Double : Face

Double : Face
28. Minta penjelasan


__ADS_3

“ Aku baru mengenalnya, masa iya aku harus membawanya ke sini. ” Alfaro menolak perkataan Angel dengan sehati-hati mungkin agar wanita itu tidak menganggap bahwa itu adalah penolakan.


“Kau harus melakukannya. masalah dia mau atau tidaknya itu aku yang urus. kamu hanya perlu membawanya kemari saja. ” Jelas Angel.


Alfaro tampak berpikir keras dan menatap kertas yang berisikan nomor yang di berikan Echa tempo lalu. Ia bahkan menambahkan nomor itu ke ponselnya barangkali ia mengiyakan permintaan Angel dan langsung menghubungi gadis itu.


“Apa yang kamu pikirkan, coba saja bawa dia kemari. Aku akan membujuknya, ” Ucap Angel menyadarkan Alfaro.


“Hm, aku akan mencoba menghubungi nya nanti, kakak tunggu saja. Dan ya, hari ini kan aku tidak ada pemotretan. Boleh dong aku pulang? ” Ucap Alfaro seraya membujuk Angel agar dirinya dibolehkan pulang.


“Pulang kepalamu! ” Angel memukul pelan kepala Alfaro karena karena geram.


“Hari ini ada banyak pesanan, lebih baik bantu kemas pakaian dengan karyawan lain sana! ” Imbuhnya.

__ADS_1


“Tidak ada libur untuk orang sakit kah? ” Tanya Alfaro dengan rengeknya.


“Hm, tidak! Yang sakit kan mata bukan tangan dan kakimu, jadi silahkan bekerja jika pekerjaan mu baik akan ku beri bonus! ” Ucap Angel dengan intens dan tentunya itu membuat Alfaro bersemangat lalu berlari menuju ruangan tempat mengemas pakaian.


Angel yang melihat tingkah Alfaro yang menggemaskan pun sedikit menarik sudut bibir nya dan Kevin yang menatap Angel sedari tadi saat pemotretan, menyadari perasaan wanita tersebut.


“Angel! ” Panggil Kevin seraya berjalan mendekati Angel.


“Ada apa kak? Sakit lepaskan ini dulu! ” Rintih Angel saat merasakan sakit di bagian yang di pegang Kevin.


“Apa kakak tidak pernah memperingatkan kamu untuk jangan pernah menaruh hati pada Alfaro?! Hubungan kalian itu tidak akan berhasil jika dilakukan. Kakak mohon untuk menyerah sekarang sebelum kamu lebih terluka lagi nantinya! ” Dengan lembut namun terlihat tegas Kevin berusaha untuk membuat Angel mengerti.


“Aku butuh penjelasan kak! ” Sahut Angel yang tidak mau mengerti. “Aku butuh penjelasan kenapa aku tidak bisa menjalin hubungan dengan Alfaro. Apa alasannya kak?” Imbuhnya dengan raut wajah yang sedih.

__ADS_1


Ini tidak adil baginya. Selama hidupnya, ia baru mau memberikan hatinya pada Alfaro, meskipun pria itu tidak menyadarinya. Angel bahkan rela memberikan penghasilan penjualan pakaiannya pada pria itu jika diminta.


“Dengarkan kakak, Angel. Apa kamu mau membuat kak Aron kecewa dengan sikapmu!”


Sentak Kevin dengan nada bicaranya yang tertahan agar tidak di dengar orang lain di luar.


“Kenapa tiba-tiba menyebut kakak Aron?! ” Ucapan Angel terdengar seperti orang yang tengah kesal.


“Aku jadi merindukannya, ” Imbuhnya. “Iss.. cepat selesaikan pemotretannya. Aku ingin cepat pulang dan menemui kak Aron! ” Imbuh lagi Angel seraya keluar ruangan dengan kesal.


“Kalau rindu cepatlah pulang. Kenapa malah menumpahkan wajah kesalmu itu padaku?! ” Kevin berbalik kesal dan mengikuti adiknya keluar dari ruangan tersebut.


Kevin menuruti perintah adiknya dan dengan cepat mengganti pakaian. Memberikan gaya potret terbaiknya, belum lagi saat pria itu memegang bunga mawar dan berlagak se*y dengan membelai bunga tersebut di leher dan wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2