
Di meja makan yang tenang dengan aura yang mencekam, ada Crystal dan David yang sama sama memasang wajah dingin disana.
Setelah selesai makan mereka duduk di ruang tamu dan terlihat membicarakan sesuatu. Siang itu Crystal lebih berhati-hati, karena tidak ingin menjadi sasaran David, terlebih luka yang ia dapatkan semalam belum kering. Di tempat itu atau rumah itu Crystal tidak di perlakukan sebagai bagian dari isi rumahnya, dia lebih terlihat seperti peliharaan yang tidak di pedulikan tapi di tunggu kepulangannya.
“Sepertinya caraku semalam cukup membuatmu sadar, Ambil ini! ” Ujar David seraya menyodorkan secarik foto di hadapan Crystal.
Crystal menerimanya dan melihat potret seseorang pria. Ia terlihat tampan dan sedikit lebih tua darinya. “Ini siapa?” Tanya Crystal setelah melihat foto tersebut.
“Datanglah ke kafe XX besok malam dan temui pria itu, namanya adalah Kevin, ” Ucap David sembari menyodorkan sebuah kartu nama perusahaan.
Crystal membuka ponselnya dan mencari nama Kevin di internet, tentunya ada banyak berita dan scandal tentangnya.
Umur pria itu sudah dilihat olehnya.
“Sekarang anda mau menjual saya pada pria yang jarak umurnya jauh dariku? ” Tanya Crystal yang tidak habis pikir dengan kelakuan ayahnya itu. “Bukankah anda sudah keterlaluan? ”
“Aku ini putrimu atau orang asing? ”Ucap Crystal.
“Bukankah dia tampan?! ” David kembali menyodorkan foto lain milik Kevin. “Apa wajah tampan itu penting, jika wajahnya tampan tapi tidak dengan perilaku nya itu sama saja dengan bohong. ” Ucap Crystal sembari memutar bola matanya malas. “Itu mengingatkan ku pada seseorang” Secara langsung Crystal menyendir David dengan sarkasnya tanpa memandang ia berbicara pada siapa, namun pria itu tidak menyadarinya. Dan tetap membujuk gadis itu agar mau menerima kencan buta itu.
“Itu akan membantu menemukan ibumu. ” Ucapan David barusan membuat bola mata Crystal kini membulat besar, karena selama ini, itulah yang ditunggu gadis itu, ibunya meninggalkan Crystal saat umurnya masih 2 tahun, dan hanya meninggalkan sebuah rekaman.
“K-kau benar-benar akan... Mencari ibuku?! ” Tanya Crystal dengan antusias dan sedikit gugup, karena setelah 10 tahun lamanya David baru mau membicarakan tentang ibunya.
“Bukan ibumu Jessica, tapi ibumu Alesya.” Ucap David membuat semangatnya Crystal hilang. Air matanya yang mau ia tuaikan tadi mendadak ia tahan sekuat tenaga.
__ADS_1
Jessica adalah ibu kandung dari Crystal, dan Alesya adalah ibu tiri Crystal yang datang tempo hari datang ke apartemen nya.
Wanita yang diculik dan dilihat oleh Jefrie yang tidak lain adalah Alesya sedang di tangan Aron saat ini.
“Apa kau mau menjadikanku barang tebusan kini? Agar wanita itu bebas kau mau menyerahkanku pada pria tua itu?”
Ucap Crystal tidak menyangka.
“Bukan hanya itu, kau... ” David menatap langsung mata Crystal. “Bukankah sudah seharusnya aku menetapkan perjodohan untukmu, agar kau tidak gila nantinya dan membuat reputasi ku buyar. ” ucap David sarkas membuat Crystal semakin tidak menyangka lagi. David tau dengan kelakuan putri nya itu nanti jika terus di biarkan. Crystal bisa saja menjadi ancaman dengan rencananya nanti.
Mereka berdua saling menatap sinis seolah saling menyerang dengan listrik dari mata mereka. Para bawahan dan pembantu rumah sana bahkan tidak berani mendekati mereka, tatapan mereka berdua seolah akan membawa seseorang ke alam baka jika mendekat sedikit saja.
“Jika kau menurut dengan perkataan ku ini, kau boleh kembali ke apartemenmu, ” David lebih dulu mengakhiri perang mata diantara mereka setelah beberapa menit dan mulai mengancam.
“Kenapa aku harus menurutimu? ” Tanya Crystal dengan sinis. “Jika kau saja tidak pernah mengiyakan permintaan ku.” lanjutnya
Crystal tau bahwa ayahnya akan berbuat licik seperti itu, Sebab itu lah mau tidak mau dirinya harus tinggal di bawah atap yang sama dengan monster di depannya itu.
“Sampai Alice kembali pulang, kau harus berusaha agar ibumu bisa pulang dengan selamat tanpa bekas luka..” David menghentikan perkataannya sesaat. “Aku tidak ingin sampai Alice menangis karena melihat ibunya terluka. ” Lanjutnya dengan matanya yang menunjukan rasa kasih sayang menghadap layar ponsel dengan wallpaper mereka bertiga.
Alice adalah anak David dan Alesya, mereka bertiga hidup bahagia layaknya keluarga kecil tanpa masalah setelah Jessica meninggalkan rumah itu.
Sementara Crystal, dirinya harus menderita. Ditinggal kan ibu kandungnya ditambah dengan siksaan yang ibu tiri nya dan ayahnya berikan.
Iri dengan kehidupan Alice yang bahagia, membuat Crystal berada di sudut kegelapan tanpa adanya seseorang disisinya.
__ADS_1
Crystal tertawa kecil, “Hebat sekali. ” Lalu beralih menatap mata David langsung. “Aku baru tau kalau kau bisa menyayangi seseorang juga. ” Ucap Crystal lalu berdiri hendak menuju kamar lamanya.
“Kau harus datang besok ke kafe itu! ” Ucap David dengan nada yang tinggi agar Crystal sedikit takut dan mau mengiyakan perkataannya.
“Kau mempedulikan wanita dan anak haram mu itu, lalu menjadikan ku budak agar istri dan anak haram mu bahagia? ”
“setelah berpikir lebih keras, bukankah kau seharusnya membunuhku saat itu? ”
“Kau lupa bukan, bahwa aku adalah kutukan bagimu! ”
“Maka tidak lama lagi kau akan melihat kutukan ini bertindak! ”
Mata Crystal memerah karena amarah nya yang ia pendam baru saja ia keluarkan. David merasakan amarah Crystal sedikit merinding namun tidak ia pedulikan.
Sudah hal yang wajar jika Crystal marah, ayahnya hanya mencintai Alice dan Istrinya nya saja. Tidak pernah mau mempedulikan Crystal apalagi menyayangi.
Crystal hanya bisa berandai-andai, jika saja ibunya tidak bodoh dan menerima Alesya begitu saja 20 tahun lalu sebagai pembantu rumah tangga mereka, apakah keluarga mereka baik baik saja sampai saat ini?
...Alice Ezevil...
...Sivaya Colane...
__ADS_1
...David Ezevil...