
“Grey”
“Apa kau tidak berniat kerja lagi. Seorang bocah saja tidak bisa kau cari. ”
Suara menggema yang di dengar oleh Grey benar benar membuatnya amat sangat takut, belum lagi Grey yang masih terlihat sangat marah.
Walaupun Aron Son adalah kolongmerat yang dikenal dengan sahamnya yang paling besar di kota tersebut, namun jika dirinya dilaporkan melakukan penculikan maka polisi atau hukum di kota tersebut tidak akan segan segan melemparnya ke balik jeruji besi.
“Jika tidak bisa kau cari sampai besok, maka pekerjaanmu juga akan di berhentikan besok juga. ”Imbuh Aron
“Tu-tuan sebenarnya saya sudah menemukan anak yang melapor itu, beserta orang yang selama ini anda cari juga saya temukan. ” Tidak memiliki cara lain lagi untuk mengelak, dengan terpaksa Grey membantah perintah Kevin dan memilih akan menceritakan semuanya.
“Apa! ”
“Kenapa tidak memberitahuku dari
awal? ”
“I itu, tuan Kevin melarang saya untuk mengatakannya dan juga, setiap mendapat informasi baru saya terus melaporkannya pada tuan Kevin terlebih dahulu sesuai perintahnya.” Grey memperjelas keadaannya.
“Aku bos mu, bagaimana bisa kau mendengarkan yang lain dibandingkan dengan tuanmu sendiri. ”
__ADS_1
“Sekarang dimana anak itu? ” Tanya Aron dengan berusaha tenang.
“Anak yang mana bos, yang melapor kah atau anak yang selalu anda cari selama ini? ” Grey kembali bertanya karena bingung orang mana yang ditanya oleh bosnya.
“Anak yang lama. ” Sahut Aron.
“Ah, dari informasi yang saya dapat, selama ini anak itu bekerja di toko butik Angel tuan, di toko adik anda. ” Grey menjelaskan semua informasi yang selama ini ia tutupi karena perintah Kevin.
Tentunya Aron terkejut karena orang yang selama ini ia cari ternyata ada di dekatnya tanpa ia ketahui.
“Dan satu lagi tuan. ” Grey hendak mengatakan informasi tentang anak yang melapor, namun ia terlihat ragu.
“Dan, apa? Kenapa kamu terlihat ragu? apa kau ingin menyembunyikan sesuatu lagi?! ” Tanya Aron dengan Intens.
Aron lebih terkejut lagi saat mendengar jawaban Aron yang terakhir. Pria paruh baya itu terduduk dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Apa dia mengandung anak tanpa memberitahu ku lagi?! ” Aron bergumam dengan tatapan matanya yang mulai kosong.
“Grey, coba kau cari beberapa Foto anak itu dan keluarganya! ” Perintah Aron pada Grey.
“Anak yang mana tuan? ” Tanya Grey dengan bingung lagi.
__ADS_1
“Anak yang lama! ” Jawab Aron tegas dengan sedikit menyentak.
Di tempat lain, tepatnya di butik Angel, Kevin tengah melakukan pemotretan menggunakan batik yang di jahit oleh adiknya.
Penampilan nya kini sedikit lebih menawan di banding menggunakan jas merah terangnya.
Sementara Alfaro, ia terus saja menyentuh pelan matanya lalu mendesah kesakitan, Angel yang melihatnya pun merasa sedikit kasihan dan menghampiri nya.
“Apa masalah matamu langsung hilang saat kau terus saja menyentuh nya? biarkan saja lebamnya agar cepat sembuh. ” Ucap Angel.
“Ini sedikit mengganggu ku dan ini terasa tidak nyaman. ” Tanpa ragu Alfaro mengatakan keluh kesahnya.
“Apa kamu bodoh, memangnya siapa yang mau merasa tidak nyaman, yang sakit itu pastinya sangat mengganggu. Mau ke rumah sakit? ” Ucap Angel sembari melepaskan tangan Alfaro yang sedari tadi menyentuh matanya.
“Tidak, aku dengar dari seseorang, lebam ini mungkin akan sembuh setelah satu atau dua minggu kedepan. Ini tidak terlalu lama” Ucap Alfaro mengingat perkataan Echa.
“Oke deh kalau begitu, tapi yang bilang seperti itu perempuan atau laki-laki? ” Tanya Angel penasaran karena teringat dengan tugas yang di berikan nya belum di penuhi oleh Alfaro.
“Perempuan.”Jawab Alfaro cepat.
“Cantik tidak? ” Tanya lagi Angel.
__ADS_1
“Itu, agak lumayan sih, hehe” Ucap Alfaro sembari sedikit tersenyum setelah mengingat ingat wajah Echa.
“Bawa dia kemari! ” Perintah Angel membuat Alfaro sontak menghilangkan senyumnya dan terkejut.