
Kini Pram dan Delisha beserta yang lain tengah menunggu mobil yang akan menjemput mereka pulang, tidak lama kemudian terlihat rombongan mobil mewah datang dan berhenti di depan rumah mereka.
" Astaga Erik kau ?" Pram langsung menatap tajam ke arah asisten nya.
Karena sebelumnya Pram menyuruh Erik untuk memesan satu mobil saja yang menjemput mereka dan ini malah satu rombongan yang datang udah gitu beserta para bodyguard nya juga.
" Entahlah tuan saya juga tidak tahu." jawab Erik yang menggaruk tengkuknya padahal tidak gatal. dia juga merasa bingung dengan kedatangan serombongan mobil mewah itu padahal jelas-jelas dia hanya memesan satu sesuai keinginan tuan nya.
Salah satu dari bodyguard itu berjalan menghampiri Pram dan menyampaikan sesuatu.
" Maaf tuan muda, kami adalah utusan Tuan papi dan Nyonya mami,kami di perintahkan untuk menjemput tuan muda,nyonya muda dan tuan kecil ." ucap sang bodyguard.
Pram menghela nafas nya,kedua orang tuanya ini jika merasa bahagia memang ada-ada saja tingkah nya.jujur Pram sebenarnya biasa saja namun mengingat mereka yang berada di desa, sudah pasti kedatangan mobil-mobil mewah akan menyita perhatian orang-orang desa.
Dan benar saja perkiraan Pram,dia dapat melihat dari jauh orang-orang perlahan mulai berkerumun dan penasaran akan kedatangan mobil mewah yang jumlahnya lebih dari 5 itu.
" sudahlah mas yang terpenting kita bisa segera pulang, baby ayo kita pulang." Delisha mengajak sang anak untuk segera masuk kedalam mobil.
" Mas, ayo sayang." Delisha juga memanggil suaminya.
__ADS_1
Akhirnya mereka sudah berada di dalam mobil dan perlahan iringan mobil mewah itu pun mulai berjalan meninggalkan rumah kecil yang di tempati Delisha untuk menjemput suaminya.
Setelah mobil yang membawa majikan nya pergi,Erik bersama Kinan juga akan masuk kedalam mobil namun keduanya terhenti ketika salah satu bodyguard memanggilnya.
" Tuan Erik mohon maaf anda tidak di izinkan pulang dulu sebelum menyelesaikan tugas dari tuan besar."
Erik hendak protes namun bodyguard yang lain menghampirinya dan berkata jika ada panggilan masuk dari tuan besar.
" Tuan Erik ,ada telfon dari Tuan besar." Ucap bodyguard itu dan memberikan ponselnya pada Erik.
" Iya tuan, hemm baiklah tuan."
" Dimana hadiah nya?"
" Hadiahnya sedang dalam perjalanan kemari tuan,jadi tuan besar meminta kita yang masih ada disini untuk menunggunya."
" Hmm,baiklah." Ujar Erik berkata dengan penuh wibawa dia juga memberitahu Kinan jika mereka mungkin akan telat untuk pulang.
Disisi lain nya,kabar kepergian Pram dengan Delisha telah sampai di telinga Lisa.Dia yang masih mempunyai sedikit rasa untuk lelaki itu sekarang tengah melamun di depan teras rumahnya.
__ADS_1
Dia sudah tidak berhak lagi atas lelaki itu.
Lisa yang tengah asik melamun tidak menyadari kedatangan Paijo yang telah duduk di samping nya.
" Lis.?" Paijo menyentuh pundak Lisa sehingga membuat perempuan itu tersadar dari lamunannya.
Benar saja Lisa merasa terkejut akan keberadaan Paijo yang berada di samping nya.
" K-kau sudah dari tadi di sini?" tanya Lisa .
" Iya Lis,kulihat kamu sangat asik melamun sampai tidak mendengar aku memanggilmu sedari tadi." Ujar Paijo dengan tersenyum.
" Lis kamu harus bisa mengikhlaskan dia,biarkan dia bahagia dengan pilihannya."
Lisa tertunduk matanya mulai berkaca-kaca.
" Aku juga sedang berusaha mengikhlaskan dia Jo,tapi aku masih butuh waktu."
Paijo menghela nafas lalu tersenyum lembut kearah wanita yang ia sukai sejak dulu.
__ADS_1