
“Kakakmu ada di suatu tempat. Daddy menyuruhnya untuk tinggal sendiri sementara waktu agar dia tidak mengganggumu.” Ucap David seraya mengembalikan ponsel Alice lalu kembali duduk di sofa ruang keluarga, menghidupkan televisi dan mendengarkan berita.
“Aku baru tau kalau dia bisa mengalah dengan mudahnya. Bi Emma tolong cemilannya ya! ” Pekik Alice memanggil pelayan yang ada di rumah mereka lalu ikut duduk bersama Daddy-nya
“Siang siang ini Daddy ada di rumah, sudah selesaikah pekerjaannya? ” Tanya Alice. Karena tidak biasanya Daddy-nya itu pulang lebih awal dari biasanya.
“Daddy ingin berada di rumah saja, bersama Putri Kesayangan Daddy.” Ucap David dengan nada lembutnya seraya mengusap pelan kepala Alice.
“Dad, Alice pindah sekolah ke kota ini saja ya? ” Pinta Alice dengan tiba tiba.
“Bukankah Mommy-mu sudah menyekolahkan mu di Spanyol? Untuk apa lagi sekolah di kota ini? ” Tanya David dengan bingung.
“Alice tidak betah sekolah disana! ” Jawaban singkat putrinya membuat David terdiam sejenak.
“Tidak mudah untuk pindah sekolah seperti itu. Belum lagi Daddy harus ke Spanyol terlebih dahulu untuk mengurus surat pindahnya, lalu mendaftarkan mu di sekolah kota ini. Tidak, tidak. Tetap lah sekolah di Spanyol dan jangan berulah, ” Jelas David pajang lebar.
__ADS_1
Alice yang mendengar penjelasan Daddy-nya itupun mulai memutar otaknya agar bisa membujuknya. “Ayolah Dad, kalau seandainya Alice tetap lanjut belajar di Spanyol, Alice harus terus bolak balik terbang demi menemui Mommy dong. ” Rengek Alice.
“Tetap saja. Bisa membuatmu pindah lagi ke kota ini tidaklah mudah sayang, ” David tetap menolak permintaan Alice.
“Daddy, Please. ” Ucap Alice seraya menyatukan kedua tangannya memohon.
David memijat pelipis nya dan tidak tau harus mengatakan apa lagi. “ Kalau begitu tunggu Mommy-mu pulang dulu, oke? ” Ucap David lalu meninggalkan Alice yang masih merengek dan masuk ke ruang kerjanya.
“Dad, nanti sore Alice mau ke Mall bolehnya bawa mobil? ” Bujuk Alice yang mengikuti Daddy-nya ke ruang kerja.
Ucap David.
“Alice mau sendiri, Dad! ” Rengek Alice lagi.
“No, sayang! ” Ucap David dengan senyumnya dan itu terlihat menakutkan bagi Alice.
__ADS_1
Seperti biasa Crystal menaiki Kereta bawah tanah untuk menuju pusat perbelanjaan di jakarta.
Mencari beberapa peralatan sekolah, karena gadis itu memutuskan untuk kembali ke sekolah setelah 2 minggu lamanya. Tapi sore itu Crystal tidak memakai apapun untuk menyamarkan dirinya, sehingga memungkinkan untuk dirinya bisa bertemu dengan orang orang yang mengenalinya.
Setelah mencari barang yang ia incar, Crystal lanjut mengelilingi pusat belanja mencari beberapa bahan makanan untuk dimasaknya di rumah, walau tidak bisa memasak, setidaknya ada beberapa orang yang mau dengan senang hati mengajarinya.
Daun bawang, daging sapi, bawang bombay, dan beberapa bumbu siap pakai yang di beli Crystal. Dan tidak lupa ia membeli ceker ayam pedas siap makan untuk dirinya sendiri.
Setelah selesai berbelanja, tanpa disadari hari menjelang malam, Crystal pulang menaiki bus agar sampai kerumah dengan cepat, dan tanpa di sadari juga seseorang dengan tubuh sampai wajahnya yang ditutup-tutupi telah membuntuti gadis itu.
Turun dari bus dan berjalan di trotoar dengan cepat agar orang-orang di rumah tidak lama menunggu dirinya. Jefrie yang juga baru pulang dari sekolah melihat Crystal yang berjalan dengan membawa banyak barang pun tersenyum dan berinisiatif membantunya. Namun ia lebih dulu melihat ada seseorang yang mencurigakan mengikutinya, Senyumnya menghilang dan langkahnya lebih cepat lagi.
Jefrie membuntuti orang misterius itu dan menariknya lalu bersembunyi sebelum Crystal menyadarinya dan sebelum orang misterius itu melihat Crystal masuk ke dalam wilayah rumah nya.
“Siapa kamu dan apa yang kamu lakukan dengan membuntuti gadis itu?!” Tanya Jefrie dengan tegas nan memegangi tangan orang misterius itu dengan kuat.
__ADS_1
Tidak mendapatkan jawaban, Jefrie menjatuhkan orang itu di permukaan tanah dan menatapnya dengan tajam. “Jawab! ” Seru Jefrie dengan nada menuntut.