Double : Face

Double : Face
29. Pulang


__ADS_3

Tanaman mawar yang tengah diguyuri air yang keluar dari gembor, terlihat sangatlah segar di mata Crystal, belum lagi mendengarkan iringan musik yang keras di telinganya dengan perangkat suara yang baru ia beli.


Baru saja ingin menyambut lirik musik favorit nya, sebuah deringan dari ponsel yang sama tetiba saja berbunyi dan membuat Crystal sedikit kesal dan bertanya-tanya setelah melihat nomor yang tidak di kenal sedang menghubunginya.


Tidak memeriksa lebih dulu, Crystal langsung saja menerima telepon tersebut. “Halo! ” Ucap Crystal setelah menggesek ponselnya.


“Kapan kamu akan pulang?! ” Suara serak yang terdengar sangat tidak asing di telinganya membuat bulu kuduk Crystal berdiri. Se berusaha mungkin ia menenangkan diri agar tidak panik.


“Siapa anda?” Tanya Crystal dengan tenang, tetapi was was dalam benaknya.


“Pulanglah, selagi aku bicara baik baik dengan mu! ” Terdengar suara David yang tertahan karena menahan amarahnya.


“Maaf, tapi sepertinya anda salah menghubungi seseorang. Mohon periksa kembali nomor yang anda tekan. ” Crystal berucap ramah lalu dengan cepat ingin memutuskan sambungan telepon tersebut. Jari Crystal sudah ada di atas tombol dimana ia bisa menutup sambungannya. Namun niatnya dihentikan kala David menyebut nama orang yang paling Crystal rindukan.

__ADS_1


“Jessica! ”


“Aku akan membantumu, mencari ibumu Jessica! ” Ucap David.


Untuk sementara waktu, Crystal terbelenggu dengan perkataan David, ayahnya.


Menjatuhkan gembor yang ia pegang, dan dengan cepat masuk ke dalam kamarnya, bersiap mengemasi barang-barang dan menuruti perkataan David untuk pulang ke rumah.


Namun langkahnya terhentikan saat mengingat watak asli ayahnya itu. “Apa kamu tengah mengecohku sekarang? ” Tanya Crystal dengan ketus.


“Kenapa juga aku dengan bodohnya percaya pada perkataan pak tua itu. Hah, bodohnya aku. ” Crystal bergumam sendiri atas kebodohan yang dilakukannya. Berbaring di tempat tidurnya dan tertawa kesal dengan apa yang dialaminya hari ini lalu mengumpat dirinya sendiri, Crystal seakan membenci dirinya karena terlalu mudah untuk dikecoh.


Sementara di kediaman Ezevil. David memerintahkan bawahannya untuk melacak keberadaan Crystal. Terlebih Crystal sudah menerima panggilannya tadi, maka akan lebih mudah lah untuk David melacak keberadaan putrinya tersebut.

__ADS_1


“Hukumanmu akan lebih berat lagi karena sudah membuat Putri Tersayangku khawatir, Crystal! ” David bergumam mengutuk Crystal.


“Daddy! ” Alice yang tengah menuruni tangga dengan riangnya menghadiahkan sebuah pekikan untuk Daddy nya.


“Hati-hati, jika jatuh kamu akan lecet nantinya. Dan kenapa kamu terlihat sangat gembira, apa yang membuatmu seperti ini? ”


Tanya David sembari menghampiri putrinya yang sudah hampir sampai padanya.


“Mom mengirimkan pesan padaku, dan dia bilang akan pulang lebih cepat. ” Ucap Alice dengan senyum sumringahnya.


“Oh ya Dad, selama aku di sini kenapa aku tidak melihat anak itu? ” Alice menanyakan keberadaan seseorang nan senantiasa membuatnya kesal yang tidak lain dan tidak bukan adalah Crystal.


“Apa Mommy mu mengirimkan pesannya? Coba Daddy lihat! ” Dengan intens David mengambil ponsel Alice yang memang berisikan pesan dari Istrinya.

__ADS_1


“Mommy akan pulang seminggu lagi. ”


Pesan singkat namun terlihat meyakinkan membuat David menghela nafasnya lega karena setidaknya ada kabar dari istrinya yang sudah hilang setengah bulan lamanya.


__ADS_2