
Malam ini Rafael tidak berada dirumah.karena anak itu sejak sore pergi bersama kinan dan Erik .ada kemungkinan jika mereka akan menginap dikota karena mereka juga sekalian bertemu dengan orang tua Delisha dan mertuanya yang sangat merindukan Rafael cucu mereka.
Jadilah dirumah hanya ada Delisha dan juga suaminya.mereka berdua sebenarnya sangat canggung akan situasi saat ini.dimana Joko alias Pram yang masih hilang ingatan .merasa sangat grogi karena hanya berdua saja dengan isteri yang baru dinikahinya beberapa hari yang lalu.
''E-mm..kamu mau makan?''tanya Joko basa basi.
'' Hah?''Delisha terkejut.namun sedetik kemudian dia mengangguk karena memang dari siang dia hanya makan sedikit.dan sekarang sudah jam 10 malam dan Delisha merasa lapar.
'' Baiklah tunggu disini akan kubuatkan sesuatu untuk mu.''ucap joko kini dia pergi ke dapur dan memasakan sesuatu untuk isterinya.
Delisha penasaran dengan apa yang akan dibuat oleh suaminya saat delisha ikut bangkit dari duduk nya.dia dihentikan oleh sang suami dan disuruh untuk tetap duduk.
'' Hufff.baiklah tapi hati-hati didapur.''ucap Delisha.
'' Hem.''
__ADS_1
Joko berlalu kedapur dan berkutat disana.dia akan membuat makanan yang pernah diajarkan oleh bu nur padanya.menurut nya makanan itu adalah makanan terenak yang dia rasakan.jadilah dia meminta diajarkan kepada bu nur.bagaimana cara membuat nya.padahal makanan itu hanya makanan kampung. yaitu pepes jamur tiram dengan sedikit nasi.
Sambil menunggu. Delisha memilih untuk duduk di Ruang tamu sambil bermain ponsel.dia sesekali mengecek kabar anak nya.apakah menyusahkan Kinan dan Erik atau tidak.
Tiba-tiba Listrik di rumah Delisha padam.
Samar-samar Delisha merasakan bahkan mendengar seperti ada suara dari luar rumah nya.seperti ada suara orang berbisik-bisik.dan Delisha yang mempunyai insting yang tajam tentu merasakan nya.dia mendekat ke arah jendela dan mengintip sedikit dari sana dan Delisha melihat siluet bayangan dua orang yang sedang berjalan pelan di samping rumah nya.
terlihat dari langkah dan gerak geriknya dua orang itu seperti mengamati sekitar dan berjalan ke arah pintu belakang rumah Delisha.
Sontak Saja Delisha langsung berlari ke arah dapur karena disana ada Joko alias Pram sang suami.
Delisha terkejut saat ada yang memegang pundak nya namun mulutnya tidak bisa berteriak karena di bekap dengan tangan.
'' Suuuuttttt....ini aku.'' bisik joko.sontak saja Delisha menghela nafas Lega seketika.
__ADS_1
'' Jangan berisik ya...kita harus bisa menangkap mereka.''bisik joko dan Delisha pun mengangguk.
Joko membawa Delisha disisinya dan mereka mulai mengintip dari jendela belakang dan terlihat siluet hitam dari dua orang yang sedang berusaha membobol pintu belakang Delisha menggunakan sesuatu.
Delisha merasa panik'' Bagaimana ini mas.'' bisik Delisha.jujur dia merasa tidak tenang karena bagaimana pun yang akan mereka hadapi adalah dua orang juga.dan yang Delisha khawatirkan jika kedua maling itu akan melakukan sesuatu yang akan melukai suaminya.
'' Kamu tenang saja ya..'' bisik Joko berusaha menenangkan isterinya.lalu setelah itu joko bersiaga kembali dia akan menangkap maling yang sudah meresahkan para warga dalam beberapa tahun terakhir.
Ya..para warga sangat resah dalam beberapa tahun terakhir karena ulah maling itu.meskipun sudah diadakan ronda keliling tetap saja ada yang lolos dari pantauan mereka.dan barang-barang warga tetap berhasil dicuri.entah itu benda berharga ataupun benda remeh seperti baju atw sendal.
Delisha diam-diam membuka ponselnya.dia menghubungi nomor darurat.dimana itu adalah nomor pengawal yang sengaja ditempatkan Erik untuk menjaga majikan nya selama 24 jam tanpa disadari.
Kreeettt..
'' Woi pelan-pelan ngapa!'' bisik maling itu pada teman nya.
__ADS_1
'' Ini juga udah pelan bege..'' sahut teman nya.
Delisha dan Joko yang sedang bersembunyi di balik tembok pun semakin was-was.