
Dinginnya es krim sampai ke kepala membuat otak Crystal sedikit mendingin. Ponselnya yang terus berdering dibiarkan di sampingnya. “Bisa gila aku jika terus mendengar ocehan pria tua itu. ” Crystal bergumam sendiri, lalu tak lama kemudian Sivaya mendatangi gadis itu dengan membawa beberapa snack. “Makan saja ini. ” Ucap Sivaya seraya menyodorkan beberapa roti.
Yah, setelah pertengkarannya dengan David kemarin membuat kepala Crystal cukup stress. “Apa tuan David tetep kekeh dengan menyuruh mu mengikuti kencan buta itu? ” Tanya Sivaya setelah Crystal bercerita tentang pertengkarannya itu 20 menit yang lalu.
Crystal menghela nafasnya panjang siang itu. “Kenapa bertanya, kau tahukan bagaimana sifat orang itu. ”
Seketika Sivaya ingat dengan sifat David yang amat setia dengan perkataan dan perilakunya. “Yah, kau benar. ” ucap Sivaya membenarkan perkataan Crystal.
“Sudah tidak ada cara lain lagi, aku harus menghadiri kencan sialan itu dan merayunya agar NYONYA besarmu itu pulang kerumah tanpa terluka sedikitpun agar ANAK tercintanya tidak bersedih. ” Ucap Crystal dengan ketus sembari menatap sinis foto kevin.
“Nyonya pasti di siksa. ”
“Apa maksud mu? ” Tanya Crystal saat mendengar perkataan Sivaya.
“Aku pernah mendengar rumor, bahwa dia sangat tidak menyukai kakaknya, bahkan sampai membunuhnya. Banyak mafia yang mencarinya dengan tujuan balas dendam.” Jelas Sivaya.
“Lalu apa hubungannya dengan keluasga Son? ” Tanya Crystal.
“Kalau tidak salah salah satu keluarga Son pernah menjalin kasih dengan kakaknya nyonya. ” Ucap Sivaya menjawab pertanyaan Crystal dan membuat gadis itu terkejut.
“Terus Sekarang gimana dong, masa iya aku harus mengencani bapak bapak. ” Rengek Crystal.
“Tidak apa apa, orang yang ada di foto itu terlihat seumuran dengan ku. ” Ucap Sivaya agar Crystal tidak khawatir.
__ADS_1
Mereka saling bertatapan, tak lama setelah itu lampu di atas kepala Crystal menyala dan mendapatkan ide agar ia tak perlu mengikuti kencan buta yang tidak masuk akal baginya.
“Kakak.” Panggil Crystal.
Yah, tentunya Sivaya terkejut. Karena baru kali ini Crystal mau memanggilnya dengan sopan.
“K-kenapa? ” Jawab Sivaya dengan ragu.
“Tidak bisakah kau menggantikan aku kencan ini, semua ini kali pertamanya bagiku jadi aku tidak bisa melakukannya, bagaimana jika aku membuat kesalahan dan malah membuat wanita itu mati nantinya, hm? ” Tidak tahu cara merayu, Crystal langsung to the point tanpa ragu.
“Tidak tidak. Aku bisa mati jika tuan sampai tau. Toh orang itu juga pasti sudah melihat fotomu. ” Tolak Sivaya dengan cepat karena tidak ingin berurusan dengan hal seperti ini.
.
.
.
Tak lama setelah Kevin berdiri dan ingin pergi, seseorang wanita dengan rambut karamel keemasan menghampiri pria itu.
“Permisi, apa anda adalah Kevin Son? ” Tanya seseorang wanita itu yang tidak lain adalah Sivaya yang menyamar. Ia memakai rambut palsu dengan warnanya yang hampir sama dengan warna rambut Crystal. Di tambah dengan kaca mata hitam yang tebal layaknya orang culun.
Sivaya terpaksa harus melakukan penyamaran yang di anggapnya bodoh itu karena Crystal tetiba saja kabur saat sopir dan pengawalnya hendak mengantarnya.
__ADS_1
Tidak bisa menemukan Crystal, sang pengawal langsung saja menelpon Sivaya karena berpikir dia mungkin tau keberadaan nona muda mereka.
Dengan terpaksa akhirnya dirinyalah yang harus menyamar dan menyelesaikan tugas itu karena tidak tahu ada dimana Crystal saat itu. Pengawal dan sang sopir sengaja tidak memberitahu tuan besar mereka karena tidak ingin di hukum, atau bahkan di pecat.
“Maaf membuat anda menunggu terlalu lama, tadi ada sedikit kemacetan di jalan. ”Ucap Sivaya dengan suara yang sedikit di haluskan.
Sementara kevin yang melihat penampilan Sivaya sedikit merasa jijik. “Kau tau jalan kota sangatlah ramai, seharusnya kau bersiap lebih cepat lagi agar tidak terjebak kemacetan. ” Ucap Kevin sarkas membuat Alis Sivaya naik karena terkejut.
Benar saja rumor itu, orang ini lebih kejam dari pada yang di bayangkan, bahkan tidak sopan. Tapi kalau aku jadi dia yang harus menunggu selama 2 jam hanya untuk kencan buta, juga pasti marah. Awas saja kau Crystal!
“Maaf membuang waktumu yang berharga. ” Sivaya harus meminta maaf karena hal itu, dan ia juga tidak ingin membuat Kevin kesal dan membahayakan Nyonya nya.
“Tentu saja kau harus meminta maaf! ” Kevin kembali berkata sarkas. Sivaya hanya menutup sara kesalnya dengan melontarkan senyuman.
“Untuk menebusnya, aku bisa memberikan apa yang kau mau, jika itu tidak aneh aneh. ” Gadis itu membenahi kacamata nya dengan rasa malu-malu yang di buat-buatnya.
Kevin yang melihatnya memasang ekspresi jijik.
“Apa kau masih sekolah? ” Tanya Kevin mengalihkan pembicaraan.
“Iya.. ” Ucap Sivaya pelan.
“Apa kencan buta itu adalah mata yang buta? ” Ucap Kevin sarkas membuat Sivaya menautkan alisnya.
__ADS_1
“Apa? ” Sivaya bingung dengan apa yang di katakan oleh Kevin.