
Rafael,si anak tampan itu merasa sangat bahagia sekali saat mendapati Daddy tersayang nya sudah sadar.
Bahkan anak itu langsung memeluk sang Daddy dengan sangat erat,seolah takut kehilangan.
Delisha mendiri tiada henti mengucap syukur atas kesadaran suaminya,meskipun dia juga masih merasa bersalah karena dialah penyebab suaminya sampai tidak sadarkan diri.
" Baby,turun sebentar yuk.kasihan Daddy,dia kan baru saja sadar sayang."Delisha membujuk sang anak untuk lepas dari pelukan sang Daddy.
Suaminya baru saja siuman dan Delisha ingin suaminya dapat beristirahat dengan nyaman.oleh sebab itulah dia membujuk baby boy kesayangan mereka agar bersedia untuk membiarkan Daddy nya beristirahat.
" Biarkan saja,lagian aku tidak merasa terganggu dengan nya."ucap Pram dengan nada halus.
Pram membelai kepala sang anak dengan sayang,dia merindukan momen ini sangat merindukan baby boy jagoan nya.yang kadang manja atau pun menjadi rival nya.
Pram mengalihkan perhatian ke arah perempuan cantik yang telah mengisi hidup dan hatinya beberapa tahun terakhir,perempuan yang ia cintai.perempuan yang telah melahirkan buah hati mereka,dia lah Delisha malika.sang isteri tercinta.
Pram menatap lekat wajah sang isteri yang juga menatap nya dengan dalam.
__ADS_1
Seketika Pram tersenyum.dan Delisha terlihat terkejut melihat senyum sang suami. Delisha mengenali tatapan hangat dan senyuman itu,bergegas Delisha menghambur memeluk suaminya.
Matanya berkaca-kaca dan bibirnya kelu untuk sekedar berbicara.
Pram membalas pelukan isterinya,bahkan pria itu menciumi pucuk kepala isterinya bertubi-tubi.
Sungguh Delisha masih tidak percaya dengan ini,untuk memastikan nya lagi Delisha melonggar kan pelukan nya. dia menatap wajah suaminya dari dekat.
Perlahan tangan Delisha terangkat untuk membelai wajah sang suami.
" Sha..!" Pram menyebut panggilan sayang nya pada sang isteri.
Delisha tidak kuasa menahan air mata bahagia nya,akhirnya ingatan sang suami sudah kembali. dia merasa sangat bahagia dan tidak lupa pula mengucap syukur kepada Tuhan.
" Mommy,kenapa mom menangis?" Tanya Rafael.
Rupanya anak itu penasaran,sebab entah mengapa mommy nya tiba-tiba saja menangis .
__ADS_1
" Biasa boy, mommy mu sedang rindu Daddy." Ucap Pram dengan percaya diri nya dan sedikit bercanda agar sang anak tidak bertanya lebih jauh.
" Kalau mommy rindu sama Daddy,berarti mommy harus peluk Daddy lama-lama." Ucapan Rafael membuat Pram dan Delisha saling melihat satu sama lain dengan tatapan terkejut.
Dari mana anak mereka yang masih mereka anggap bayi itu bisa berkata demikian.
" Siapa yang bilang seperti itu padamu baby?" Tanya Delisha yang kini mengelus lembut pucuk kepala sang anak.
Dengan polosnya Rafael berkata.
" Om Ruli,waktu itu El melihat om Ruli berbicara sendiri tapi sambil lihat foto perempuan Daddy. waktu El bertanya om sedang apa,terus om Ruli jawab om sedang rindu pada seseorang El. jadi om mau lama-lama melepaskan rindu om."
Pram menepuk jidatnya,ternyata sang anak pun melihat tingkah Absurd Maruli anak Bu nur itu sangat tergila -gila pada karakter anime,bahkan menganggap karakter fiksi itu sebagai isterinya.
'' Lain kali jika om Ruli bertingkah aneh El segera pergi ya jangan dengarkan oke.''
'' oke Daddy."
__ADS_1
Daddy Pram menghembuskan nafas lega bukan maksudnya agar sang anak menjauhi Maruli, Pram hanya tidak ingin anak nya tergila-gila akan sesuatu sampai di anggap aneh terlebih itu karakter yang tidak nyata.