjaan" Memang Aulia bekerja di sebuah perusahaan yang hanya karyawan biasa dan berbeda dengan Faris yang menjalin sebagai CEO
"Enggak mau risegn gitu dari kantor sayang? Kamu kan udah nikah" Gumam Faris menginginkan Aulia hanya mengurus diri nya tanpa memikirkan suatu macam
"Nanti aku pikir-pikir dulu, lagian yak kalau aku risegn dari kantor. Aku di rumah ngapain " Aulia memang sudah bekerja semenjak masa remaja nya dan dia sendiri tidak bisa melepaskan pekerjaan nya begitu saja. Apalagi sampai Aulia risegn
"Duduk manis di rumah, tunggu suami pulang kerja. " Bibir Aulia mengerucut hal itu membuat bibir Faris tersenyum
"Enggak mau, aku dapetin pekerjaan itu susah loh! Masa mau risegn gitu aja. Lagi pula aku juga bisa urus kamu sambil kerja" Faris hanya pasrah seperti inilah sikap Aulia semenjak pacaran tidak pernah berubah selain keras kepala Aulia juga termasuk orang pekerja keras karena hal itu lah membuat Faris terpincut
"Kamu kerja di kantor aku aja gimana? Supaya aku enggak jauh-jauh dari istri aku ini" Faris mencium pipi chubby Aulia lembut
"Enggak mau!, kan bisa ketemu nanti di rumah. Pokok nya jangan paksa aku untuk risegn kerja. " Ucap Aulia penuh penekanan
"Kalau lagi marah gini, tambah sayang deh" Faris terkikik tangan nya memeluk pinggang Aulia dan menciumi setiap inci wajah Aulia
"Kamu si, masa nyuruh aku tiba-tiba risegn. Aku enggak mau lah" Ucap nya lirih membuat Faris merasa bersalah
__ADS_1
"Yaudah aku minta maaf yak, aku enggak bakal minta kamu risegn dari kantor. Cuma kamu harus tau waktu sekarang kamu itu udah bersuami dan mempunyai batas waktu" Mendengar penuturan Faris membuat Aulia kembali tersenyum
"Makasih sayang" Dengan pelukan yang Aulia beri, dia juga mencium dada bidang Faris
"Ini juga dong" Faris menunjuk bibir nya mengisyaratkan bahwa Aulia harus mencium nya sekarang juga
"Mesum! " Teriak Aulia menutup wajah nya dengan tangan
"Ko mesum si? Kan suami sendiri" Faris menuntun tubuh Aulia untuk bertengkurap di atas nya dengan cepat Faris langsung mencium bibir Aulia
"Meskipun first night nya gagal, tapi untuk ini enggak pernah gagal" Faris kembali mencium bibir Aulia, ******* nya pelan bahkan Aulia ikut merespon nya sendiri
Kedua mata nya saling terpejam menikmati sentuhan lembut di area wajah nya. Hidung mancung yang saling bersentuhan membuat Faris semakin tak sabar ingin menerkam istri nya detik ini juga
"Sayang" Panggil Aulia di sela-sela aktivitas malam nya
"Apa" Faris menghentikan nya sejenak lalu mata nya menatap wajah cantik Aulia
"Jangan sekarang" Aulia segera turun dari tubuh kekar Faris dan berbaring di samping nya
"Iya tenang aja ko, aku enggak bakal melampaui batas" Sedikit kecewa karena Faris tidak bisa merasakan malam pernikahan nya seperti orang lain. Namun dia harus bisa menahan nya
Kedua pasangan ini terlelap setelah mengajak ngobrol tanpa sadar salah satu dari mereka ada yang terlelap. Faris segera menarik selimut tebal nya untuk menutupi tubuh istri nya
Aulia sudah bangun sejak lima menit yang lalu, mata nya sibuk menatap wajah Faris yang terlelap. Suami nya ini memang ganteng jika sedang terlelap bahkan wajah nya polos seperti bayi
"Ngapain liatin aku" Mendengar suara itu, Aulia pura-pura melihat ke arah lain agar suami nya itu tidak merasa ge-er
"Enggak, siapa juga yang liatin kamu" Elak Aulia menatap langit-langit kamar hotel nya
"Udah ketangkap, enggak mau ngaku lagi" Faris membawa tubuh istri nya ke dalam pelukan nya. Merasakan hangat? Tentu saja Aulia merasa hangat selain itu juga Aulia merasa senang dan nyaman jika berada di pelukan seseorang apalagi seseorang itu adalah suami sah nya sendiri
"Tirusan ni pipi nya, jadi enggak enak kalau di cium" Mendengar hal itu Aulia tersenyum kecut bisa-bisa nya di katakan seperti itu
"Yaudah nanti aku gemukan lagi. Supaya kamu enggak kepincut perempuan di luar sana" Demi suami nya Aulia rela kembali gemukan
"Nah gitu dong, enggak usah diet . Kalau tirus gini pipi nya enggak empuk. " Faris menusuk nusukan jari telunjuk nya pada permukaan pipi Aulia yang mulus
__ADS_1
"Jadi kalau aku kurus gini, aku jelek gitu? " Aulia merasa tersindir oleh ucapan Faris
"Aku enggak ngomong gitu loh, gemukan dikit sayang. Masa istri CEO kurus gitu si? Nanti apa kata orang-orang? Mereka berpikir nya kamu enggak di kasih makan gitu" Tangan Faris membingkai wajah Aulia. Meskipun Aulia bangun tidur namun wajah nya selalu cantik dan fresh
"Tapi nanti kalau aku gendutan, atasan aku di kantor ngomong 'lia ko gendutan si'. Kamu tau kan di kantor itu harus kayak gimana" Aulia merasa bingung apakah dia melanjutkan diet nya atau memilih perkataan Faris sebagai suami nya. Itu lah yang Aulia rasakan sekarang
"Maka nya kalau aku ngomong itu di pikir-pikir dulu, kerja nya sama aku aja. Jadi bebas kan kamu mau gendut atau gimana pun " Faris sendiri merasa jengkel karena sifat istri nya yang sangat keras kepala ini
"Sayang, nanti kalau aku kerja sama kamu. Mereka tau aku istri kamu.pasti nanti mereka sungkan sama aku. Aku enggak mau" Aulia membenamkan kepala nya di atas bantal. Sekarang Aulia harus melakukan apa? Sebagai seorang istri pasti nya Aulia harus menurut sama suami tapi apakah Aulia bisa?
"Enggak usah kerja aja" Ucap Faris ringan
"No! " Aulia menggelengkan kepala nya
"Istri gue kenapa batu banget si, kalau di kasih tau" Umpat Faris di lubuk hati yang paling dalam
Aulia hanya diam tak menanggapi ucapan suami nya. Apakah dia harus risegn dari kantor? Aulia rasa itu tidak mungkin. Bagaimana jika Aulia harus berdiam di rumah? Oh tidak seorang Aulia tidak bisa berdiam diri di rumah. Apakah Aulia bisa melakukan nya? Itu lah pikiran Aulia sekarang
"Gimana? " Tanya Faris menaik kan sebelah alis nya
"Aku harus gimana? " Bukan nya menjawab pertanyaan Faris. Aulia justru malah berbalik tanya
"Apa keputusan kamu sekarang " Faris menopang kan tangan nya lalu menatap wajah Aulia yang nampak bingung
"Kata mama, harus nurut sama suami. Tapi gue enggak bisa diam di rumah" Aulia berbicara dalam hati nya sendiri
"Kalau aku enggak nurut sama suami dosa enggak si" Gumam Aulia pelan
"Dosa sayang, itu dosa besar. Apalagi sampai durhaka sama suami" Cicit Faris menunjukan wajah nya yang serius
"Mama aku harus gimana? " Tanya Aulia kepada hati nya sendiri
"Yaudah nanti di pikirin lagi yak, " Ujar Faris mengusap puncak kepala Aulia
"No! Sekarang aja sayang. Aku rencana nya aku mau risegn dari kantor kalau aku hamil" Ucap Aulia menunjukan senyum merekah.
"Gimana mau cepat hamil, first night aja harus tertunda" Lirih Faris pelan
__ADS_1
Aulia hanya tersenyum. Apakah ini salah nya sendiri? Emang nya dia bisa gitu mengatur tamu bulanan nya. Suami nya itu memang ada-ada saja. Kalau pun Aulia tau. Dia tidak akan meminta tamu bulanan nya datang di hari pernikahan nya.