Doing Missions With Boys (Menjerat Suami Amnesia)

Doing Missions With Boys (Menjerat Suami Amnesia)
Pernikahan


__ADS_3

Hari ini telah tiba,dimana hari pernikahan Paijo dengan Lisa dilaksanakan.


Konsep pernikahan mereka Simple,tidak mewah sama sekali sesuai permintaan Lisa.


Saat ini Lisa sedang berada di kamarnya tengah di make up, Lisa terlihat sangat cantik dengan kebaya putih dan makeup ala adat Jawa.


" Masyaallah anak ibu cantik sekali."


" Masyaallah menantu ibu cantik nya."


Puji kedua ibu Lisa saat baru masuk ke dalam kamar tempat Lisa di rias.


" Ibu bisa saja,Lisa jadi malu." Ujar Lisa sambil tersenyum malu.


" Paijo pasti sangat terpesona melihat kecantikan mu nak." Ucap ibu mertua Lisa.


Lisa tersenyum menanggapinya,sejujurnya dia merasa gugup karena sebentar lagi pasti acara akad nikah nya akan segera di mulai.


Terdengar dari luar kamar jika salah satu sepupu Lisa mengetuk kamar dan berkata jika acara akan segera di mulai.


" Ayo nak,acaranya akan di mulai." Ajak Ibu Lisa .


Lisa berjalan dengan di tuntun ibu dan ibu mertuanya dari kanan dan kiri,ketika memasuki tempat ijab Kabul semua mata tertuju pada Lisa.


Dan yang paling terpesona sampai tidak sadar jika Lisa sudah duduk yaitu Paijo , sang calon suami yang sebentar lagi akan sah menjadi suaminya.


" Mas." Bisik Lisa dengan sedikit mencubit paha Paijo.


Akhirnya Paijo tersadar dan berdehem,dia melihat sekelilingnya karena semua orang melihat ke arahnya dan tertawa karena kelakuan nya.

__ADS_1


" Sabar mas. bentar lagi kan sampean SAH, jadi memandanginya di tahan sebentar lagi." Ucap pak penghulu yang meledek Paijo.


Para tetangga yang menyaksikan pernikahan Paijo seketika tertawa karena ucapan bapak penghulu itu.


Paijo menggaruk tengkuknya sambil tersenyum malu karena ketahuan terpesona kepada calon isterinya.


Akhirnya acara ijab kabul pun segera dilaksanakan,dan pak wowon sendiri yang menikahkan putri tercinta nya. Ijab kabul itu dapat terucap dengan lancar dan sempurna oleh Paijo.


" Bagaimana para saksi?" Tanya bapak penghulu.


" SAH." Sahut para hadirin yang datang dengan sorak meriah.


Lisa tersenyum haru tidak kuasa menahan Ari matanya karena saat ini dia telah sah menjadi seorang isteri.


Terlihat Pak wowon pun meneteskan airmata begitu juga Bu Wiwin,kedua orang tua Lisa sangat merasa haru karena kali ini puteri semata wayang mereka telah menikah, dengan seorang lelaki yang benar-benar tulus mencintai anak mereka.


Saat acara di lanjutkan,dan tiba ke acara sungkeman, tangis Lisa dan kedua orang tuanya sangat pecah.


Sore hari pun tiba,setelah segala rangkaian acara adat telah dilakukan sekarang saat nya kedua mempelai itu beristirahat.


Seharusnya pesta pernikahan mereka dilakukan sampai malam,namun sesuai permintaan awal Lisa yang meminta tidak perlu ada pesta. Jadi acara pernikahan itu hanya sampai sore saja.


" Lis, kamu bener Ndak mau ngadain acara apa gitu, bapak ini kades loh,masa nggak ngundang orkes dangdut atau apa gitu." Ucap bapaknya Lisa saat mereka tengah duduk di ruang keluarga.


Disana ana kedua mertua Lisa,Paijo dan kedua orang tua Lisa juga.


" Terus kenapa kalo bapak kades,Lisa memang tidak pak,lagian jika kita ngundang orkes dangdut,Lisa khawatir akan ada keributan seperti yang sudah-sudah." Ucap Lisa


Tidak seperti di kota, di kampung masih rawan jika ada hajatan yang mengundang orkes dangdut pasti akan ada orang mabuk,dan membuat keributan. Entah alasan nya kakinya keinjak saat joget atau berebut menyawer biduan yang sedang menyanyi.

__ADS_1


" Jika kamu nggak mau ada pesta, bagaimana jika syukuran saja atas pernikahan kalian . seperti pengajian gitu." Usul ayah mertua Lisa.


" Dan mengundang anak-anak yatim." Sambung ibu mertua Lisa.


Lisa dan Paijo berpandangan dan Paijo menganggukkan kepala nya kepada Lisa.


" Boleh juga usulan ayah sama ibu." Ujar Lisa.


" Kalo menurut bapak sama ibu gimana?" Tanya Lisa sambil menatap kedua orang tua nya.


Pak wowon dan Bu Wiwin memandang satu sama lain lalu tersenyum dan mengangguk,kedua nya setuju. Lebih baik menggelar pengajian dan berbagi kepada warga yang kurang mampu, hitung-hitung sebagai amal mereka juga.


" Ibu sama bapak setuju." Ucap Bu Wiwin


" Nanti bapak akan undang kyai Khasan untuk hadir di acara nanti." Ujar bapak nya Lisa.


Semuanya setuju dan besok akan di gelar acara tasyakuran atas pernikahan Lisa dengan Paijo.


Setelah makan malam,kedua orang tua Paijo pamit untuk pulang ke rumah, dan Paijo serta Lisa di minta istirahat lebih awal oleh bapak dan ibu.


Sementara ibu dan bapak masih berbincang bersama para bapak-bapak dan ibu-ibu untuk acara syukuran besok.


Di dalam kamar Paijo sedang duduk di kasur menunggu isteri nya yang sedang berada di dalam kamar mandi. Tak lama Lisa keluar dari kamar mandi dengan baju tidur nya.


" Mas,kamu sedang apa?" Tanya Lisa pada suaminya yang kini sedang melamun melihat ponsel nya.


" Lis,tadi Maruli telfon aku.katanya ada ucapan selamat dari Joko dan isterinya untuk kita, bahkan mereka berdua memberikan kado pernikahan." Ucap Paijo.


" Serius?" Tanya Lisa dan Paijo mengangguk membenarkan.

__ADS_1


" Astaga,sebenarnya ucapan selamat dari mereka saja sudah cukup. Mengapa harus mengirimkan hadiah segala." Gumam Lisa .


Paijo memperhatikan raut wajah isterinya yang terlihat biasa saja ketika dia menyebut nama Joko tadi. Itu berarti isterinya sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada pria lain kan?.


__ADS_2