
Pernikahan Maruli berjalan dengan lancar , Maruli menikah dengan seorang wanita sederhana dari kampung sebelah.
Acara pernikahan,Maruli mengundang orkes dangdut untuk hiburan nya.
Kini para tamu undangan sedang bergantian mengantri untuk bersalaman kepada kedua mempelai yang sedang berdiri di pelaminan.
Termasuk Delisha dan Pram yang ikut mengantri sedangkan kedua anak mereka kini tengah di titipkan ke Kinan dan Erik yang semalam baru tiba di kampung.
Ketika sudah bersalaman dan memberikan hadiah kecil untuk Maruli dan isterinya, kini Delisha dan Pram tengah menikmati hidangan.
" Dad,acara pernikahan di sini unik ya." Kata Delisha.
" Unik gimana mom?" tanya Pram.
" Unik lah dad, Ngambil makan aja kita ngantri loh. Sungguh sesuatu yang unik. Terus ini, kita lagi makan kayak gini aja nggak ada meja, cuman kursi aja. Unik kan dad." Ucap Delisha.
" Iya ya mom,apa lagi pas ngambil makanan tadi, nasi,ayam kecap,bihun,terong balado,tumis acar, SOP ayam sama kerupuk. Meskipun sederhana dan tidak banyak menu nya tapi enak sekali rasanya."kata Pram.
" Iya apalagi udah ada air mineral gelas itu sama Pisang sebagai cuci mulutnya,beneran enak banget ya Dad." ucap Delisha.
Mereka berdua merasa sangat menikmati makanan di hajatan Maruli.
karena biasanya acara pernikahan yang mereka hadiri menu nya Bule semua.
Selesai makan, baik Delisha maupun Pram bingung harus menyimpan dimana Piring kotor mereka.
"Taruh aja di bawah kursi." ucap seseorang.
Delisha dan Pram melihat kearah seorang wanita yang sedang membawa dua piring di kedua tangan nya ,dan di belakanganya ada seorang laki-laki yang menggendong seorang anak perempuan.
Jika dilihat mungkin usia anak perempuan itu tidak beda jauh dari Elena.
" Loh, Lisa?" Ucap Delisha dan Pram bersama.
" Hai kalian, lama nggak ketemu." sapa Lisa dengan riang.
" Maaf, permisi ikut duduk " kata Lisa yang langsung duduk di kursi kosong dekat Delisha dan Peram.
Delisha sangat pangling karena sikap Lisa sangat ramah kepadanya.dan lagi lelaki yang duduk berhadapan dengan Lisa sambil memangku anak . seperti nya Delisha pernah melihat namun Lupa.
__ADS_1
" Paijo.Apa kabar?" sapa Pram.
" Aku baik Joko, eh siapa namanya..?" tanya Paijo takut salah sebut.
" Nama ku Pram, jika kau lebih nyaman memanggilku Joko juga nggak papa." kata Pram, pria itu setelah pernah mengalami amnesia kini menjadi pribadi yang lebih bersahabat dan tidak kaku.
Paijo tersenyum canggung, sejujurnya dia dan Pram tidak pernah berbincang akrab sama sekali, jadi Paijo merasa sangat kaku. namun kini dia merasa tidak ada salahnya jika berteman dengan Joko alias Pram.
" Mas kamu makan dulu nih, biar Cantik aku yang pegang." ucap Lisa pada suaminya untuk makan lebih dahulu sedangkan dia akan menjaga anak mereka.
" Nggak ah, kamu aja." tolak paijo. Dia mana tega jika harus makan duluan sedang kan sang isteri menjaga anak mereka sambil kelaparan.
" Oi, dia anak kalian?" tanya Delisha sambil menunjuk ke arah bayi perempuan cantik yang sedang asik mengoceh sambil memainkan *eces nya.
Lisa dan Paijo pun mengangguk.
" Sini biar sama aku,kalian berdua makan aja yang tenang." Delisha mengambil alih bayi perempuan cantik itu dari gendongan ayah nya.
" Tapi." Lisa merasa tidak enak karena merepotkan Delisha .apalagi Delisha adalah wanita yang pernah ia anggap perebut,padahal ternyata dirinyalah yang sudah kalah sedari awal.
" Sudahlah, kalian berdua makan dengan tenang saja. Anak kalian akan kami jaga." ucap Pram.
" Namanya siapa Lis?" tanya Delisha. Dia gemas sekali melihat bayi cantik yang sama seperti Elena.
" Cantika Del, usianya 12 bulan." Jawab Lisa.
" Wah, Cantika. Baby cantik, memang cantik seperti orang nya ya utu utu utu." Delisha mencium gemas pipi bulat Cantika
" Daddy look, dia lebih tembem dari pada Elena." Kata Delisha pada sang suami yang tengah menatap ke arah Delisha dan cantik.
"Iya ya mo, pipi nya Cantik lebih tembem dari Lena." ucap Pram membenarkan.
Tiba-tiba ada telepon masuk dari ponselnya dan tertulis nama Erik di sana. Pram meminta izin kepada sang isteri untuk mengangkat telepon karena Suara musik dangdut yang sedikit keras dia jadi harus melipir dulu.
Ketika selesai di kembali menghampiri isterinya.
" Mom, Elena menangis. Kita harus kembali." ucapnya pada sang isteri.
" Oke dad, tapi ini cantik gimana?. Tadi Lisa sama Paijo di ajak dangdutan sama pak kades." ucap Delisha bingung.
__ADS_1
" Astaga. Ya sudah kita bawa saja cantik. Nanti aku bilang ke Paijo kalo anaknya kita bawa dulu ke rumah." kata Pram.
Delisha yang menggendong Cantik segera beranjak untuk ke rumah karena bayi kecil nya sedang membutuhka nya. Sedangkan Pram menghampiri panggung dimana Paijo dan Lisa memang sedang berjoget sambil nyawer bersama pak kades dan warga yang lain.
Pram menepuk pundak Paijo dan berkata dengan keras jika anak Paijo di bawa oleh nya ke rumah,dan nanti jika sudah selesai Lisa dan Paijo bisa mengambil cantik di rumah.
" Oke, titip cantik dulu ya." ucap Paijo juga dengan keras. Karena musik dangdut nya sangat kencang.
Paijo percaya menitipkan anak nya sebentar kepada Pram dan Delisha karena dia tahu Pram dan Delisha adalah orang baik.
Setelah berbicara dengan Paijo, Pram bergegas pulang menyusul sang isteri. Sampai rumah dia melihat bodyguard nya berjaga di luar dan menyapa mereka .
" Mom bagaimana Elena?" tanya Pram khawatir akan keadaan puteri kecilnya.
" Oke kok Dad, cuma popoknya aja yang penuh.si Erik tuh nggak bisa ganti popok soalnya." cibir Delisha pada asisten sang suami yang tengah duduk mencibir sebal.
" Nyonya saya ini asisten bos, bukan babysitter." Ucap Erik.
" Bodo amat, buktinya Kinan bisa." Ketus Delisha.saat ini Delisha tengah menggendong anaknya yang saat ini mulai terlelap.
" Astaga jangan ribut. Mom, Cantika nya mana?"
" Di dalam kamar sedang bermain sama El dan Kinan ." ucap Delisha.
Pram memutuskan melihat putera nya, saat membuka pintu kamar dia di buat terkejut ketika melihat sang putera tengah di cium oleh Cantika.
" El!!"
" Daddy." teriak Rafael,dengan muka kesal yang sudah basah akibat liur Cantika.
Kinan sedari tadi tidak berhenti tertawa, melihat anak tuan nya yang di ciumi oleh seorang bayi perempuan berusia 12 bulan.
Apalagi Dengan Eces yang menempel di seluruh wajah.
Pram tidak kuasa menahan tawa nya lagi,dia tertawa terbahak-bahak. sampai membuat Erik dan Delisha mendelik penasaran.
" Daddy stop tertawa, singkirkan dia dari El." teriak Rafael marah.
Mendengar teriakan Rafael, Cantika tiba-tiba menangis kencang begitupun juga dengan Elena.
__ADS_1
Kedua bayi perempuan itu kompak menangis karena terkejut mendengar suara keras akibat teriakan Rafael, seketika Rafael panik dia bingung karena bayi perempuan di depan nya dan adiknya yang sedang di gendongan sang Mommy tiba-tiba saja menangis.