
“Aku bilang tidak mau ya tidak mau, kenapa kau terus memaksa ku, apa kau pikir aku ini bawahan mu, yang bisa kau suruh suruh seenak jidat mu, aku ini adikmu!”Suara bentakan yang menggelegar menggema di ruangan tamu itu.
Kevin sudah sangat muak dengan paksaan yang di berikan oleh kakaknya itu.
“Ini demi kebaikan mu, jika kau masih tidak menikah dan benar benar menolak mentah permintaan kakakmu ini, maka langkahi dulu mayat ku! ”Ancam Pria misterius itu yang membuat kevin menghela nafarnya berat, dan menarik lagi nafasnya agar bisa berbicata panjang lebar.
Menyayangi orang pertama dalam keluarga yang ia punya, membuatnya tidak berani untuk menolak permintaan nya. Namun apa itu bisa di bilang permintaan, jika kakaknya sampai mengancam harus melangkahi mayatnya terlebih dahulu, menurut kevin itu tidak lebih dari sebuah penekanan.
“Tolong jangan Lakukan ini kak Aron! ”Bentak Kevin memanggil nama pria misterius itu.
“Kenapa tidak kakak saja yang menikah! Aku tidak akan menikahi wanita manapun! ”lanjutnya dengan membentuk Tanda X menggunakan tangannya
“Bunuh dulu aku! Baru kau bisa menolak permintaan ku! ”
Ucap Pria misterius yang yang panggil Aron itu sarkas, sembari meminum secangkir kopi yang hangat di meja tamu itu, karena tau kalau dirinya lebih kuat dari pada Kevin.
Yah, tentu saja Kevin merasa sangat emosi hingga tertawa kesal. Seolah kepalanya mengeluarkan asap api. Ia menggempalkan tangannya dengan kuat. Ingin rasanya memukul kepala kakaknya yang sekeras batu itu.
“Kak, batalkan saja ya, lebih baik aku tidak menikah.... ”
“Aku sudah menetapkan jadwal kencan butamu, jadi bersiaplah. Cari pakaian yang pantas layaknya pria gagah, jangan memakai baju kekanak-kanakan seperti ini! Aku saja tidak menyukainya, apalagi wanita itu nantinya! Bisa bisa dia jijik dan langsung kabur!”
Aron kembali berucap sarkas setelah memotong perkataan Kevin.
Kevin yang mendengarnya hanya terdiam kaku dan melihat gaya pakaiannya yang di sebut kekanak-kanakan lalu menatap sengit kakaknya dalam diam.
”Jangan seperti ini kak, aku sungguh ingin bebas untuk beberapa saat. ”Menghela nafasnya panjang Kevin terus memelas agar kakaknya mau membatalkan rencananya tersebut.
“Lusa, di Kafe XX. Bersiaplah! Kalau kamu sampai menolak pertemuan ini atau bahkan sampai kabur, maka akan aku anggap jika kamu sudah memutuskan hubungan dengan keluarga Son! Ingat dan camkan itu baik baik! Mengerti!”Jika sudah seperti itu, Kevin tidak bisa melawan lagi. Ia bersandar di sofa besar itu dengan pasrah dan kesal dalam hatinya.
“Aku sungguh tidak mau! ~”Kevin menggosokkan sepatunya di lantai ruang tamu itu sembari merengek. Persis layaknya anak kecil.
.
__ADS_1
.
.
Hari menjelang gelap. Ayam dan jangkrik bersuara layaknya alarm yang menandakan petang hari.
Crystal yang baru saja sampai dirumah, duduk di pojok ruangan dan menenggelamkan kepalanya di sela-sela kakinya.
Telepon genggang, handphone, laptop, secara bergantian mereka mengeluarkan suara saling sahut menyahut. Crystal dengan tatapan kosongnya sangat ingin bebas dari tekanan yang ia rasakan.
Ding Dong~
Kini suara bel yang bersuara membuat gadis itu sadar dari lamunannya. Ia berlari dan mematikan semua alat yang berbunyi agar tidak mengganggu orang.
Plak!
Baru saja membuka pintu wajahnya sudah di suguhi tamparan yang kasar dan keras. Crystal terpaku saat melihat kejadian itu. Sudut bibirnya bahkan robek dan mengeluarkan darah akibat tamparan yang amat sangat keras itu.
“Dasar anak tidak tahu diri! Apa perlu aku sampai kesini untuk berbicara denganmu, sampah! ”Bentak David dengan sangat keras, iya David. Ayah dari Crystal yang sangat kasar.
Hampir setengah dari rambut pria itu ber uban, namun tubuhnya yang tinggi dan kekar membuatnya terlihat lebih muda, terlebih kulit eksotis dan yang sama sekali tidak terlihat keriput. Tampak seperti menjalani perawatan setiap minggunya.
Mata pria paruh baya itu memerah seolah akan memakan hidup-hidup Crystal. Di dorongnya gadis itu masuk ke dalam unit dan langsung menguncinya.
Namun sebelum itu, mata Crystal tertuju pada seorang gadis lainnya yang melihat jelas kejadian hari itu.
“Echa.”Lirih Crystal seolah meminta bantuan. Matanya berkaca kaca dan terlihat sangat takut. Bekas pukulan dari ibunya belum sembuh, kini di tambah lagi oleh amarah ayahnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Sudahlah, sulit untuk di jelaskan, kini tubuh Crystal sudah di penuhi lebam biru yang baru, Pria paruh baya itu tanpa ragu lagi langsung memukul Crystal menggunakan tongkat yang ia bawa.
Gadis itu menangis sesegukkan, menarah rasa sakit yang ada di seluruh tubuhnya. Tangisannya saat itu bukan hanya menagisi rasa sakitnya, tapi juga menangis karena takut, takut semua orang akan menjauhinya karena tau kalau Crystal adalah manusia dengan 2 wajah yang berpura-pura demi hanya mendapatkan perhatian.
“Jika kau menangis saat ku pukuli, seharusnya kau kembali saat ku perintahkan... ”Ucap David seraya lanjut memukuli Crystal menggunakan tongkat golf.
“Apa kau pikir aku akan menjadi anjingmu yang akan menuruti semua keingin mu itu. Hiks... Aku bukanlah budakmu... Hiks... Jika aku benar putrimu... Maka perlakukanlah aku selayaknya putrimu.. hiks hiks... ”Sahut Crystal dengan isaknya yang memenuhi ruangan.
Ingin rasanya Crystal membuka suaranya lebih lagi, namun karena tubuhnya yang sakit membuatnya tidak bisa mengeluarkan tenaganya yang lebih.
“Jangan melawan saat aku sedang berbicara! ”Bentak David.
“Dan ayah manapun tidak mau memiliki Putri yang terkutuk sepertimu ini, lebih baik aku mati dari pada menganggap dirimu sebagai putriku! ”Lanjutnya dengan Sarkas.
Crystal yang mendengarnya hanya membuang mukanya dan berdecih kesal.
“Lalu apa tujuan mu kemari? ”Tanya Crystal namun hanya mendapat jawaban diam dari ayahnya.
“Jangan bilang kalau kau kesini hanya untuk memukuliku...”lanjutnya seraya membersihkan darah di sudut bibirnya menggunakan punggung tangannya sendiri.
“Sopan lah sedikit! Jangan menganggap ku sebagai orang asing sini!”Ucap David.
Hah, tentu saja tawanya Crystal hampir saja keluar. Belum semenit orang tua itu mengatakan kalau dia lebih baik mati dari pada menjadi ayahnya. Tapi dari kalimatnya yang keluar setelah Crystal memanggilnya dengan nama asing ‘Kau’dia tidak tahan dan berbicara berlawanan dengan kepribadian nya semenit yang lalu.
“Cih”Decih Crystal dengan senyum sinis nya.
David kembali memukul Putri nya setelah mendengar decihan yang menurutnya sangat menjijikan.
“Setelah ibumu yang bodoh itu, Kamu sudah berani melawanku ternyata! ”Bentak David dengan banyaknya pukulan yang melayang di tubuh Crystal.
Ibu. Dimana engkau, aku sangat merindukanmu. Aku tidak ingin hidup bersama tua bangka dan istrinya yang bodoh itu. Tolong ibu! Aku takut....
__ADS_1
“Kau harus pulang besok! Jika tidak.. Maka konsekuensi akan lebih berat lagi. Kau mengerti! ” Ucap David lalu meninggalkan tempat itu dengan nafas yang terengah-engah.
Meninggalkan Crystal yang sudah mulai tidak sadarkan diri.