
Di tengah Crystal dan Alfaro tertawa saat menonton Televisi, mereka di hening kan sejenak oleh suara panggilan telepon milik Alfaro. “Terimalah panggilannya kak, mungkin itu penting. ” Ucap Crystal lalu bangun memberikan beberapa plastik cemilan yang mereka makan tadi sambil menonton Televisi.
Mereka benar benar menghabiskan waktu dirumah tanpa melakukan apapun. “Mau kubantu? ” Alfaro menawarkan bantuan.
“Urus dulu pangilan telepon itu. ” Crystal menolak bantuan yang Alfaro tawarkan. Alfaro menekan ponselnya dan mendengar sambutan suara yang hampir tidak asing menurutnya.
“Kenapa kemarin menelpon? Ada hal penting? Apa luka di matamu semakin
parah?” Tanya sangat penelpon saat Alfaro menjawab panggilan tersebut.
“Mari bertemu dulu. Berbicara telepon hanya akan membuatmu bingung, ” Jawab Alfaro.
“Di mana aku harus menemuimu? ” Tanya sangat penelpon. “Tunggu dulu. ” Alfaro menutup speaker ponselnya dan menghampiri Crystal yang ada di kamarnya setelah membersihkan sampah. Alfaro hanya berdiri di bibir pintu dan bertanya. “Apa temanku boleh mampir ke rumah ini, Cry? ”
“Teman? Teman yang mana? ” Tanya Crystal dengan bingung. Karena Alfaro memiliki banyak teman dan Crystal tidak tau teman yang di maksud Alfaro.
__ADS_1
Alfaro menunjuk matanya sendiri seraya mempertahankan tangannya yang tengah menyumpal lubang speaker ponsel. “Pelaku yang membuat mata berharga ku menjadi seperti ini. ”Imbuhnya.
“Hmm, kalau begitu suruh saja dia kemari, aku akan mengomelinya habis habisan. ” Ucap Crystal dengan senyum meledeknya.
“Jangan macam-macam, ” Alfaro membuat rasa kesalnya terlihat jelas.
“Hm, kau kemarilah. Aku akan mengirimkan alamatku lewat pesan. ” Ucap Alfaro setelah melepas tangannya dari lubang speaker ponsel.
Sang penelpon mengiyakan perkataan Alfaro dan langsung menutup sambungan teleponnya secara sepihak dengan tiba-tiba.
dapur? ” Tanya Alfaro seraya menyenderkan tubuhnya di bibir pintu kamar Crystal.
“Kemarin aku sempat membeli pasta mentah karena ingin memasaknya di rumah. Karena belum ku masak juga kakak bisa menggunakannya. ” Ucap Crystal setelah mendudukan diri dari tidurnya.
“Apa kakak ingin membuatnya untuk orang itu? Apa kakak jatuh cinta padanya” Crystal mengimbuhkan pertanyaan yang membuat Alfaro terdiam sejenak. “Apa maksudmu? Aku memasak makanan itu agar dia tidak kelaparan saat pulang nantinya. ” Alfaro mengelak dan berjalan menuju dapur.
__ADS_1
Crystal tersenyum meledek Alfaro, dan tentunya pria itu merasa sedikit kesal. “Apa kamu mau kelaparan malam ini? ” Alfaro meledek Crystal kembali dengan sebuah ancaman yang menunjukan rasa kesalnya.
Senyuman Crystal menghilang seketika dan langsung bersimpuh di tempatnya duduk.
Seolah itu menunjukan rasa penyesalan karena telah menjahili Alfaro. “Maafkan aku kak. ” Bibir gadis itu dikatupkan dan terlihat sedikit ketakutan.
Karena jika Alfaro atau Jefrie tidak memasak maka Crystal tidak bisa lagi merasakan makanan lezat yang selalu ia rasakan setiap harinya.
“Mau bantu aku memasak? Aku butuh asisten,” Ucap Alfaro.
“Seolah-olah ada orang lain di rumah ini sekarang. Bilang saja kau membutuhkan bantuan ku. ” Ucap Crystal dengan kesal lalu bangun dari duduknya, menuju dapur lalu mencuci tangannya bersiap membantu Alfaro.
Sesekali mereka bertengkar layaknya saudara sungguhan. Jika saja Crystal bisa mengubah takdir maka ia sangat ingin sekali lahir dari rahim yang sama dengan mereka bertiga.
~Sepi sekali~ Di mana para pembaca~ Mohon Like, Coment, dan Gift-nya sebagai bentuk dari dukungan kalian~Aku kesepian~
__ADS_1
Sayang kalian banyak banyak jika kalian menyayangi usaha ku juga🥰😘