
'' Pelan-pelan woi'' bisik teman nya.
'' Iya-iya.''
Kedua maling itu pun berjalan pelan sambil melihat situasi sekitar mereka berdua.dan mereka tidak meenyadari jika ada Delisha dan juga joko yang sedang bersembunyi.
Delisha semakin khawatir dan berdebar karena baru kali ini dia akan menyergap dan menangkap maling secara langsung.
Saat kedua maling itu.berhasil membobol pintu belakang dan masuk kedalam rumah.joko dan Delisha semakin waspada ditempatnya.
'' Ssstttt...bro lu yakin ini yang menpatin rumah ini janda?''
'' Ya bener lah....emang ngapa?''
'' bagus dong...kalo gitu gue mau nyolong baju Daleman nya aja.siapa tahu mahal-mahal dan bagus-bagus.''
pukk
Awsss.
'' Kok lu getok pala gue sih...!''Gerutu maling satu kepada teman nya.
'' Ya elu kayak kaga ada barang berharga aja.masa daleman sih wok!!!......lagian kita ini maling sepesialist barang-barang berharga.bukan barang berupa Beh*!.''
__ADS_1
'' Ya elah...iya ya.''
Kedua maling yang sedang asik beradu argumen itu pun tidak menyadari jika dibelakang mereka kini telah berdiri sosok joko.joko mengapit kedua leher maling itu dengan tangan nya.
keduanya memang memberontak namun kekuatan tenaga dari joko sangat besar sehingga mereka berdua tidak semudah itu lepas dari capitan lengan joko.
Delisha Dengan segera menyalakan lampu dapur dan disusul beberapa orang berpakaian bodyguard masuk kedalam dapur Delisha.
Joko dan kedua maling itu terkejut karena kedatangan Bodyguard yang entah dari mana datang nya.
Salah satu maling itu menggunakan taktik liciknya untuk keluar dari cekalan joko dengan menginjak kaki joko sehingga joko kehilangan pijakan nya.
beruntung para bodyguard delisha segera bertindak dan baku hantam pun terjadi dengan maling itu sehingga membuat dapur Delisha semakin tidak karruan.tidak butuh waktu banyak dua maling itu sudah berhasil diringkus oleh orang-orang Delisha.
'' Ya bawalah mereka!''.ucap Delisha pada anak buah nya.
Delisha bergegas menghampiri suaminya dan membantu Joko untuk duduk sebentar.
'' Orang -orang tadi siapa?'' tanya joko.
Delisha terdiam'' A--em...mereka orang-orang pekerja nya Erik...hehe..iya Erik.''
'' Ya sudah lah...lebih baik ayok kita bereskan kekacauan ini.untung saja masakan ku sudah jadi dan sudah ku aman kan.ayo kita bereskan ini semua menjadi seperti semula.''ajak joko.
__ADS_1
Delisha hanya manut saja printah suaminya.meskipun sebenarnya dia tidak usah capek-capek membersihkan kekacauan itu.
**
Hampir setengah jam berlalu dan mereka masih membenahi dapur.dan delisha merasa capek sendiri karena kelakuan sang suami yang diluar nalar menurut nya.
belum ada sejarahnya suaminya delisha menata dan mengurut kan panci dengan sangat detail dan rapih sekali.tapi sekarang suaminya delisha melakukan itu semua.
sunggguh delisha bingung harus bersyukur atau menangis melihat kelakuan suaminya.dan ya kelakuan ini baru ditemukan oleh delisha.ada kemungkinan kegemaran memyusun panci dan printilan nya ini karena joko alias Pram sering membantu bu nur di dapur.
Bahkan Joko alias Pram menjadi sangat hafal Detail dan corak panci yang bagus seperti apa.karena dia selalu diminta memilihkan panci berkualitas oleh bu nur.
'' mas kapan selesainya?'' tanya Delisha yang mulai merasa jenuh mengelap panci.
'' Sabar!'' ucap joko siangkat.dia kembali Fokus pada panci itu.
panci didapur rumah delisha memang tidak banyak namun karena keributan tadi panci yang belum semoat dipake pun ikut terjatuh.
'' Mas udah kinclong nih..!''ucap Delisha dia mengangkat tingggi pan di tangan nya yang sudah dia lap berkali-kali.
'' Mana coba sini.''joko malah mendekat dan delisha tidak sengaja mengayunkan nya terlalu kuat ke arah Joko sehingga panci tersebut mentok kepala nya mas Joko.
Pangg!
__ADS_1
Awss!...