Double : Face

Double : Face
31. Keyla menangis


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Crystal mendapati Keyla sendirian menangis tersedu-sedu di depan televisi. “Ada apa Key, kenapa menangis? Apa ada masalah? ” Tanya Crystal setelah ada mendekati Gadis yang tengah menangis itu. Crystal mengusap air mata Keyla, dan membelai kepalanya.


“Apa ada masalah? Katakan pada ku? ” Tanya lagi Crystal karena tidak mendapatkan jawaban. “Kak... ” Baru saja Keyla ingin menjelaskan keadaannya, suara pintu terbuka membuatnya terkejut dan langsung lari ke kamarnya, tak lupa ia memberi tahu Crystal agar tidak mengatakan apapun pada saudaranya.


Jefrie yang terlihat setelah pintu terbuka. “Kenapa kau ada di depan televisi setelah sampai rumah, segitunya kah ingin menonton sesuatu? ” Tanya Jefrie meledek.


“Bagaimana kamu tahu kalau aku baru sampai di rumah? ” Tanya Crystal.


“Hm, aku melihat mu tadi di depan. ” Ucap Jefrie dengan senyumnya yang meledek lagi lalu masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


“Kau melihatku tapi tidak membantuku, padahal kau tahu kalau aku membawa banyak barang. ” Ucap Crystal yang menggerutu lalu meletakkan barang yang di belinya tadi nan seharusnya ada di dapur.


Malam semakin gelap, orang-orang yang serumah dengan Crystal tengah melakukan aktivitas makan malam. Setelah selesai makan, tanpa mengatakan sepatah katapun, Keyla masuk ke kamarnya dengan perasaannya yang bimbang. “Ada apa dengan Keyla, aku merasa dia tidak seperti biasanya? ” Tanya Alfaro saat merasakan adiknya yang gelisah.


“Aku melihatnya menangis tadi di depan televisi, kurasa terjadi masalah dengan sekolahnya. ” Ucap Crystal setelah selesai membersihkan piring piring yang kotor.

__ADS_1


“Kenapa kau baru memberi tahu ku! ” Sentak Jefrie membuat Crystal terkejut.


Saat melihat Jefrie yang hendak memasuki ruangan Keyla, Crystal lebih dulu menahannya,


“Aku akan bicara padanya. Kau belajar lah, ujian akan menghampirimu nanti. ”


“Dan kak Alfaro. Kak oleskan lagi obat ke mata kakak agar cepat sembuh, ” Imbuh Crystal.


Dua saudara itu lebih memilih untuk percaya pada Crystal dan melakukan apa yang Crystal katakan. Dan mungkin Keyla akan lebih terbuka dengan Crystal karena mereka sesama wanita.


Setelah memastikan mereka melakukan apa yang Crystal katakan, gadis itu mulai masuk ke kamar Keyla dan langsung mengunci pintunya agar kedua saudra itu tidak masuk tiba tiba saat Keyla dan Crystal tengah berbincang.


Tunggu, tunggu dan menunggu. Akhirnya Crystal keluar dari kamar Keyla dan memberikan kode untuk diam, karena gadis kecil mereka itu sudah tertidur lelap.


“Apa terjadi masalah?! ” Tajam Jefrie dan Alfaro bersamaan setelah mengikuti Crystal ke dapur.

__ADS_1


“Tidak terjadi apapun, Keyla hanya merasa penat saja, dan juga.... Sedang mengalami putus cinta, ” Jawab Crystal. Saat mendengar perkataan Crystal, dua bersaudara itu menghrla nafasnya dengan lega. Karena setidaknya tidak ada hal buruk yang menimpa Keyla.


“Kak Alfa, Apa sudah mengoleskan salep di mata kakak? dan Jefrie, apa kamu sudah belajar? ” Tanya Crystal karena saat ia keluar dari kamar, dua bersaudara itu dengan cepat menghampirinya seolah sudah menunggu sejak lama.


Dan benar saja, mereka bedua dengan kompaknya menggelengkan kepala dengan wajah tanpa dosa. “Aku benar-benar anak tiri kah disini? Tidak ada yang mendengarkan ku?” Crystal sedikit kecewa dan membuat Alfaro dan Jefrie merasa bersalah.


“Kak Alfa ikut aku. Jefrie, kamu belajarlah! ” Ucap Crystal seraya berjalan kearah ruang televisi dan diikuti oleh Alfaro. “Aku ingin menanyakan sesuatu dengan mu. ” Ucap Jefrie seraya menghalangi langkah Crystal.


“Tunggu saja di kamar mu sambil belajar, aku akan menghampiri mu nanti saat aku sudah mengoleskan obat ke mata kak Alfaro. ” Ucap Crystal dan hendak melanjutkan langkahnya. Namun, dihentikan lagi tapi kali ini Alfaro yang menghentikannya.


“Di kamar? Menunggu? Apa yang kalian katakan?! Kalian masih SMA! Berbicaralah di sini, aku akan mengoleskan obat sendiri! ” Ucap Alfaro panjang lebar dan membuat Crystal dan Jefrie menggaruk lehernya yang tidak gatal secara bersamaan.


“Kami tidak akan melakukan apapun! ” Sahut Crystal yang pipinya mulai merona setelah menyerap perkataan Alfaro.


“Crystal, apa kamu memiliki masalah, ada sesuatu yang terjadi hari ini? ” Tanya Jefrie setelah melihat kakaknya sudah masuk kamar.

__ADS_1


“Kenapa? Ada apa? ” Crystal bertanya kembali karena tidak paham dengan apa yang ditanyakan Jefrie.


“Tidak ada. Hanya saja... Mungkin aku salah paham, kamu tidurlah. Selamat malam! ” Melihat Crystal yang kebingungan membuat Jefrie mengurungkan niatnya untuk memberitahukan kejadian sore itu.


__ADS_2