
Setelah acara lamaran yang mendadak itu,dan Alhamdulillah nya diterima .saat ini juga Paijo mengajak Lisa untuk membeli cincin pernikahan mereka.
Kedua nya harus ke kota karena tidak ada toko perhiasan di desa,untuk seserahan dan sebagainya sudah di urus oleh kedua orang tua Paijo .
Kedua orang tua Lisa juga sangat bersyukur akhirnya anak mereka mendapatkan pendamping hidup nya,yang akan menyayanginya dan mencintai anak gadis mereka sepenuh hati.
Sesampainya di toko perhiasan itu ternyata mereka berdua tidak menunggu lama,karena ketika Paijo berbicara. Para pelayan Disana langsung mengambilkan bingkisan yang berisi cincin pernikahan mereka.
" Loh,jadi kita nggak milih dulu?" Tanya Lisa.
Paijo tersenyum sambil menatap ke calon isterinya.
" Nggak Lis,aku sebenarnya sudah memesan cincin nikah kita dari jauh-jauh hari."
" Hah?, Itu artinya kamu?" Lisa tidak menyangka jika Paijo memang benar-benar serius dengan nya.
Paijo mengangguk membenarkan pertanyaan calon isterinya sebagai jawaban.
" Kalo aku Ndak terima lamaran kamu, berarti itu cincin nya buat perempuan lain?" Tanya Lisa dengan perasaan tidak menentu,jujur saja Lisa menjadi teringat saat ia dan Paijo menghadiri pesta pernikahan sepupu Paijo waktu itu.
__ADS_1
Sebelum menjawab pertanyaan calon isterinya,Paijo membawa Lisa ke sebuah taman.
Saat di taman itu Paijo juga membeli minum untuknya dan Lisa.
" Duduk dulu yuk." Ajak Paijo.
Lisa menatap enggan dengan perasaan yang tidak karuan karena banyak pertanyaan di hatinya, namun tetap menuruti Paijo yang memintanya duduk.
" Sekarang hanya ada kita berdua,dan kamu bisa leluasa bertanya dan aku akan menjawab semuanya."
" Semuanya?, Kamu jujur kan?" Terlihat jika ada keraguan dan rasa ingin tahu yang begitu besar di mata Lisa.
" Aku akan jujur." Ujar Paijo dengan yakin sambil menatap mata calon isterinya.
Paijo mengambil tangan Lisa dan menggenggamnya.
" Lihat aku Lis." Paijo mengapit dagu Lisa sehingga kini Lisa bersitatap dengan nya.
Paijo tersenyum.
__ADS_1
" Aku tidak pernah memiliki perasaan kepada perempuan lain selain kamu Lisa." Ucap Paijo dengan sungguh-sungguh.
" Bohong!" Lisa menyentak tangan Paijo.
" Para lelaki akan berbicara seperti itu,lalu lama kelamaan mereka akan tergoda oleh wanita baru kan."ucap Lisa getir. Dia rupanya masih mengingat tentang luka lama.
" Aku tidak seperti itu Lisa,aku tidak akan seperti mantan mu yang meninggalkan mu karena yang lain." ujar Paijo dengan tegas.
" Lis, perlu kau tahu bahwa kamu adalah salah satu alasan terbesarku menetap di kampung kita." ucapan Paijo seketika membuat Lisa memandang wajah Paijo dengan penuh tanya.
" Maksud mu apa Jo?"tanya Lisa penasaran.
" Lisa,aku tahu kamu menerima lamaran ku karena merasa tidak enak kepada kedua orang tua ku dan orang tua mu kan.tapi satu yang harus kamu tahu Lisa jika perasaan ku padamu sudah ada sejak kita masih sama-sama kecil."
" Saat pertama kali aku menginjakan kaki di kampung kita untuk menjenguk kakek ku. di situlah aku bertemu dengan seorang gadis kecil cantik. yang membuatku sangat terpesona oleh nya, dialah kamu Via Lisa Pratiwi."
" Jadi kamu telah mencintaiku dari lama?" tanya Lisa dengan mata yang berkaca-kaca.
Paijo tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
" Kenapa baru sekarang!" pekik Lisa dengan tangis yang sungguh pecah.
Jika dia tahu bahwa ada seorang lelaki yang sangat mencintainya dengan tulus dari dulu mungkin dia sudah berbahagia dan tidak perlu merasakan patah hati dulu untuk ke dua kalinya.