
Mengetahui sang adik sedang sibuk mengganti pakaian, Jefrie selaku kakaknya mengendap-endap masuk ke dalam kamar Keyla setelah mengambil kue dari dapur yang ia bawa diam diam saat pulang tadi.
“Kenapa lama sekali? ” Tanya Alfa sebagai kakanya yang sedari tadi menunggu Jefrie dikamar adiknya itu, yang di ketahui keyla pintu kamarnya rusak tanpa memeriksa terlebih dahulu.
“Lalu di mana Kue yang aku minta? ” Tanya lagi Jefrie yang juga menunggu kue nya sedari tadi.
“Maaf tapi hanya ini yang ku dapatkan, uang yang ku dapatkan saat bekerja tadi tidak cukup untuk membeli yang lebih cantik lagi. ”sembari memberikan kuenya Jefrie jelas merasa bersalah karena tidak bisa membelikan kue yang lebih cantik lagi untuk adiknya.
“Kau bekarja?! ”Seru Alfa saat mengetahui adiknya Jefrie bekerja. Karena sedari dulu Jefrie dilarang bekerja karena, menurut Alfaro hanya dirinyalah yang berhak bertanggung jawab sebagai kakak yang tertua.
“Maaf kak, tapi aku benar-benar ingin memberikan sesuatu untuk Kayla juga, Toh kakak tidak memberikan aku uang untuk membeli kue kan”Jelas Jefrie yang membuat Alfaro menepuk jidatnya.
“Kita bahas itu nanti. ”Ujar Alfaro mengalihkan pembicaraan.
“Apa yang kalian lakukan di kamar ku ini? ”tanya seorang gadis dengan suara yang akrab bagi Alfaro dan Jefrie. Alfaro memijat pelipisnya karena tau kalau rencananya mengejutkan Keyla akhirnya gagal.
“Surprise! ”Ucap para kakak Keyla bersamaan dengan Cengir kuda mereka yang canggung.
Keyla kesal kala itu. “Seharusnya kalin bikang padaku kalau akan memberikan kejutan, lihatlah penampilan ku! ”Karena mendengar seruan Alfaro tadi, Keyla merasa penasaran dan keluar dari kamar Jefrie untuk memeriksa. Melihat kamar yang pintunya sudah terbuka, dirinya merasa senang dan hendak masuk, namun yang ia lihat adalah situasi argumen para kakak dengan banyaknya hiasan di kamar itu.
Saat itu keyla kesal bukan karena kakak kakaknya tapi karena dirinya yang tidak mempersiapkan diri. Rambutnya memakai handuk turban dan masih di keringkan, pakaiannya memang cantik karena Alfaro lah yang menyiapkannya, namun wajahnya, ia bahkan belum memakai setetes make-up pun.
“Penampilan mu tetap cantik walau wajahmu di lumuri lumpur sayang. ”Ucap Alfaro.
“Ih kakak. ”Panggil keyla mengarah ke Alfaro karena secara tidak langsung dia telah menjahili adiknya.
“Tidak apa apa Key, kau kantik kok. ”Puji Jefrie walau wajah adiknya masih terlihat kusam tanpa make-up, namun pujian itu tulus di ucapkan Jefrie.
Situasi semakin canggung karena mereka diam dan tidak tahu harus apa. Jefrie mulai menyalakan lilin di atas kue dan membawa kue nya ke hadapan Keyla.
“Kita lewatkan lagu selamat ulang tahunnya, karena bagian itu sedikit memalukan karena kita sudah dewasa, sekarang tutup matamu dan buat permohonan lalu tiup lilinnya. ”Jelas Alfaro yang ingin melewatkan nyanyiannya.
“Tapi kenapa?”Tanya Jefrie yang merasa kalau hari ulang tahun tanpa nyanyian tidaklah lengkap.
“Kamu mau menyanyikan nya ?”Tanya balik Alfaro.
“Tentu saja. ”Ucap Jefrie dan ia mulai menyanyikan lagu ulang tahunnya...
__ADS_1
Happy birthday to you, Happy birthday to you,
Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday to you.
Walau suaranya sedikit serak, Keyla menikmati lagu yang dinyanyikan kakaknya, rasa kesal pada dirinya sendiri tadi mulai mereda karena melihat perdebatan para kakaknya yang sudah lama tidak ia lihat. Alfaro yang bekerja, Jefrie dan Keyla yang selalu sekolah, membuat mereka bertiga jarang berkumpul. Maka dari itulah pertengkaran kecil kakak kakaknya menjadi pemandangan yang langka bagi Keyla.
Keyla mulai meniup lilinnya setelah Jefrie selesai bernyanyi, dan tentu saja ia berdoa terlebih dahulu sebelum itu.
Prok prok prok
Alfaro dan Jefrie bertepuk tangan. Walaupun mereka terlihat dingin, dalam benak mereka, alfaro dan Jefrie merasa sangat senang karena umur Keyla sudah bertambah. Rasanya baru kemarin mereka melihat keyla yang berlari kegirangan, dan tahun ini umur keyla bertambah satu tahun lagi.
Gadis SMP itu mulai memotong kuenya dan menyuapi para sang kakak. Tak lupa keyla menjahili kakaknya dengan memolesi wajah mereka dengan krim kue.
“Jangan lagi Key! ”Ucap Jefri memperingati adiknya agar tidak lagi memoleskan krim di wajahnya, mengingat ia akan bekerja.
Tak lama setelah mereka bercanda tawa sebuah ponsel yang di miliki Jefri bergetar karena ada yang menelpon. Menyadari hal itu Jefri mengangkat telepon itu.
“Iya halo, dengan Jefri Reymonza.”Ucap Jefri memperkenalkan diri di telepon dan menjauh dari adik dan kakaknya.
“Iya pak, Saya akansegera kesana, tolong tunggu sebentar lagi. ”Ucapan Jefri di iyakan oleh sang penelpon.
sang penelpon memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Jefri yang menyadari itu langsung bersiap dan pergi.
“Kak mau kemana? ”Tanya keyla yang tidak di hiraukan oleh Jefri dan keluar begitu saja.
“Anak itu benar benar. Key apa kau tau kalau kakak mu bekerja sampingan? ”Tanya Alafa mengarah ke Keyla.
“Benarkah? ”Tanya Keyla yang mengartikan bahwa ia tidak tahu. Mengerti akan hal itu Alfaro tidak lagi berbincang dan hanya menyuapi adiknya kue yang ia sukai itu dengan Senyuman merekah di wajahnya.
Sementara di tempat lain. Tepatnya di apartemen Teenagers only, Crystal sedari tadi menatap ponselnya yang berdering, tanpa menjawab panggilan itu, Ia mengaktifkan mode pesawat dan melemparnya di tempat tidur, yang artinya tidak akan ada yang bisa menelpon dirinya lagi.
Gryuk Gruk gruk~
Suara gemuruh dari perut Crystal membuat dirinya memegangi prutnya sendiri. Merasa lapar dan mengingat ia tidak bisa memasak, Crystal berjalan ke arah dapur dan mencoba belajar memasak.
Setidaknya ia bisa belajar menggoreng telur, Crystal membuka kulkas dan mengambil telur, ia bingung harus menggunakan teflon yang kecil atau besar.
__ADS_1
“Oh iya, aku kan pernah nonton drama, biasanya goreng telur kayak gini sedikit bahaya, malah sering kecipratan minyak panas, lebih baik aku menggunakan teflon yang besar. ”Ucap Crystal bergumam sediri di dapur yang luas itu.
Baru saja meletakkan sebuah teflon di kompor, Crystal tidak tahu bagaimana cara menghidupkan nya.
“Ini gimana Ngidupin kompornya ya? ”Tanya Crystal pada diri sendiri.
Merasa kecewa, ia tidak bisa menghidupkan kompor, pada akhirnya ia hanya bisa mengambil Sebiah roti dari laci lemari dan memakannya untuk mengganjal isi perutnya.
Crystal berjalan menuju kamar dan menghidupkan ponsel lainnya untuk memesan makanan.
“Aku ingin memesan ayam yang di baluri tepung itu dan Pizza, jangan lupa Colla nya ya.”Ucap Crystal setelah sambungan teleponnya tersambung, lalu menutupnya setelah sang penjual mengiyakan pesanannya.
Di restoran Chicken Yummy Jefri baru sampai dan langsung mengambil pesanan tersebut. Mengingat dirinya tidak mempunyai kendaraan, Sang penjual mengizinkan Jefri menggunakan motornya.
“Dimana aku harus mengantar ini, Pak? ”Tanya Jefri yang memang belum mengetahui alamt yang di tujunya.
“Antar itu ke gedung XC apartemen Teenagers only, Unit 506.”Ucap sang penjual menyebutkan alamatnya.
Jefri meng Oke kan dan langsung melajukan motornya sehati-hati mungkin karena tidak ingin terjadi sebuah kecelakaan.
Setelah 15 menit perjalanan Jefri sampai di perjalanan. Crystal yang sedari tadi menunggu pesanannya masuh juga belum datang.
“Kalau kayak gini keburu kenyang makan roti aku. ”
Gerutu Crystal dalam kamarnya sendiri. “Kapan aku bisa makan. ”Rengeknya kembali sembari menendang kasurnya menggunakan kaki. Namun aksi itu di hentikan setelah mendengar suara bel rumah yang berbunyi. Crystal langsung berlali kegirangan karena mengira makanannya sudah sampai.
“Kenapa lama sekal... ”Ucapan nya di hentikan setelah melihat sosok wanita paruh baya langsung masuk begitu saja setelh pintunya dibuka. Senyumannya juga menghilang seketika melihat wajah wanita itu.
“Kenapa kau kemari? ”Tanya Crystal dengan suara dinginnya.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1