
Sudah seminggu ini Lisa tidak bertemu dengan Paijo,lebih tepatnya dia yang dengan sengaja menghindari Paijo karena kejadian malam saat Paijo mengantarnya pulang.
Saat ini Lisa tengah berada di kamar nya,dia duduk ditengah kasur sambil menatap ponselnya yang menampilkan drama Korea yang sedang di tonton nya.
" Lisa,ayo keluar sebentar nak." Teriak ibunya Lisa sambil mengetuk pintu kamar Lisa.
" Iya Bu, sebentar." Teriak Lisa menyahuti ibunya
" Ih, ibu. padahal lagi seru-serunya nonton drama." dumel Lisa yang beranjak dari kasurnya lalu membuka pintu kamar.
" kenapa Bu?" tanya Lisa .
" Bantuin ibu yuk nak,bawa teh dan camilan untuk tamu." ajak ibunya Lisa.
" Loh ada tamu Bu?" tanya Lisa yang mengikuti ibunya ke dapur dan membantu sang ibu membawa nampan berisi teh.
Saat masuk ke ruang tamu tubuh Lisa seketika membeku dan mematung di tempat,karena melihat sosok Paijo yang seminggu ini ia hindari.
Untung nya ibu Lisa segera menyenggol anaknya agar tidak melamun dan segera menyajikan minuman untuk para tamu.
__ADS_1
" Lisa, sini duduk samping bapak." ucap bapak yang meminta Lisa duduk.
Lisa melihat ke arah ibunya sebentar dan sang ibu mengangguk agar Lisa mematuhi ayah nya.
" Silahkan bicara Jo,Lisa sudah di sini." ujar bapak begitu Lisa duduk dan disusul ibu duduk juga di sebelah Lisa.
Lisa yang menunduk seketika melihat ke arah Paijo yang terlihat rapi,lain dari biasanya. karena Paijo memotong rapi rambutnya dan memakai batik seperti akan pergi kondangan.
" Bismillah,jadi begini lisa. aku kemari membawa kedua orang tua ku, untuk menemaniku melamar mu." ucapan Paijo membuat Lisa terkejut.
Sontak saja Lisa melihat ke arah kedua orang tua Paijo. jujur Lisa tidak tahu jika sepasang suami isteri paruh baya itu adalah orang tuanya Paijo.
" Orang tua?"Tanya Lisa.
" Iya nak, kami adalah orang tua Paijo." ucap wanita paruh baya yang menjawab pertanyaan Lisa.
" Mungkin kamu bingung, jadi kami memang tinggal di luar kota. Saat kecil Paijo sangat betah tinggal di sini bersama almarhum kakek nya,jadi kami tidak bisa memaksanya untuk ikut kami."ucap Pria paruh baya yang terlihat sedikit lebih tua dari Bapak nya Lisa.
" Nak Lisa, putera kami ini sangat mencintai kamu. jadi kami sebagai orang tuanya datang ke sini ingin meminang mu untuk menjadi isterinya." ucap Bapak nya Paijo.
__ADS_1
Lisa menerjapkan matanya berulang-kali,dia memastikan bahwa apa yang didengarnya ini bukan mimpi dengan mencubit paha sang ibu.
Sontak saja ibunya Lisa memekik kesakitan abikat ulah Lisa.
" Lis, kamu kok nyubit ibu." Pekik sang ibu.
Lisa seketika menatap Paijo yang kini tengah tersenyum ke arah Lisa.
" Bu, Lisa sedang dilamar bu?" tanya Lisa sambil bengong menatap Paijo.
" Iya lah,kamu kan tadi dengar sendiri jika mereka kesini melamar mu ."
Seketika Lisa memekik dan ngibrut ke kamarnya membuat semua orang yang berada di sana keheranan namun tidak dengan Paijo. lelaki itu malah tertawa pelan saat melihat tingkah Lisa.
" Pak anak kita kenapa pak masa dia kesurupan?"tanya ibu dengan nada khawatir.
" Sudahlah Bu, anak kita itu nggak papa." ucap bapak santai.
" Nggak papa gimana sih pak,orang Lisa tadi histeris terus teriak dan lari ke kamarnya kayak gitu." protes ibu.
__ADS_1
" Tenang semua,Lisa nggak papa.palingan Lisa sekarang sedang mandi dan bersiap." ucap Paijo dengan meyakinkan Karen tadi Paijo memperhatikan Lisa yang memang belum rapi seperti hari biasanya.