Dunia Senja

Dunia Senja
10. bertemu lagi


__ADS_3

*****pov Fahmi rizky mauliddin


Sudah sekitar dua jam aku berada ditempat fitnes, kebetulan hari ini aku mendapatkan tugas malam jadi siang hari ada waktu senggang untuk berolahraga, aku berada ditempat fitnes sendiri ketiga temanku tak ada yang ikut denganku, mager alasannya, dengan terpaksa aku pergi sendiri.


Jam telah menunjukan pukul 09.00pagi, bulir-bulir keringat sudah membasahi baju kaos tak berlenganku yang berwarna hitam yang ku pakai ini, sepertinya aku sudah harus mengakhiri olahragaku hari ini, aku duduk dipojokan untuk beristirahat ku tenggak air mineral yang tadi sudahku beli sebelum berangkat kesini untuk menghilangkan dahagaku.


"hai brow,...sendiri aja nih" kata pria yang baru saja menghampiriku, namanya andre salah satu pengusaha muda dikota makassar aku mengenalnya dari irwan karena andre dulu adalah teman sekolah irwan.


"ya seperti yang yang kamu liat lah ndre" kataku tersenyum kearahnya sambil menyalami tangannya ala tos, "kamu sendirian juga brow?"kataku gantian bertanya pada andre.


"aku sama ade sepupuku, tuh yang disana.."kata andre sambil menunjuk kearah wanita yang membelakangi kami yang berlari-lari menggunakan treadmill


"sya,...."katanya lagi memanggil sepupunya, melambaikan tangannya mengisyaratkan untuk menghamipiri kami.


Seketika ia menoleh kearah kami sambil tersenyum, aku hanya speechless memandang kearah adik sepupu dari andre yang berjalan mendekat arah kami, wanita yang tadi malam baru aku kenal dengan tidak sengaja disebuah kafe, caca kan itu pikirku.


"kenapa kak?"kata sepupu andre


"ini kenalin temen kakak"kata andre memperkenalkanku kepada sepupunya, "brow kenalin syahilla sepupuku" kata andre kepadaku.


"ini abang yang tadi malamkan" katanya kepadaku dengn wajah agak mengingat-ngingat, ya benar ini caca tapi kenapa namanya syahilla ya pikirku lagi, aku hanya tersenyum karena dia mengingatku.


"kamu kenal sya sama temenku?"kata andre, "brow..."kata andre menoleh kearahku mencari jawaban, aku hanya diam membiarkan caca memberikan jawabannya.


"kalo gak salah namanya bang fahmikan? katanya, "bener gak? katanya lagi memastikan, ternyata ingatannya bagus juga masih ingat sama aku batinku, aku hanya mengangguk mengiyakan pertanyaannya sambil tersenyum.


"loh kenal rupanya, kenal dimana?" kata andre lagi, aku masih membiarkan caca yang menjawab, karena biasa seorang cwe itu lebih dominan suka bicara dari pada cwo.


"inini yang aku ceritain tadi kak, yang semalem bantu aku sama sinta tapi nanggung" katanya sambil agak cemberut, tapi aku malah tersenyum.


"hussttt,...lagian kamu juga aneh sya, gak kenal malah suruh nampol" kata andre, "kalo memang sudah gak bisa ditoleran tanpa kamu suruh juga dia bakal nampol cwo temen kamu sya" katanya berjeda, "kamu sih gak tau dia ini siapa?" kata andre lagi


"emanng aku gak tau kak, emangnya siapa?" kata caca, "tukang pukul, bodyguard, pegulat, apa kak?" katanya lagi, aku hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalaku lagi sambil memegang keningku, merasa lucu dengan ekspresinya.


"weiiiii,....kamu ni sya, tukang pukul sama bodyguard aja kalah sama fahmi sya, apalagi pegulat lebih-lebih kalah dari fahmi, dia ini TNI loh" kata andre, aku hanya diam menyikut andre yang akhirnya memberitahu profesiku.


"TNI,....maksutnya tentara ka?"katanya lagi, "eh,...maaf ya bang,...gak sopan,...peace bang" kata caca sambil menunjukan dua jari huru v kepadaku sambil tersenyum, seperti dalam bayangan orang-orang TNI adalah orang bersifat garang, mungkin dalam pikiran orang-orang TNI juga memiliki sifat yang keras.


Aku masih tersenyum-senyum melihat kelucuan wanita cantik dihadapanku ini, manis sekali pengen nyubit pipinya rasanya batinku, "hemmmm,....setau aku namanya caca loh ndre" kataku akhirnya membuka suara bertanya kepada andre.


"caca mah panggilan temen-temennya fah, namanyakan syahilla mariska" kata andre, aku mengangguk mengerti, seperti halnya adikku yang selalu dipanggil caca dirumah karena nama kesayangan.


"balik kesana ya kak, kita baru aja kesini keringetan aja belum udah kak andre panggil" kata syahilla pada andre, sedang andre hanya mengangguk saja, "mari bang aku balik kesana" katanya berpamitan kepadaku, aku hanya menunjukan jempolku sambil tersenyum, syahillapun beranjak pergi meninggalkan kami & melanjutkan ngegymnya lagi.


Aku tersenyum kearah syahilla meskipun ia tak melihat kearahku, gadis yang menarik ya walaupun sepertinya ia tak sama sekali tertarik padaku batinku, gak nyangka si ketemu lagi dilain tempat seperti ini sama dia, ini menunjukan dunia ini memang sempit ujung-ujungnya isinya manusianya itu lagi...itu lagi....tapi agak seneng sih ketemu cwe ini batinku.


"kenapa brow senyum-senyum mulu" kata andre, aku seketika menggaruk-garuk tengkukku yang tidak gatal.

__ADS_1


"sepupu kamu kuliah dimana ndre?" tanyaku to the point.


"universitas hasanuddin brow,...calon dokter dia" kata andre, aku hanya manggut-manggut, "kenapa brow ada something" kata andre sambil tersenyum.


"gak ada ko" kataku seadanya.


"kalo naksir ngomong aja brow, aku bantu comblangin, soalnya sepupuku ni agak susah juga dideketin orangnya" kata andre sambil merangkulku.


"ah....engga brow,....cuman sedikit penasaran aja, dia agak cuek ya" kataku


"ya begitulah, dia itu emang orangnya kalo gak kenal deket gitu brow, keliatan sombong padahal sebenernya gak sombong loh dia" kata andre,


"dia itu selama kuliah gak pernah punya pacar atau deket sama cwo brow, alasannya dia mau fokus kuliah, cepet jadi sarjana & ambil gelar dokternya, terus pulang deh kekampungnya" kata andre, aku menaikan satu alisku, begitulah seorang anak, disekolahkan jauh-jauh oleh orangtuanya untuk menuntut ilmu & suatu saat ia harus kembali dengan tujuan memajukan kampungnya & mengabdikan dirinya disana, cinta kampung halaman pikirku.


"emang berapa lama lagi dia lulus?"tanyaku penasaran.


"emmm kurang taulah aku brow, yang jelas bentar lagi koas dia, tapi gak tau dimana tempat dia koas"kata andre menjelaskan


Ku tenggak kembali air mineral yang berada ditangku masih sama tetap sambil ku perhatikan syahila, dia cantik tapi tetap saja aku bingung kenapa tiba-tiba sepenasaran ini dengannya, ya sudah lama rupanya aku tak sepenasaran ini dengan wanita batinku sambil tersenyum, aku lupa rasanya suka dengan seseorang, lupa jatuh cinta tepatnya...... tapi aku tak mau terlalu buru-buru mengasumsi perasaanku ini, gak mau terlalu berfikir kalau aku suka sama dia sapa tau hanya penasaran biasa, gak mau kecewa lagi kaya dulu pikirku, aku lalu pamit kepada andre untuk pulang karena waktu telah menunjukan pukul 10.00pagi sudah terlalu lama rupanya aku disini, setelah berpamitan aku keluar dari tempat gym & mengendarai motorku menuju barak.



ini muka fahmi yang yang kaget liat syahilla atau caca



\=>*******back to school.....aliesya""""


""""tet"""""tet""""""tet""""""tet""""""


Bel istirahatpun telah terdengar, masing-masing murid bersama teman akrabnya keluar dari kelas sambil bergandengan atau berjalan bersama, aku masih duduk diam ditempatku enggan untuk meninggalkan tempatku, ku usap dengan kasar wajahku sesekali aku mendengus kasar, kepalaku saat ini sudah ku topang dengan kedua tanganku diatas meja.


"ayo" kata sandra yang sudah berdiri didepan mejaku dibangkunya, begitu juga dengan anin & mia yang sudah berdiri didepan bangkunya masing-masing menghadapku & asyifa yang masih tetap duduk ditempat, asyifa sangat tau bagaiamana aku jika berada dikondisi mood yang tidak baik seperti ini, sepertinya ia sudah sangat hapal seperti apa aku.


"aku engga deh,...kalian aja"kataku kepada ketiga temanku, biasanya saat istirahat seperti ini akulah yang paling antusias untuk cepat-cepat pergi kekantin untuk mengisi perutku, ketiga temanku hanya saling pandang karena jawabanku.


"seriusan ni sya?"kata anin, aku tau pasti mereka bertiga kebingungan tapi aku bener-bener lagi badmood.


"nin,...titip nasi pecel aja dua bungkus ya,sama air mineral dua botol nanti kita berdua biar makan dikelas aja" kata asyifa sambil menyodorkan uang selembaran berwarna merah, aku tau sahabatku memesan dua bungkus nasi pecel kesukaanku ini pasti untuknya & untukku untuk mengisi perutku karena ia tau jika aku tak bisa sama sekali menahan laparku, begini lah aku ketika aku punya masalah aku menjadi tak berselera makan. Ketiga temanku ini akhirnya kelur kelas menuju kantin meninggalkanku & asyifa, kelas sangat sepi sekarang tersisa aku & asyifa.


"hemmmmmmm,...."kata asyifa yang membuang nafas kasarnya dari hidung, lalu melihat kerahku, "ayo cerita, kamu kenapa?" katanya membuka suara, aku melihat kearahnya kami berdua beradu pandang, ya sedari tadi aku belum menceritakan kepadanya perihal aku dipanggil oleh kak miranda, tetapi hanya dengan seperti ini aku yakin asyifa seolah-olah bisa membaca pikiranku & langsung bisa tau pokok permasalahanku.


"kamu tau gak" kataku mulai bercerita.


"gak tau,...kan kamu belum cerita, tapi kayanya aku bisa nebak sih,...ada yang cemburu ya kamu disamperin rasta?" katanya menebak & tebakannya ini memang benar, yakan dia seperti bisa baca pikiranku batinku, aku sedikit mendengus.


"cwenya rasta salah faham, aku tadi dipanggil buat menghadap cwenya rasta" kataku, "padahal kamu tau gak" kataku lagi.

__ADS_1


"dih tanya lagi....sya mana bisa aku tau emang aku roykosasi" katanya memlesetkan kata-katanya membuatku tersenyum.


"kamu memang bukan roykinosi tapi kamu master lembat" kataku yang memlesetkan kata-kataku juga


"lembat pula kenapa gak gabus"kata asyifa, "aih ayo serius,...padahal apa tadi kamu mau bilang?"tanyanya lagi


"padahal cwenya tuh cantik banget tapi bisa-bisanya cemburu sama aku yang gak seberapa ini" kataku sambil manyun, aku gak punya perasaan apa-apa sama rasta bahkan berfikir untuk suka juga engga tapi tetep aja rasaku agak kecewa, kenapa aku kecewa ya karena dia penyebab kesalah fahaman ini sampe pacarnya itu ngancam aku segala pikirku, lagian ngapain coba dia pake acara nyamperin aku segala.


"yang mana si cwenya?, lagian kenapa gak rastanya aja yang ditanya, **** banget" katanya agak kesal.


"namanya wulan" kataku


"aryanti wulandari bukan?, anak ips 2" kata asyifa, sekali lagi tebakannya benar, aku hanya mengangguk saja membenarkan, "aku tau tuh, anak itu memang agak songong, ya udah lupain aja yang jelas kita gak pernah cari masalahkan sama dia, udah anggap aja angin lalu gak usah kamu pikirin,....ok,... lagian cwonya ko yang nyamperin kamu, kalo memang apa kenapa gak cwonya aja yang ditanya" kata asyifa, aku tersenyum kepada sahabatku ini.


Bener juga si yang dibilang asyifa batinku, rasanya agak tenang si denger kata-kata asyifa memang benar aku tak pernah mencari masalah denga wulan jadi lebih baik aku lupain masalah ini, aku tau gosip bakal berlalu seiring waktu, moodku sedikit-sedikit membaik karena nasehat-nasehat dari sahabatku ini, memanglah dia bener-bener terbaik tau banget bikin hati adem cocok banget buat bang bariq batinku.


Setelah beberapa menit akhirnya ketiga temanku kembali dari kantin & membawakan pesanan asyifa, dibukanya bungkusan tersebut lalu diberikannya kepadaku satu bungkus nasi pecel beserta satu botol air mineral.


"ayo makan"kata asyifa kepadaku, aku lalu memakannya, ya walaupun ini satu bungkus nasi pecel gak cukup ya tapi lumayan lah buat ganjel perut lagian masih banyak cemilan didalam laciku batinku.


Kusuapkan sendok demi sendok nasi pecek kedalam mulutku, nikmat banget lah nyesel rasanya tiba-tiba moodku tadi jelek jadi gak bisa makan kenyang-kenyang batinku lagi, setelah ku habiskan satu bungkus nasi pecel didepanku aku berdiri untuk membuang pembungkusnya, aku berjalan keluar kelas membawa bungkusan tadi lalu ku buang ketempat sampah.


"haiiiii...."kata suara seseorang dari arah belakangku, aku lantas menoleh, aku seketika cuman bisa diam, ini kenapa rasta lagi....rasta lagi pikirku, aku lalu masuk kedalam kelas untuk menghindarinya.


"sya,..."katanya lagi mendongak dari pintu memanggilku yang sudah berada didekat bangkuku, "yaelah orang mau ngajak ngomong malah asal nylonong aja masuk kelas" kata rasta lagi.


"eh rasta gak usah ganggu-ganggu aliesya napa" kata asyifa nyaring.


"lah sapa yang ganggu coba, aku cuman pengen temenan aja ko" kata rasta, masih tetap dengan mode diamku aku langsung duduk dibangkuku.


"sudah sana pergi" kata asyifa mengusir rasta, bukannya pergi rasta malah masuk kedalam kelasku menghampiriku & duduk disebrang bangkuku tepatnya dibangku wildan & menghadapku.


"sya kamu kenapa si,....marah" katanya bertanya padaku, aku masih tetap diam saja, ini untung didalam kelas belum terlalu banyak anak-anak ya kalo engga mungkin bakal jadi gosip lagi pikirku.


Ketiga temanku yang berada didepan mejaku seperti bertanya-tanya juga ada apa rupanya ini yang terjadi, ada masalah apa aku dengan rasta.


"wah fix ni marah sama aku" kata rasta kemabali


"ta sory ya" aku mulai membuka suara, sepertinya mulai sekarang aku harus memberanikan diri untuk mengungkapkan kekesalanku supaya orang gak semena-mena sama aku kaya yang dibilang asyifa selama ini batinku, "kayanya kamu gak usah temenan sama aku atau nyamperin aku mulai sekarang, kamu tau gak cwe kamu cemburu sama aku" kataku terus terang, ya dari pada kesalah fahaman ini berlanjut lebih baik aku sampein ini langsung pikirku lagi.


Sepertinya asyifa sedikit terkejut aku berani berterus terang seperti ini karena selama ini biasanya aku selalu diam, mungkin disini lah fase kedewasaanku menghadapi masalah, aku menengok kearah asyifa yang tersenyum kearahku.


"emang wulan ngapain kamu?" kata rasta bertanya.


"sudah deh ta, gak usah banyak tanya, aku cuman minta kamu gak usah datangin aku lagi, lagian kita ini bukan temankan, kenal juga gitu-gitu aja ko" kataku lagi


Rasta hanya memukul meja didepannya membuatku & asyifa serta ketiga temanku ini kaget, ia lalu pergi meninggalkanku, aku mengelus dadaku, sedikit lega akhirnya rasta pergi juga.

__ADS_1


__ADS_2