Doing Missions With Boys (Menjerat Suami Amnesia)

Doing Missions With Boys (Menjerat Suami Amnesia)
Pamit


__ADS_3

Semalam setelah berdiskusi bersama para asisten mereka akhirnya Pram dan Delisha telah siap untuk kembali ke rumah utama.


Namun sebelum benar-benar kembali dan meninggalkan kampung itu,mereka berdua memutuskan untuk mengunjungi rumah Bu nur dan mengucapkan rasa terimakasih atas kebaikan Bu nur sekeluarga.


Kini Delisha sedang membantu sang anak mengenakan baju nya.


" Sayang bisa tolong pakaikan baju untuk ku juga." Pram yang sudah selesai mandi menghampiri anak dan isterinya.


" Daddy kan sudah besar,tidak boleh merepotkan mommy!'' Kata Rafael dengan menatap sebal ke arah sang Daddy.


" Hei,kamu juga telah besar boy.mengapa masih meminta mommy untuk membantu mu memakai baju?" Debat Pram yang tidak ingin kalah dengan sang anak.


Selalu seperti itu,bapak dan anak itu kemarin nangis-nangis terus lengket banget. eh sekarang nya berantem lagi .


Haduhh.


Delisha seakan sudah jengah dan sangat hafal dengan perdebatan antara suami dan anaknya ini. jadi Delisha memutuskan untuk segera keluar dari kamar.


" Haduh kalian berdua ini,sudah ah mommy tidak ingin membantu Daddy dan El bersiap, mommy akan menunggu kalian di luar saja." Ujar Delisha sambil berjalan keluar dari kamar.


" Daddy sih!"


" El sih!"


Ujar mereka berdua kompak saling menyalahkan satu sama lain,namun beberapa saat kemudian mereka bergegas mengenakan pakaian dan keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah rapi dan tampan.


Diruang tamu sudah ada Erik dan Kinan mereka berdua tengah mengobrol bersama dengan Delisha.

__ADS_1


" Kalian sudah selesai?"tanya Delisha sambil tersenyum menatap suami dan anak tampan nya.


Keduanya kompak mengangguk bersamaan.


" Bos kau sudah siap untuk kembali?" Tanya Erik dengan tersenyum,dapat Pram tebak jika senyuman sang asisten mengandung banyak arti.


Sudah pasti asisten nya itu kerepotan mengurusi bisnis miliknya seorang diri.


" Nanti kau dan Kinan akan ku beri bonus 2 kali lipat."ucapan dari big boss mereka membuat Erik dan Kinan tersenyum lebar seketika.


" Terimakasih tuan." Ucap mereka bersama.


" Kalau begitu ayo segera kita pergi ke rumah Bu nur."Pram menggendong Rafael dengan satu tangan dan satu tangan nya lagi dia menggandeng tangan Delisha.


Keluarga kecil itu pergi bersama di ikuti oleh asisten ke duanya yang berjalan di belakang mereka sampai ke rumah Bu nur.


Pram yang kerap mereka panggil Joko, terlihat sangat rapi dan lebih tampan berkali-kali lipat dari biasanya.


Vibes hot Daddy sangat terlihat di diri Joko alias Pram. Yang tengah menggendong sang anak.


Baik Delisha dan yang lain nya bersikap ramah seperti biasa kepada para warga yang menyapa mereka.


Tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di rumah Bu nur.dan Erik yang mengetuk pintu rumah Bu nur.


" Kalian.." melihat kedatangan Delisha,Joko dan Rafael Bu nur menyuruh mereka semua untuk masuk ke dalam rumah.


Bu nur memanggil suami serta anaknya untuk menemani tamu,sedangkan Bu nur sendiri pergi ke dapur untuk menyiapkan teh serta camilan yang dia punya.

__ADS_1


Padahal baik Delisha dan Pram sudah berkata kepada Bu nur untuk tidak perlu menjamu mereka namun Bu nur tetap pada pendirian nya.


" Nih silakan di minum," Bu nur menyajikan teh hangat untuk para tamu.


" Wah Bu maafkan kami karena sudah datang pagi-pagi dan membuat ibu kerepotan seperti ini."ucap Delisha karena dia merasa tidak enak hati.


"Ibu tidak merasa repot kok nak." Ujar Bu nur.


Hening sejenak lalu mereka terlibat obrolan ringan dan sesekali terselip gurauan dari Maruli di perbincangan itu.


Pram menurunkan Rafael dari pangkuan nya,dia meminta sang isteri untuk mengambil alih sang anak sebentar.


" Bapak,ibu.saya ingin berkata sesuatu pada kalian.sebelumnya saya ingin mengucapkan rasa terimakasih atas kebaikan ibu dan bapak yang telah bersedia menolong bahkan menampung saya di rumah ini."


" Terimakasih banyak sudah menerima saya bahkan menganggap saya seperti keluarga kalian sendiri. Saya sangat merasa bersyukur dapat bertemu keluarga baik seperti kalian."


Pram berdiri dia menghampiri Bu nur dan suaminya. bahkan Pram tanpa ragu memeluk pasangan paruh baya itu.


" Nak,kami menganggap mu seperti anak kami sendiri."ucap suami Bu nur sambil menepuk pundak Pram.


" Benar yang dikatakan bapak nak."tambah Bu nur.


Pram tersenyum.


" Saya sudah mengingat semuanya pak,bu. Ingatan saya sudah kembali."


Apa yang Pram sampaikan membuat Bu nur dan suaminya terkejut saat mendengarnya. Namun mereka juga turut mengucap syukur ketika tahu ingatan Pram telah kembali.

__ADS_1


__ADS_2