Doing Missions With Boys (Menjerat Suami Amnesia)

Doing Missions With Boys (Menjerat Suami Amnesia)
Liburan


__ADS_3

Pagi ini pelayan di keluarga Pram di sibuk kan oleh tuan mereka. karena Tuan dan nyonya mereka akan pergi berlibur, lebih tepatnya berbulan madu untuk yang ke dua kalinya.


" Mommy, aku ingin ikut.'' Rafael terus merengek sedari pagi setelah mengetahui jika Mommy serta Daddy nya akan pergi berlibur hanya berdua.


" Ouh, kesayangan mom. maaf nak tapi kata Daddy kamu tidak boleh ikut." ucap Delisha.


" But why?"


Anak ku tercinta mana mungkin mommy mengatakan jika mom dan Daddy akan berbulan madu,pasti kamu akan bertanya lagi bulan madu itu apa, lalu mom harus jawab Apa coba. batin Delisha meringis.


Saat Rafael masih merengek tiba-tiba Daddy Pram masuk ke dalam kamar.


"what is this, why is my child whining?"tanya Daddy Pram.


" Daddy, El juga ingin ikut liburan." rengek Rafael.


" Hei,anak Daddy tersayang dengar kan. sebenarnya Daddy ingin sekali mengajak El pergi juga untuk berlibur bersama mom dan dad. tapi, mommy dan Daddy sedang menjalan kan misi sayang." ucap Daddy Pram.

__ADS_1


" Misi apa lagi?" tanya Rafael.


Daddy Pram berbisik ke Rafael,lalu seketika Rafael mengangguk mengerti dan raut wajah anak itu tidak lagi merengek melainkan terlihat bersemangat sekali.


Delisha memicingkan matanya dengan penuh selidik menatap Suami dan anaknya itu.


" Ya sudah kalau begitu El tidak ingin ikut,El akan di rumah saja bermain bersama opa,Oma, kakek dan nenek."ucap Rafael dengan segera keluar dari kamar kedua orang tuanya.


Delisha semakin merasa heran ketika sang anak tidak lagi merengek seperti tadi, dia menatap penuh tanya pada sang suami.


Daddy Pram tersenyum nakal sambil mendekati Sang isteri,dia menari pinggang isterinya dan merapat kan ke tubuhnya.


Dia menatap lekat wajah cantik sang isteri tercinta.


" Misi membuat adik bayi untuk El." bisik Daddy Pram.


Mommy Delisha melotot lalu mendorong tubuh Daddy pram.

__ADS_1


" Apa?, Adik?"


" Iya adik,kenapa mom begitu terkejut. apakah mom tidak ingin memberikan El adik,padahal anak kita itu sangat bersemangat ketika aku mengatakan jika dia akan segera memiliki adik bayi." ujar Daddy Pram.


" Bukan begitu dad,tapi apakah tidak terlalu cepat jika kita punya anak lagi,padahal El masih berusia 5 tahun."


" Memang nya kenapa?, apa yang kau khawatirkan sebenarnya?" tanya Daddy Pram.


" Aku takut kasih sayang kita terbagi Antara El dan adiknya kelak,kau tahu sendiri kan jika El sangat manja pada kita semua,jika nanti dia belum mengerti lalu menganggap kehadiran adik bayi malah merebut semua perhatian darinya bagaimana?."Ujar Mommy Delisha mengutarakan kekhawatiran nya.


" Mom,anak kita itu pintar dan memiliki hati yang baik. aku sangat yakin dia akan menyayangi dan menjaga adiknya nanti. kamu tidak perlu khawatir kasih sayang kita akan terbagi, kita hanya perlu memberikan pengertian kepada El . Lagian anak kita itu sangat pintar dan menggemaskan jadi mana mungkin kita bisa mengabaikan nya begitu saja." ucap Daddy Pram dengan yakin.


Delisha sendiri membenarkan ucapan suaminya,memang benar anak mereka itu sangat pintar tampan dan menggemaskan mana mungkin keberadaan nya dapat teralihkan begitu saja.


" Sudah,sekarang lebih baik mommy bersiap-siap.Dua jam lagi kita akan berangkat."


" Baiklah." ucap Mommy Delisha .

__ADS_1


__ADS_2