Double : Face

Double : Face
25. Mata bengkak


__ADS_3

Siang itu di depan toserba, Alfaro tengah mengompres matanya yang sudah bengkak menggunakan air dingin dan di bantu oleh Echa, gadis yang menjadi pelaku penyebab mata berharga Alfaro terluka.


“Maaf ya, a-aku benar-benar tidak sengaja tadi, seharusnya aku menahan sedikit amarahku. ” Dengan sedikit rasa penyesalan, Echa meminta maaf dengan tulus sembari terus menundukan kepalanya.


“Hm, seharusnya kau lebih menahan amarah mu tadi. Gara-gara kamu, mata ku yang berharga menjadi terluka. Ahh, rasanya sakit sekali. ” seraya menyentuh pelan matanya yang sakit, Alfaro terus menggerutu dan membuat Echa merasa lebih bersalah.


“Aku juga tidak ingin orang yang membantu ku terluka, tapi siapa yang tau kalau batu itu akan mengarah ke matamu, aku juga korban di sini! ” Echa sedikit berkilah karena merasa hal itu mungkin bisa memenangkan amarahnya.


“Korban apa? Korban kemalingan? ”Tanya Alfaro yang tidak mengerti dengan alasan yang Echa berikan.


“Karena kamu, kini aku tidak bisa bekerja dengan mata yang bengkak ini! Sekarang aku harus bagaimana?! ” Imbuhnya dengan merengek.


“Siapapun tidak ingin menjadi korban kemalingan, tapi apa boleh buat? Dia bahkan memotret hal yang memalukan. ” Sahut Echa membuat Alfaro terkejut.


“Hal memalukan apa? ” Tanya Alfaro.


“Hm, itu loh, Hm. Hal yang dilakukan oleh orang mesum. ” Jawab Echa sambil menutup matanya dengat kuat karena merasa malu harus mengatakan hal tersebut di depan orang yang baru ia kenal.

__ADS_1


Yah di bus yang ramai, Echa yang terlalu mengantuk tidak sengaja tertidur sampai melewati halte yang ia tuju.


Dan saat terbangun gadis itu mendapati seorang pria yang berperilaku aneh dengan selalu menatap kebawah.


Echa mengikuti tujuan pandangan pria itu dan melihat bahwa ponselnya ada di bawah rok yang di pakai gadis itu.


Tentunya, ketika pria itu menyadari kesadaran Echa, ia mulai lari dan keluar dari bus yang baru saja melaju, dan pastinya pria tersebut juga sempat membawa lari tas Echa.


Echa yang ingin hal buruk terjadi pun mulai mengejar pria itu juga, gadis itu selalu berpikir jika orang mesum seperti itu harus mendapat hukuman agar kapok sepanjang langkahnya mengejar pencopet plus cabul itu.


Dan seperti cerita sebelumnya, tanpa sengaja Alfaro juga menjadi korban dari pelarian orang cabuk.


“Dalam kasus ini aku tidak bersalah sama sekali! ” Bentak Echa dan membuat Alfaro sedikit terkejut.


“Kau membentak ku sekarang? Apa kau lupa siapa yang membuat mataku terluka? ”


“Dasar pendendam.” Gumam Echa.

__ADS_1


“Aku punya telinga dan bisa mendengar suara kecil mu itu! ” Rutuk Alfaro.


“Pokoknya aku tidak bersalah, matanya saja yang kegatelan. Punya mata juga harus dijaga!” Sahut Echa yang masih belum terima saat Alfaro memberi saran seolah mengkritik dirinya.


“Ada orang yang menjaga matanya dengan bersusah payah kini malah terluka karena ulah orang yang bodoh. ” Dengan ketus Alfaro secara langsung menyindir Echa.


“Bengkak itu mungkin akan hilang setelah satu minggu kedepan. ” Ucap Echa seraya memberikan penutup mata.


“Untuk apa ini? ” Tanya Alfaro setelah menerima benda tersebut.


“Mungkin kamu akan malu saat berjalan nanti, jadi pakailah ini dan jangan lupa kenakan topi agar tidak banyak orang yang terlalu memperhatikan mu. ” Jelas Echa lalu bangkit dari duduk nya.


“Tapi aku tidak punya topi. ” Sahut Alfaro.


Tanpa pikir panjang Echa kembali masuk ke toserba itu dan membeli sebuah topi lalu memberikan nya pada Alfaro.


Karena masih merasa bersalah ia mengambil sebuah kertas dari kasir toko tersebut dan menuliskan sesuatu diatasnya.

__ADS_1


“Jika kamu membutuhkan bantuan ku, hubungi aku, oke? ” Ucap Echa setelah memberikan topi dan kertas yang bertuliskan nomor nya lalu berlari pergi meninggalkan Alfaro sendiri di toserba tersebut.


Sementara Alfaro, pria itu masih saja meringis kesakitan, rasa nyeri terus saja ia rasakan dari matanya itu.


__ADS_2