Double : Face

Double : Face
22. Ancaman misterius


__ADS_3

Kereta bawah tanah yang melaju dengan cepatnya memiliki ratusan penumpang di dalam nya.


Yah salah satunya adalah Crystal. Di banding menuruti perkataan Jefrie dan belajar, ia lebih memilih untuk pergi keluar dan memasuki kereta bawah tanah.


Karena keluarga Crystal tidak ada yang pernah naik transportasi itu, Crystal menjadi lebih yakin kalau dirinya tidak akan bertemu dengan salah satu keluarga nya.


Keluar dari stasiun kereta bawah tanah, ia masuk ke restoran burger yang paling terkenal di jakarta.


“Pesan Chicken cheese sauce, beef burger, dan minuman soda nya ya kak. ”Memesan makanan untuk dirinya sendiri dan langsung membayarnya dengan uang tunai.


Menunggu selama sepuluh menit makanannya datang, tak lupa ia juga memesan untuk orang orang yang ada di rumah.


Baru saja makan beberapa suap, hal yang tak terduga ada di sana, Alice yang sekiranya akan pulang beberapa minggu lagi, kini sudah ada di jakarta.


“Dia pulang lebih cepat dari dugaan ku. ” gumam Crystal seraya menatap tajam Alice yang sedang memesan makanannya.

__ADS_1


ia tidak segan segan menyegol lengan Alice tanpa adanya kekhawatiran, itupun tidak mengatakan maaf dan pergi begitu saja menuju toilet.


“Dasar orang tidak sopan! ” Gerutu Alice yang hendak duduk di kursi. Alice tampak tidak mengenali Crystal. Ya jelas, Kacamata hitam dengan masker, belum lagi wig bob yang ia pakai, tak lupa memakai softlens hitam agar matanya yang khas tidak di kenali saat dimana kacamata nya jatuh, dan tentu saja topi hitam.


Penampilan Crystal saat itu sangat jauh dari Crystal yang di kenal Alice.


Crystal kembali dari toilet dan mengambil pesanan yang hendak di bawa pulang, lalu pergi begitu saja melewati Alice.


Ia juga menaruh lipstik yang memiliki alat pelacak tersembunyi di barang itu dan meletakkannya di tas Alice tanpa ragu dan tentunya tidak di sadari oleh pemilik tas.


Ayah, kutukan mu akan bertindak. Waspadalah!


*


Di tempat lain, Alfaro yang sedang melakukan pemotretan tetiba mendapat telpon dari seseorang misterius.

__ADS_1


“Apa benar ini nomor ponselnya Alfaro Beth Agraish? ” Tanya orang misterius itu. Tidak di ketahui lagi dia pria atau wanita, karena orang misterius itu memakai alat pengubah suara. Tentunya Alfaro tidak mengenali pemilik suara tersebut.


“Siapa ini? ” Alfaro menjawabnya dengan bertanya balik.


“Aku tidak akan ber basa basi lagi. Jika kau ingin mengetahui keberadaan orang tuamu, datang lah ke kafe SH besok pagi. Starlla dan Alby, mereka ada di tanganku.”


“Jika tidak, maka akan aku pastikan kalau kau tidak akan pernah bertemu dengan orang tuamu lagi! ” Imbuhnya orang misterius itu dengan ancaman.


Alfaro yang tadinya ingin menganggap itu hanya telepon iseng, kini saat mendengar nama ibunya di sebut, perasaannya menjadi campur aduk.


Tidak. Ini mungkin hanya telepon iseng, abaikan saja. Mana mungkin mereka ada di sana.


Tanpa mengatakan sepatah katapun Alfaro menutup telponnya.


Ada apa Al? Tanya Angel saat menyadari perilaku aneh Alfaro. “ Apa kau sakit? ” Imbuhnya seraya mendekati Alfaro

__ADS_1


“Tidak, leherku hanya sedikit pegal saja. ” Bohong Alfaro, karena tidak ingin membawa masalah pribadi nya ke dalam pekerjaan.


“Kalau begitu istrahat sebentar, sambil merapikan pakaian mu. ” Ucap Angel seraya menepuk pelan punggung Alfaro.


__ADS_2