
Pagi ini Delisha,Pram beserta Kedua anak mereka akan melakukan perjalanan ke kampung dulu dimana tempat Pram ditolong.
Bodyguard mereka telah stand by di mobil masing-masing,untuk mengawal Tuan dan nyonya mereka.
Baik Delisha dan Pram sendiri,pergi ke kampung itu bukan tanpa sebab. Mereka berdua menerima kabar undangan dari Bu nur jika Maruli akan melangsungkan pernikahan.
Mendapatkan undangan itu tentunya Delisha dan Pram dengan senang hati untuk menghadirinya bahkan Rafael juga sangat tidak sabar ingin bertemu om nya yang akan segera menikah itu.
" Barang-barang nya sudah lengkap semua kan?" tanya Delisha pada pelayan nya.
" Sudah nyonya,semua sudah di taruh di mobil." jawab pelayan Delisha.
Pram dan Delisha memutuskan berangkat satu hari sebelum pernikahan Maruli di langsung kan.
Bukan apa,jarak dari rumah mereka ke kampung itu lumayan jauh dan mereka pun membawa anak-anak. Takutnya jika berangkat pas hari H saja, mereka tidak sempat menyiapkan segala keperluan mereka.karena akan repot dengan anak-anak.
" Hadiah nya sudah Di bawa mom?" tanya Daddy Pram yang sedang menggendong Baby Elena.
Vibes hot Daddy semakin melekat pada Pram saat Rafael juga muncul dan berdiri di samping Daddy nya.
" Sudah Dad. Kita tinggal berangkat saja." ucap Mommy Delisha.
Mereka Akhirnya bergegas masuk ke dalam mobil untuk segera berangkat menuju kampung,mumpung Hari masih pagi,agar mereka sampai di kampung itu tidak terlalu sore.
Berjam-jam sudah berlalu,kini Rombongan mobil Pram sudah tiba di kampung pada pukul 2 siang hari .
__ADS_1
Mobil mewah Pram berhenti di dekat rumah Bu nur yang sudah terpasang tenda untuk hajatan,disusul mobil para bodyguard Pram yang juga ikut berhenti.
Iringan mobil mewah itu menyita perhatian banyak warga,apalagi warga yang sedang membantu di rumah Bu nur tentu merasa sangat penasaran.
" Wah siapa tuh"
" capres kampanye kali"
" mungkin calon bupati."
" atau calon DPR."
Begitulah dugaan para warga,namun seketika para warga di buat histeris saat melihat sosok Pria tampan yang keluar dari mobil dengan menggendong seorang bayi.
" Akhhhh siapa tuh,artis ya."
" Ganteng banget."
Seru histeris dari para gadis-gadis desa.
Baik Maruli,Bu nur dan suaminya yang sedang di dalam rumah menjadi penasaran saat mendengar suara gaduh di depan.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk keluar dan melihat ada apa di luar.
Baru saja mereka keluar tiba-tiba.
__ADS_1
" Om Rulii!!!" Teriak Rafael yang baru keluar dari mobil sembari lari dan menghambur ke pelukan om nya.
" Astaga Rafael?" Sontak Maruli langsung menggendong Rafael dan menciumi pipi Rafael bertubi-tubi. Dia sangat merindukan Rafael yang sudah dia anggap sebagai keponakan nya sendiri.
Rafael tertawa kegelian,karena Om nya .
Delisha berjalan bersama Pram menghampiri Bu nur dan suami.
" Apa kabar Bu?" sapa Delisha.
" Baik nak." balas Bu nur dengan tersenyum haru.
Baik Delisha dan Pram mereka berdua sama-sama menyalami dan memeluk Bu nur secara bergantian. baik Delisha dan Pram mereka berdua sudah menganggap bu nur sekeluarga sebagai keluarga mereka sendiri.
" Anak cantik ini namanya siapa?" tanya Bu nur ketika melihat Elena yang sangat anteng di gendongan Pram.
" Namanya Elena Bu." Jawab Pram sambil tersenyum . dia melihat jika bayi perempuan nya terlihat sangat senang dan tidak rewel sama sekali ketika bertemu banyak orang.
" El, salam dulu kepada kakek dan nenek." Ucap Delisha pada sang anak.
Rafael pun segera meminta turun dari gendongan Om ruli dan bergegas menghampiri Bu nur dan suaminya.
" Nenek,kakek." Rafael memeluk Bu nur dan suaminya sekaligus.
" El, kau sudah tambah tinggi dan tambah tampan nak." Ucap Bu nur sambil membelai lembut kepala Rafael.
__ADS_1
" Benar kata nenek, El sudah besar ya.bisa dong ikut bantuin kakek nangkep ikan lagi." Gurau suaminya Bu nur.
" Wah mau kek mau." Ujar Rafael dengan sangat antusias.