Double : Face

Double : Face
21. Mulut slebor


__ADS_3

Pagi hari yang cerah dengan ramainya suara burung yang berkicau melewati salah satu rumah kecil yang terbilang mewah dengan sebuah taman di halaman rumahnya.


Pemilik sepasang telinga terganggu karenanya, tubuh dan otak pria itu merespon dan membuat sepasang mata yang tampan terbuka.


Pria itu menggeliat, bangun dan memeriksa jam di ponselnya. Melihat waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi membuat nya kalang kabut dan mengumpat dirinya sendiri.


“Sial, harusnya aku memasang alarm semalam! Mereka pasti sudah menunggu sarapan pagi. ” Pria pecandu kerja yang tidak lain adalah Jefrie membentak dirinya sendiri hanya karena terlambat bangun.


Tergesa gesa menuju kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci wajahnya, lalu di lanjutannya menuju dapur tanpa mengelap wajahnya. Baru saja berada di pintu dapur, ia mendapati adiknya berada di depan alat pemanggang roti bersama seorang gadis dengan rambut karamel nya.


Mereka terlihat sangat antusias saat memasak bersama walau hanya sebuah sandwich. “Aku akan bersiap dulu kak, sebelum aku di omelin raja pemarah. ”Ucapnya lalu meninggalkan Crystal sendiri disana bersama Jefrie.


“Apa yang kalian lakukan pagi pagi begini? ” Tanya Jefrie sembari menghampiri Crystal, sementara Kayla, tanpa basa basi lagi ia langsung melarikan diri ke kamarnya.


Iya, Crystal. Gadis itu bersembunyi di rumah rahasia nya. Yah, walau tidak semewah yang di bayangkan, setidaknya itu cukup untuk di tinggali, namun alasan kenapa bisa Crystal bisa tinggal di bawah atap yang sama bersama Keluarga Jefrie adalah karena kejadian toserba setengah bulan yang lalu.


“Aku membuatkan sandwich yang spesial untukmu! ” Dengan semangatnya gadis itu menunjukan roti panggang yang sedikit gosong di pinggiran rotinya. Walau begitu Jefrie tetap mencicipi nya. Rasanya bahkan sedikit lebih asin dari yang di bayangkan.

__ADS_1


“Jika kau bangun lebih awal lebih baik bangunkan aku, dari pada membuat makanan seperti ini akan membuat perut sakit nantinya! ” Jefrie menceramahi Crystal dengan nada sedikit menyentak.


“Jaga mulut slebormu itu kak, kamu bahkan tidak tau se berusaha keras apa kak Crystal membuat makanan itu untukmu! ” Seru Kayla kamarnya yang tak terima Crystal di ceramahi.


“Maksudku jika dia membangunkan ku maka aku yang mengajarinya memasak, dan bukan dirimu. kamu juga kenapa tidak membangunkan ku padahal sudah bangun lebih awal! ” Sahut Jefrie karena merasa perkataan kasar adiknya kerena tidak mengerti maksudnya.


Gadis SMP yang mendengarnya itu langsung mengumpat dirinya karena tidak berpikir sampai kesana. Ia langsung senyap dan tak ada lagi suara dari kamar.


Mata Jefrie beralih menatap jari jemari Crystal yang terluka akibat terbakar pemanggang roti. Tangannya bergerak mengambil piring dari tangan Crystal lalu meletakkannya di meja dapur dan menarik Crystal menuju kamarnya.


Awalnya Crystal merasa was was dan gugup, namun saat Jefrie mengambil kotak P3K dan mengoleskan salep luka bakar, jantungnya tidak normal seolah berhenti berdetak.


Sementara Crystal, jantungnya hampir saja meledak, ia merasakan perasaan asing yang ada pada dirinya. Tidak pernah di sayangi dan di perdulikan membuat Crystal menjadi kesepian tanpa ada orang di sisinya, seolah menjadi kelinci tanpa keluarga.


Karena sangat tidak memperdulikan Crystal, David bahkan tidak tau bahwa Crystal membeli sebuah rumah kecil yang mewah saat dirinya lengah. Ayolah Crystal tidak bodoh sampai ia harus menjadi gelandangan saat kabur dari ayahnya.


Walau terlihat tidak tau malu, tapi ia terpaksa harus melakukan nya demi bertahan hidup. David selalu memberikan Crystal uang jajan yang terbilang besar jumlahnya setiap bulan, dan Crystal menabung semua uang itu selama 2 tahun lamanya karena pelarian itu akan terjadi.

__ADS_1


Memiliki waktu yang tepat, Crystal lari bersama uang itu dalam koper yang besar dan meninggalkan semua barangnya, agar tak ada yang bisa melacak keberadaannya.


David mungkin tidak berpikir jika Crystal sudah membeli sebuah rumah untuk tempat persembunyiannya sendiri, karena sangat tidak mempedulikan Putrinya itu, dirinya bahkan tidak sadar bahwa uang dengan jumlah yang besar telah ditarik dari black card nya.


“Materi yang harus kau pelajari ada di meja belajar. Pelajari itu agar kau bisa mengikuti ujian nantinya, dan tetaplah dirumah jika tidak ingin bertemu dengan ayahmu, mengerti. ” Ucap Jefrie. Pria itu sudah seperti tuan rumah disana. Dari hal yang kecil sampai hal yang besar Crystal memberikan tanggungjawab itu kepada Jefrie, bahkan uang dengan jumlah besar yang ia bawa lari sudah ia serahkan kepada Jefrie untuk mengatur bulanan mereka.


Dengan uang sebanyak itu setidaknya Jefrie dengan saudaranya sudah aman sekarang dan tidak pertu terburu-buru lagi mencari pekerjaan. Namun karena Jefrie yang enggan untuk menerima semua itu, ia tetap bekerja meskipun sudah menerima tanggungan yang Crystal berikan.


“Hm, terimakasih. ” Ucap gadis itu setelah Jefrie selesai mengoleskan salep di jarinya dan pergi bersiap setelah menghabiskan sandwich yang ia buat.


Crystal tanpa ragu berbaring di kasur yang di tempati oleh Jefrie lalu membuka ponsel barunya yang berisikan tentang berita berita terbaru, belum lagi berita tantang kencan buta Kevin Son, yang seharusnya bersama dirinya kini malah bersama orang lain tanpa ada yang menyadarinya.


“Sorry kak Sivaya, aku akan menyayangi mu saat aku kembali nanti. Hihi..” Gadis itu terkekeh kecil seraya memandangi foto Kevin.


Baru saja ingin bangkit dari tidurnya, ponselnya sudah di hubungi oleh seseorang.


“Halo? ” Jawab Crystal setelah mengangkat telponnya.

__ADS_1


Masih belum ada suara ia kembali mengucapkan Halo berkali kali.


“Dasar telepon iseng sialan. ” umpat gadis itu setelah mematikan ponselnya. Yah, seharusnya ia menunggu lebih lama lagi untuk bisa mendengar suara yang selama ini ia rindukan.


__ADS_2