Doing Missions With Boys (Menjerat Suami Amnesia)

Doing Missions With Boys (Menjerat Suami Amnesia)
Menggoda?


__ADS_3

'' Terimakasih untuk makan malam nya bu nur.'' Ucap Delisha dengan tulus.setelah makan malam dan berbincang sebentar dia harus pulang karena Rafael beberapa kali menguap karena mengantuk.


'' Sama-sama sering kesini ya.ajak El.ibu seneng kok bisa main sama anak ganteng ini'' bu nur membelai rambut Rafael dengan sayang.


'' Kalau begitu kami permisi ya bu.ayo baby kita pulang..!''pamit Delisha.dia mengajak Rafael.namun karengan serangan kantuk yang sangat berat membuat anak itu mengulurkan tangan nya.


'' Mom gendong!. El tidak mampu berjalan karena mata El sangat berat untuk di buka!''


Delisha dan Bu nur terkekeh lucu melihat tingkah Rafael yang memang beberapa kali menguap dengan Mata yang sudah terpejam.


Saat akan menggendong Rafael.Joko keluar dari rumah sudah dengan membawa sarung dan senter.karena malam ini tuga joko dan beberapa bapak-bapak yang lain untuk meronda.


'' Joko kamu mau jaga malam sama bapak-bapak yang lain kan?.tolong kamu sekalian antarkan Rafael dan nak Delisha ya kasihan sudah malam.''pinta bu nur.


'' Baik bu.''


Joko segera melihat ke arah Rafael.anak itu sudah memejamkan matanya sambil duduk.dia menghampiri Rafael dan Menggendong anak itu di posisi depan.Dia berjalan terlebih dulu dari pada Delisha.


Delisha tersenyum tipis saat melihat pemandangan haru itu.dia sekali lagi berpamitan kepada bu nur.dan segera menyusul joko yang melangkah lebih dulu.


Sepanjang jalan Delisha yang berjalan di belakang joko pun tersenyum lebar sambil menatap punggung kokoh joko.terlihat pula olehnya beberpa kali Joko mengusap kepala serta punggung Rafael saat anak itu bergumam dalam tidurnya.


Rafael memang akan bergumam saat tidur nya belum pulas sekali.

__ADS_1


Saat sampai di depan rumahnya.Delisha dengan segera membuka pintu rumah dan meminta joko untuk sekalian membaringkan Rafael di kamar.


''Dad.jangan tinggal kan El.''gumam anak ganteng itu sedikit merengek dengan mata yang masih terpejam.Joko mencoba memenagkan anak itu dalam tidurnya sambil membelai lembut rambut Rafael.


Delisha selalu tersenyum getir saat mendengar racauan sang anak dalam tidurnya.sama halnya seperti sang anak dia pun sangat dan amat merindukan sosok suami yang kini tengah membelai lembut kepala El.


Setelah dirasa Rafael sudah benar-benar terlelap.mereka akhirnya keluar dari kamar.


'' Kamu mau kopi?''


Delisha dengan segera ke dapur untuk membuatkan kopi.tanpa menunggu jawaban dari joko.


Setelah beberapa saat kopi yang di buat oleh Delisha sudah jadi.dia mberikan kopi tersebut kepada Joko.


'' Silahkan diminum!''ucap Delisha sambil tersenyum manis.


Sluruppp.


Joko seketika terdiam.namun delisha tersenyum melihat keterdiaman pria itu.


'' Bagaimana! Enak?''


'' Apakah kau meracik kopi ini sendiri?'' tanya joko.dan delisha mengangguk membenarkan.

__ADS_1


Dia memang meracik kopinya sendiri.kopi kesukaan suaminya.joko mungkin belum ingat tentang jati dirinya sendiri.namun melihat joko alias Pram yang selalu sangat menikmati kopi yang ia racik sendiri.sungguh membuat hati Delisha bahagia sekali.


Rasanya sangat enak!.ini rasa yang selalu ku cari.batin joko.


Beberapa kali joko meminum kopi saat jaga malam dengan bapak-bapak yang lain.tidak ada kopi yang terasa enak dilidahnya menurutnya.padahal menurut yang lain kopi itu rasanya sama.yang membedakan hanya gula saja.begitulah kata mereka.


Namun tidak seperti itu menurut joko.dan sekarang dia menemukan rasa kopi yang sangat sesuai menurutnya.


'' Terimakasih atas kopinya.''


'' Jika kamu suka dengan kopi buatan ku.sering lah mampir ke sini dan aku akan dengan senang hati membuatkan nya untuk mu.''


Delisha berdiri begitu pun dengan joko dia akan mengantarkan joko sampai depan pintu.namun tampa joko duga tiba-tiba Delisha membalikan tubunya sontak saja joko yang tidak sigap pun hampir menabrak tubuh Delisha yang berjalan di depan nya.Jarak keduanya sangat tipis.


Setipis Iman ku....hiks!


'' Sekali lagi terimakasih karena kamu sudah menggendong Rafael sampai ke kamar.''


Joko hanya mampu mengangguk.karena sekarang jarak tubuhnya dengan Delisha sangat dekat.joko merasakan ada percikan panas dari dalam dirinya saat berdekatam dengan delisha.apalagi kecupan yang delisha lakukan tadi di rumah bu nur.masih sangat membekas di pelupuk mata nya joko.


'' Kau seperi sengaja menggodaku!''Desis nya lirih.


'' kamu merasa seperti itu?''

__ADS_1


Sadar dan tidak sadar joko menatap lekat wajah ayu Delisha. wajah putih,alis hitam dan bola mata yang memancarkan perasaan entah apa saat joko menatapnya.di tambah bibir merah cherry Delisha.


Sampai jumpa lagi...


__ADS_2