
Selepas pulang kerja, Faris sibuk mengompres dahi istri nya yang tiba-tiba mendadak demam. Dia sendiri tak mengerti dengan kondisi istri nya. Pasal nya perempuan itu baik-baik saja bahkan saat Faris menjemput pun terlihat biasa-biasa saja.
"Sayang kecapekan yak" Gumam Faris meletakkan handuk kecil di atas dahi nya yang terasa panas
Perempuan itu hanya mengulet saat Faris mengompres nya. Mata Aulia yang terlihat sayu kembali terpejam dengan sendiri nya
"Temenin aku tidur" Rengek Aulia manja. Faris hanya tersenyum saat melihat sikap istri nya jika tengah sakit
Faris yang masih mengenakan kemeja tidak peduli. Dia ikut tidur di samping istri nya dan memeluk tubuh Aulia
"Ini kenapa? " Tanya Faris saat menyadari pipi Aulia terdapat bekas jari bahkan pipi itu sangat merah
"Tadi aku melakukan kesalahan di kantor" Meskipun rasa nya perih namun Aulia mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja
"Siapa yang udah berani nampar kamu! Enak aja dia nampar kamu! Emang nya kamu punya salah apa sama dia? Bisa-bisa nya pipi kamu jadi sasaran" Faris sangat murka. Berani sekali orang itu menampar pipi istri nya. Emang dia punya hubungan apa sama istri nya? Faris tak akan diam begitu saja. Jika istri nya terdapat luka
"Gara-gara meeting tadi, sekretaris bos aku salah paham. Dia pikir aku punya hubungan lebih sama pak willi tapi udah aku jelasin sama dia. Dia enggak percaya. Datang-datang langsung nampar aku" Jelas Aulia menceritakan kronologi kejadian nya dengan suara terdengar begitu serak
"Pasti sakit yak? Aku kompres pipi nya sekarang" Rahang Faris mengeras saat mendengar penjelasan istri nya. Awas saja, Faris bakal beri perhitungan sama sekretaris itu
"Cuma perih, besok pasti sembuh " Bibir yang selalu menjadi candu bagi Faris. kini tersenyum tipis
"Perut aku sakit, pasti setiap datang bulan. Perut aku sakit. Kalau kecapekan aku demam" Ucap Aulia lirih. Merasa bahwa diri nya sangat lemah
"Udah minum obat? " Ibu jari Faris mengusap bulir keringat istri nya
"Udah, tapi enggak ada respon apa pun. Aku rasa aku perempuan lemah. Sakit haid aja pasti demam. " Faris menyumpal bibir istri nya agar tidak berkata yang tidak-tidak
"Kamu itu enggak lemah, kamu perempuan kuat. Bukti nya sekarang kamu sakit tapi masih bisa nyubitin aku" Lagi-lagi Aulia tersenyum tipis
Perlahan Faris membuka kancing kemeja nya, setelah kancing itu terbuka. Faris melepaskan kemeja itu dari tubuh nya. Lihat lah dada bidang Faris membuat Aulia begitu excited memeluk nya
"Faris" Aulia kembali merengek seperti anak kecil
"Apa sayang, " Tangan kekar Faris mengusap lembut puncak kepala Aulia bahkan mencium nya
"Peluk" Mendengar permintaan Aulia. Faris langsung merengkuk tubuh istri nya dan masuk ke dalam bed cover motif. Sore-sore seperti ini membuat capek Faris hilang begitu saja. Saat istri nya bermanja
"Manja banget si" Faris mengusap wajah istri nya. Hal itu membuat Aulia mendengus sebal
"Jadi kamu enggak suka, kalau aku manja" Perempuan itu sekarang memasang wajah melas nya. Membuat Faris semakin tersenyum melihat sifat Aulia yang kekanak kanakan
__ADS_1
"Dengan senang hati sayang" Tiba-tiba Aulia mencium bibir sexy suami nya. Membuat Faris semakin ketagihan
"Aku capek mau tidur" Aulia menenggelamkan wajah nya di dada bidang Faris. Menghirup aroma gatsby yang dapat membuat Aulia senang
.
.
.
.
.
.
.
.
Faris sibuk mengancingkan baju koko nya. Kebetulan malam ini Faris akan menunaikan ibadah nya di mesjid secara berjama'ah. Sambil beradaptasi dengan suasana yang baru.
"Sayang aku ke mesjid dulu" Seru Faris menyelimuti kembali tubuh istri nya. Sedang kan Aulia hanya berdehem
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Pulang dari masjid Faris langsung ke lantai atas dan memastikan kondisi istri nya secara langsung. Faris mendapatkan kakak di ruang keluarga nya sibuk menonton televisi sambil menumpang ikut wifi
" lo ko ada di sini si" Celetuk Faris seakan-akan tak suka dengan kehadiran nya
"Lo kayak enggak suka gitu si, sama gue" Sungut Denis menatap mata nya malas
"Bukan gitu, maghrib itu enggak boleh nonton televisi. Jangan-jangan lo lagi datang tamu bang" Ucapan Faris memang tidak pernah benar. Selalu membuat pria berumur ini kesal bahkan emosi juga
"Lo kalau ngomong seenak jidat, gue laki-laki ris. Mana bisa gue pms" Faris terkikik setelah berhasil membuat pria itu jengkel
"Lihat bini lo sana" Mendengar ucapan Denis membuat Faris semakin khawatir
Langkah kaki nya tergesa-gesa untuk melihat kamar pribadi nya
Terlihat wajah Aulia begitu lemas. Bahkan Aulia hanya bisa berbaring miring karena rasa sakit di perut nya semakin tidak teratur
"Kenapa kak? Lia baik-baik aja kan" Bukan nya menjawab pertanyaan dari adik nya. Fitri tersenyum tipis saat melihat ke khawatiran Faris terhadap istri nya
"Enggak papa ris, dia lagi pms. Kak fitri kasih minuman kiranti tadi" Balas fitri mengusap bahu Faris
"Kak, kiranti enggak baik untuk kesehatan. Lagi pula kan udah ada obat dari dokter" Faris langsung membuang botol minuman itu ke luar kamar. Merasa kesal dengan perbuatan kakak ipar nya
"Kak fitri enggak tau ris, biasa nya kalau kak fitri sakit perut haid. Kak fitri sering minum kiranti" Merasa bersalah karena sudah menjadi orang yang sok tau
"Yaudah enggak papa kak, tapi lain kali istri gue jangan di kasih minuman kayak gitu lagi" Protes Faris
"Maka nya ris, kalau olahraga malam itu harus tau waktu. Jangan sampai kelewat balas. Lihat istri lo sekarang" Pria itu membuat jiwa Faris kumat.
"Apa lo bilang! Olahraga malam? Eh gue kasih tau sama lo bang, gue itu belum ngelakuin sama lia. Sok tau banget si lo jadi orang" Dengus Faris sebal. Denis adalah salah satu musuh Faris dan membuat kejiwaan Faris meledak emosi
"Ups, lo belum ngelakuin itu. Kasihan banget si adek gue" Pria yang di kasihani nya menatap mata nya sinis
"Terserah lo deh, gue capek debat sama lo" Faris tidak memperdulikan nya. Pria yang berstatus suami Aulia itu ikut merebahkan tubuh nya di atas king size
"Yaudah deh, gue balik dulu. Nanti kapan-kapan gue ke sini lagi" Faris yang sedari tadi memejamkan mata nya langsung terlonjak kaget
"Dari tadi kek"
"Wah lo jadi adek, benar-benar lak*at lo. " Faris hanya nyengir kuda. Tanpa ada rasa dosa di wajah nya
"Hati-hati lo, jangan kebut-kebutan. Ingat lo itu bukan joker pembalap" Ibu jari teracung ke atas. Menandakan dia mendengar ucapan adik lak*at nya. Meskipun mereka saling berantem jika bertemu. Tapi percayalah satu sama lain nya saling menyayangi
__ADS_1
Denis dan fitri melenggang pergi dan Faris pun ikut mengantar kan nya ke depan. Setelah itu Faris kembali ke kamar dan melihat kondisi istri nya.