Double : Face

Double : Face
26. Kakak Angel


__ADS_3

Deringan ponsel dengan decakan kesal seorang Kevin yang terus saja menggerutu karena telpon nya yang tidak di respon oleh Sivaya yang ia kenal sebagai Crystal.


“Apa perlu aku ke rumahnya kak, dia terus saja menghindari telpon ku. Aku bahkan sudah mengirimnya pesan ribuan kali dan tetap tidak di jawab oleh wanita itu. ” Kevin meminta saran pada kakaknya Aron yang sedang sibuk bekerja di ruangan kerjanya.


Pria itu merasa kesal karena adiknya terus saja menggerutu di depannya setelah panggilannya terus saja di tolak.


“Kalau begitu hubungi saja ayahnya! Jangan mengganggu ku dan pergilah sana. ” Sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan adiknya itu, Aron mulai mengusir Kevin.


“Apa kau tidak memperhatikan ku lagi karena aku sudah menetapkan calon istri ku? Padahal dulu kau selalu mendesakku. ” Sahut Kevin


“Kau? ”


“Apa kau mengatakan ‘kau ’ padaku sekarang? ” Tanya Aron dengan alisnya yang di kerutkan ke arahnya.


“Mana sopan santun mu itu?” Imbuhnya.


“Sudah hilang sejak kau tidak memperdulikan aku! ” Sahut Kevin lalu berjalan keluar meninggalkan kakaknya di ruang kerja saat Aron tengah merasa kesal.


“Dasar anak bodoh! ” Gumam Aron lalu melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Baru menunduk hendak melanjutkan kegiatan nya tadi, Kevin tetiba membuka pintu lagi untuk meminta izin keluar.


“Angel sedang membutuhkan bantuan ku jadi aku akan pulang tengah malam, bye! ” Ucapnya lalu pergi lagi.


Sementara Aron, pria itu menggeleng kan kepalanya karena merasa adiknya itu masih memiliki sifat yang kekanak-kanakan.


Sementara di toko butik angel, Angel terus saja mengomeli Alfaro yang tidak hati hati sampai matanya menjadi bengkak seraya mengoleskan salep pada lingkaran matanya yang mulai menggelap.


“Ah, seharusnya kau lebih berhati-hati lagi, sekarang mata berharganya menjadi terluka karena kecerobohan mu. ”


“Aduh, aduh, sakit kak, pelanlah sedikit. ” Ringis Alfaro sembari sedikit menjauh.


“Diam lah! ” Sentak Angel lalu menarik kembali Alfaro dan mengobati nya lagi.


“Apa kau sudah menemukan wanita yang ku suruh? ” Imbuh Angel yang menanyakan tugas Alfaro.


“Belum.” Jawab Alfaro singkat.


“Sudah lah, terpaksa aku harus mencari model lain. ” Ucap Angel.

__ADS_1


“Hari ini istirahat lah, agar bengkak nya cepat sembuh. ” Imbuhnya.


Setelah selesai mengoleskan salep pada mata Alfaro, Angel mulai membereskan kotak P3K nya dan meletakkan di bawah meja kasir.


“Angel, apa kau tidak berniat pulang dan terus tinggal disini!? ” Suara lonceng pintu bersamaan dengan suara yang tidak asing di telinga Angel berbunyi dan sontak membuat nya melebarkan matanya.


Penampilan kekanak-kanakan yang sering di lihat Angel kini benar-benar ada di depan nya.


“Kakak?! ” Angel berlari dan dan memeluk Kevin yang di panggil kakak.


“Apa kau tidak merindukan kakakmu ini? ” Tanya Kevin seraya mengelus punggung Angel. Alfaro yang melihatnya pun sedikit membungkuk dan memberi salam.


“Sudah lama kakak ga mampir kesini, bagaimana kabarmu kak? ” Tanya Alfaro.


Sudah 3 tahun bekerja disana tentunya Alfaro mengenal siapa Kevin. Toh, pria itu akan mampir ke toko Angel untuk membantunya jika adiknya itu membutuhkan bantuannya.


“hm, baik sekali. Tapi sepertinya kondisi mu tidak baik baik saja, ada apa dengan matamu itu? ” Tanya Kevin setelah melihat mata Alfaro yang membengkak.


“Ah ini. Kemarin tiba-tiba saja aku mengalami kecelakaan kecil saat berusaha membantu seseorang. ” Alfaro tersenyum kikuk seraya memakai penutup mata yang di berikan oleh pelaku yang menyebabkan matanya itu bengkak.

__ADS_1


“Seharusnya kau lebih waspada lagi. ” Ucap Kevin lalu mengusap rambut pria muda itu.


Entah mengapa, Jika berada di dekat Kevin, Alfaro selalu merasakan sedikit kehangatan seolah-olah berada di dekat orang tuanya sendiri.


__ADS_2