
Mereka berdua berjalan bersama sampai di rumah yang ditempati oleh Delisha.tangis dari Rafael seludah berhenti.kini anak itu terlihat murung sekali.
'' Jadi kamu yang membeli rumah ini nak?''
'' Iya bu..saya mengucapkan terimakasih ya. ibu mau menolong saya.''
'' Tidak papa saya senang bisa membantu.dan lagi bisa kenalan dengan warga baru.''
'' Oh iya.nama saya Delisha bu..''ucap Delisha memperkenalkan dirinya.
'' Saya bu Nur.nak Delisha..terus anak ganteng ini siapa namanya?''tanya bu nur yang kini menatap ke arah Rafael .
'' Baby kau ditanya oleh nenek sayang..''tegur Delisha.Rafael yang sedari tadi menunduk mulai mengangkat wajahnya dia menatap ke arah bu nur yang sedang tersenyum ke arah nya.
'' Aku Rafael nenek..'' ucap Rafael pelan.
'' Rafael kenapa kok sedih sayang?''tanya bu nur dengan menatap Rafael lembut.
'' T-tadi ada uty galak nenek!.El takut sekali.'' Adu Rafael.
'' Ya sudah tidak papa.sekarang El jangan takut lagi.El mau tidak main ke rumah nenek.disana ada kolam ikan.nanti kita mancing ikan sepuasnya.el mau?''
Rafael belum menjawab.dia melihat kearah mommy nya dulu.terlihat Delisha tersenyum sambil menganggukan kepalanya.seketika senyuman terbit di bibir mungil Rafael.dengan semangat dia menjawab.
'' Mau nenek!''
'' Nak Del boleh?''tanya bu nur memastikan.
'' Boleh kok bu jika tidak membuat ibu repot.lagian saya juga harus membereskan pekerjaan di rumah kasihan jika El merasa bosan saya tidak bisa mengajaknya bermain.''
'' Wah saya nggak merasa direpotkan kok nak Del.justru saya senang bisa bermain dengan El. hitung-hitung mengobati rasa rindu saya kepada cucu saya sendiri.''ucap bu nur.
Delisha berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan sang anak.'' Bermainlah bersama nenek sebentar ya baby.nanti mom akan menyusul mu.ingat jangan nakal ya.''
'' Siap mom''Ucap Rafael dengan hormat.
'' Oh iya nak del.rumah ibu lurus ke sana terus ada belokan dikit.rumah yang pager nya warna pink ya.''tunjuk bu Nur pada rumah nya.
'' Oh.iya bu.''
__ADS_1
''Ayok cucu nenek..''Ajak bu nur pada Rafael.
''Bye mommy.''
'' Bye sayang.ingat jangan nakal ya.'' ucap Delisha sekali lagi.Delisha tersenyum melihat anaknya kembali bersemangat.Delisha bisa dapat percaya dengan bu nur karena sebelumnya dia menyelidiki bu nur sekeluarga.
Selain karena keluarga bu nur yang telah menolong dan menampung suaminya,Delisha memang dapat percaya karena bu nur sekeluarga memang benar-benar orang baik.seperti yang dilaporkan oleh orang suruhan Erik yang selalu memantau keluarga itu secara diam-diam.
..
Hampir tengah hari Joko dan Maruli sudah kembali ke rumah.mereka berdua tadi habis mengantarkan ikan pesanana pelanggan yang akan menggelar acara hajatan.
Saat baru masuk rumah mereka berdua mendengar suara gelak tawa bu nur bersama anak kecil.
'' Ada suara anak kecil Jok!''
'' Mungkin keponakan mu..''
Keduanya berjalan ke arah sumber suara.dan mereka melihat bu nur sedang menemani anak kecil yang tadi pagi bersama mereka.
'' Bu..!''Panggil Maruli.
'' Eh.kalian sudah pulang.kalian makan siang sana tadi ibu sudah masak untuk kalian.''
'' Joko kamu nggak makan nak?''
'' Nanti saja bu.''
Bu nur meninggalkan keduanya.dan Joko duduk disebelah Rafael.anak itu terlihat fokus sekali dengan gambar nya.bahkan tidak menyadari jika ada orang yang duduk disamping nya.
'' Kau menggambar apa?''
Rafael tersentak saat mendengar suara Daddy nya.dia mendongak dan langsung tersenyum menggemaskan.
'' Daddy.'' Pekik Rafael dengan senang.
'' Hei anak kecil aku bukan ayahmu!''
'' No. you are my Daddy!''Kekeh Rafael.
__ADS_1
Saat keduanya bersitenggang.bu nur menghampiri pasangan ayah dan anak itu bersama dengan seorang wanita.
'' Ekhem!''
'' Mommy!'' Pekik Rafael senang saat melihat Mommy nya datang.sedangkan joko dia terdiam namun matanya selalu tidak bisa berpaling dari sosok cantik itu.
Sadar joko dia itu janda!.tepi emang kenapa kalo janda?.selama dia tidak punya suami kan berarti sah-sah saja jika aku mengejarnya.pikir joko.
Apa yang ku fikirkan ini. belum tentu dia mau dengan ku yang tidak jelas asak usulnya ini.lagian aku ragu jika aku tidak memiliki pasangan sebelum hilang ingatan.sebab cincin yang selalu tersemat dijari manisku seperti nya adalah cincin pernikahan.karena didalam cincin itu ada ukiran nama Theo & Malikha.
Bingung.begitulah yang difikirkan joko.jika dia memaksakan untuk mengingat dia akan merasa kan sakit kepala yang sangat dahsyat.
'' Mom membawakan mu makan siang sayang ayok.''
'' No mom I just want to eat a sandwich.''pinta Rafael.anak itu memang seperti Daddy nya.dia akan menolak makanan berat untuk makan siang.
'' Mom tahu sayang.makanya mom sudah membawakan mu Sandwich.''ucap Delisha.dia membuka kotak bekal yang berisi dua potong sandwich full ham dan keju.
Kesukaan Daddy pram dan Rafael.
Joko yang melihat itu entah mengapa seketika perutnya merasa lapar.tentu saja lapar karena tanpa dia sadari itu kan memang menu kesukaan nya sebelum hilang ingatan. yang simple tapi enak.
'' Daddy mau.'' Rafael memberikan satu potong lagi untuk Daddy nya.dia sangat tahu jika Daddy nya tengah kelaparan.
'' Tahank you.''Seperti mendapat berlian besar.joko mulai melahap sandwich itu dan benar saja rasanya sangat enak dan cocok dengan lidah nya.
Delisha diam-diam tersenyum saat melihat suami dan anaknya yang sangat menikmati makan siang mereka.dia pun tidak henti berdoa dalam hati semoga suaminya kembali mengingat nya dan Rafael.
Sungguh aku rindu sekali padamu suamiku.ingin rasanya aku memelukmu sekarang juga.namun aku tahu tindakan ku yang tiba-tiba tentu akan membuatmu merasa tidak nyaman nanti nya.
'' El.kau selalu saja belepotan!.katanya sudah besar tapi makan saja masih tidak rapih nak.''Delisha mengeluarkan tisu dan mengusap saus tomat yang tertinggal di sudut bibir anaknya.
Rafael tertawa lucu dan melanjutkan makan nya.
Bu nur kembali menghampiri joko.'' Joko nanti tolong kamu ambil ikan lagi ya.Kita akan makan ikan bakar nanti malam bersama nak Delisha dan juga Rafael.''
'' Baik bu.''
'' Wah menangkap ikan!.El mau mengkap ikan nenek.mom boleh ya El ikut Daddy untuk menagkap ikan.'' ucap Rafael dengan antusias.
__ADS_1
'' Iya sayang boleh kok.''Ucap Delisha.saat mendengar permintaan nya diperbolehkan oleh mommy nya.Rafael langsung memeluk erat sang mommy dan memberikan banyak ciuman di pipi mommy nya.
Ibu dan anak itu tertawa dengan riang.dan itu tidak luput dari perhatian joko.dia merasakan rasa hangat dihatinya.rasa yang tidak asing karena seperti dia pernah merasakan rasa itu.