
Sudah banyak murid berdatangan disekolah berlalu lalang berjalan kesana kemari, suasana sekolah yang tak pernah asing dibenak seseorang pasti bisa langsung membayangkan seperti apa suasana disekolahku saat ini, aku berjalan sendiri menyusuri koridor menuju kelasku.
"hallo sya" kata seorang siswi yang menegurku yang muncul dari arah belakang & memegang pundakku, dia berjalan bersama dua siswi lainnya, aku tersenyum kepadanya, namanya sandra & dua temannya lagi namanya mia & anin.
"hai san" kataku membalas sapaannya, selama empat hari bersekolah diSMANSA akhirnya aku mendapatkan teman juga.
"mana asyifa, ko sendirian nih?" kata anin, aku menaikan bahuku, memang tumben banget asyifa jam segini belum sampe pikirku.
Aku berjalan beriringan bersama ketiga teman baruku ini menuju kelas, asik juga ternyata sekolah kalo punya teman seperti ini pikirku, hari-hariku disekolah lebih baik dari pada disekolah yang lama.
"sya..." kata suara teriakan dari arah belakangku, aku & ketiga temanku serentak menoleh keempunya suara.
Ternyata suara tersebut tak lain adalah suara asyifa, aku mulai tersenyum menyambut kehadiran sahabatku ini, ia masuk dicelah antara aku & mia tepatnya sekarang ia berada disebelahku sambil menggandeng tanganku, ku perhatikan wajahnya yang agak kelelahan karena berlari mengejar kami.
"tumben siang banget berangkatnya fa?" kata anin
"kebengkel dulu tadi, ban mobil tiba-tiba bocor, jadi terpaksa aku naik angkot" kata asyifa.
"emmmmmm,...pantesan"kata sandra
Setibanya dikelas bangku sudah mulai penuh terisi para siswa-siswi yang masih menunggu bel berbunyi sambil bercengkrama, aku segera duduk disebelah asyifa, sedang ketiga temanku tadi masing-masing didepan tempat duduk kami.
Kami berlima juga asik mengobrol seperti siswa-siswi lainnya, dulu disekolah lama aku tak pernah punya teman lain selain asyifa kemana-kamana kami selalu berdua, gak pernah nyangka sih sebenernya sampe bisa punya temen lain seperti ini.
"ndut,...kamu dicariin rasta tuh didepan" kata seorang siswa yang datang duduk disebrang bangkuku, aku & asyifa serta ketiga temanku saling adu pandang, ya selain aku punya tiga teman cwe aku juga punya satu temen cwo yang namanya rasta yang aku kenal saat aku pulang dari sekolah dihari pertama mos.
"namaku bukan gendut ya,..."kataku mengingatkan siswa pria yang duduk disebrang bangkuku yang bernama wildan.
"what ever lah,....yang jelas aku sudah sampein kamu dicariin sama rasta, tuh nunggu didepan dia" katanya lagi, aku masih berfikir belum beranjak dari bangkuku.
"emang kenapa dia nyariin aku?"kataku memastikan kepada wildan, wildan menoleh kearahku tersenyum sinis.
"manaku tau,....sana gih" kata wildan, aku akhirnya beranjak meninggalkan bangkuku untuk menemui rasta
Rasta kebetulan adalah kakak kelasku, dia saat ini duduk dikelas dua jurusan ips tepatnya dikelas XI IPS1, dia terkenal sebagai murid yang mempunyai koneksi besar, ayahnya adalah pemilik saham terbesar SMK pelitakasih, walaupun ayahnya adalah seorang pemilik saham terbesar disekolah swasta ia justru memilih untuk bersekolah disekolah negeri ini.
Ku lihat rasta duduk ditepi-tepi semen pemagar tanaman didepan kelasku, aku segera menghampirinya, rasta tersenyum kearahku & berdiri melihat kedatanganku, aku melihat kesembarangan arah memastikan pandangan-pandangan mata-mata penggosip.
"nih..."kata rasta menyodorkan kantongan plastik berwarna hitam kepadaku, aku menaikan alisku, kubiarkan kantongan itu tetap ditangan rasta.
"itu apa?" kataku memastikan
"ini cemilan kali sya,...ambil dong" katanya tersenyum.
"buatku" kataku lagi, rasta hanya mengangguk & tersenyum kembali, aku hanya diam terpaku, tak mengerti kenapa rasta membawakannya cemilan.
Namanya adalah Rasta dwi maher anak kedua bapak yusuf, wajahnya sangat tampan dia merupakan siswa terpopuler dikelas dua, tapi dibandingkan wajah kedua abangku masih tak ada apa-apanyalah dia.
"kenapa itu buatku" kataku lagi masih penasaran.
"takut kamu lapar, jadi aku beli ini buat kamu"katanya
"aku sudah sarapan rasta" kataku singkat
"ah...udah pokoknya ini buat kamu,....dah" kata rasta memebrikan kantongan yang berisikan snack ringan ketanganku & berlalu pergi menjauh.
__ADS_1
Aku kembali melenggang masuk kedalam kelas menuju arah bangkuku, asyifa & ketiga teman kami melihat kearahku penasaran juga pasti kenapa rasta memanggilku.
Aku lalu duduk disebelah asyifa kembali, ku taruh kantongan hitam yang berisikan bermacam-macam snack diatas mejaku.
*********sreeeeeeekkkkkk**********
"apaan nih sya?"kata asyifa
"liat aja sendiri, aku lagi males komentar" kataku, aku seketika kaya ngerasa aneh, baru kali ini ada cwo yang perhatian sama aku.
"ini kripik kentang kamu beli banyak banget sya" kata sandra, yang membuat asyifa serta ketiga temanku melihat kearahku bersamaan, membuat aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak merasa gatal.
"aku buka ya sya"kata anin, aku hanya mengangguk-angguk, "ini bener kamu yang beli kah" katanya lagi
"itu dari rasta" kataku, sontak asyifa & ketiga teman kami melihat kearahku lagi, "kenapa si,...aneh ya, aku juga ngerasa gitu sih" kataku sambil berfikir, kaya mimpi sih rasanya, tapi aku gak lagi mimpikan ini batinku.
"serius sya dari rasta?" kata asyifa memastikan, aku hanya mengangguk kembali.
"rasta kakak kelas kita kah anak ips, anaknya pak yusuf?" kata anin, lagi-lagi aku hanya mengangguk.
"emang rasta yang mana lagi sih nin, orang yang namanya rasta disekolah kita cuman satu, rasta dwi maher" kata mia
Pagi-pagi rasta nyamperin aku kekelas gini pasti bakal jadi trending topik disekolah, bentar lagi pasti beritanya bakal menyebar, aku sama rasta itu ibaratkan film beauty and the beast tapi aku yang the beast nya.
Kalo dipikir-pikir aku sama rasta kenal gitu-gitu aja, kenal baru empat hari tapi orang mikirnya pasti yang berlebihan, gosip ini lah gosip itulah, temen deket aja engga apalagi pacaran.
"rasta ko bisa ngasi kamu ginian ya sya?" kata sandra
"naksir kali sama aliesya,...hahahahah" kata wildan yang menyahut dari sebrang bangkuku, membuatku & asyifa serta ketiga teman kami menengok kearahnya.
"sapa yang nguping, kalian ngomongnya nyaring kali otomatis aku denger lah, btw thanks ya dibagiin kripik kentang mayan buat nyemil,...hihihi" kata wildan sambil meringis.
Kami berempat hanya saling pandang, tapi gak mungkin yang diomongin wildan itu bener, rasta itu cukup ganteng, dia bisa dapetin cwe yang mana aja yang dia suka yang lebih cantik disekolah ini & gak mungkin tertarik sama aku batinku.
"""""""tet""""""tet""""""tet""""""""
Bel pertanda masuk telah terdengar, kami duduk dibangku masing-masing menghadap kedepan, snack yang berada dimejaku tadi sudah ku letakan dilaci mejaku, kakak-kakak kelas anggota osis sudah masuk kedalam kelas kami untuk memberikan intruksi, kegiatan mos akan berakhir hari ini, ya hari ini adalah hari terakhir mos kami siswa-siswi ajaran baru.
"aliesya mikaila ananddin" kata seorang siswi anggota osis yang rambutnya sebahu memakai kacamata yang aku yakin itu bukan kacamata min, "yang mana yang namanya aliesya mikaila ananddin, tolong angkat tangan" katanya lagi, aku segera mengangkat tanganku
"ayo ikut saya" katanya lagi, aku hanya terdiam sambil berfikir, ada apa rupanya aku harus ikut sama kakak yang itu ya batinku, "ayo ikut" katanya lagi, membuatku spontan berdiri lalu mengikuti kakak itu keluar dari kelas.
Aku masih mengikuti siswi anggota osis yang menyuruhku mengikutinya, aku masih berjalan dubelakangnya sambil terus memperhatikan kakak kelasku ini dari arah belakang, sampai akhirnya ia stop & melihat kearahku, sekilasku lihat namanya miranda safira.
"kamu lagi deket sama rasta?"tanyanya yang kembali berjalan sejajar denganku, rupanya dia menunggu berjalan supaya seiring denganku
"engga ka" kataku singkat, memang aku gak sedeket itu dengan rasta.
"jawab jujur" katanya lagi sambil berhenti berjalan kembali.
"serius ka" kataku kembali, ku dengar ia mengeluarkan nafas kasar dari hidungnya, kenapa sih batinku, seperti penasaran.
"tapi kamu gak pacarankan sama rasta?" tanyanya lagi, sekarang justru aku yang kaget, kan benarkan, baru beberapa menit rasta nyamperin sudah ada aja gosip yang engga-engga pikirku lagi.
"sumpah kak enggak" kataku, "kenapa si memangnya tanya rasta kak?" kataku gantian bertanya yang membuat kak miranda seketika kembali berhenti & melihat kearahku.
__ADS_1
"kamu tau kenapa aku manggil kamu?"katanya, ku lihat wajahnya mulai seius sih, seketika aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.
"asal kamu tau ya rasta itu cwonya wulan & sekarang wulan lagi marah besar karena kamu dekat sama cwonya" setiap kata-katanya penuh penekanan.
"tapi aku gak sedeket yang kalian pikirin kak, aku tuh kenal gitu-gitu aja sama rasta" kataku lagi, yang membuat kak miranda melepaskan kaca matanya.
"nanti kamu jelasin sendiri sama wulan, yok" katanya, sambil berjalan kembali "aku sih percaya sama kamu kalo kamu gak ada hubungan sama rasta, tapi wulan itu orangnya gak bisa semudah itu percaya sama orang, dia itu orangnya cemburuan banget, aku kenal banget sama wulan, sudah 6thn kita temenan, makanya aku saranin kamu gak usah deket-deket rasta lagi karena wulan bisa ngelakuin apa aja sama orang yang jadi penghalangnya" kata kak miranda, wow,...aku mulai ikut serius, ini beneran kaya disinetron loh batinku.
Aku agak deg-degkan sih, kira-kira apa yang bakal dilakuin siwulan-wulan itu ya nanti pikirku.
Aku masih mengikuti kak miranda memasuki ruang osis, ku lihat sudah ada sekitar tiga siswi menunggu kami didalam ruangan ini, kami berhenti tepat didepan ketiga siswi ini, aku memperhatikan ketiga siswi ini masih dengan berdiri, jika diperhatikan ketiganya sangat cantik-cantik sama cantiknya dengan kak miranda, tapi ada satu yang lebih cantik dibanding ketiganya yang berdiri disisi kiri, dia sedang berbisik-bisik dengan kak miranda.
"ehemmmmmmm" ku dengar suara deheman salah satu siswi tersebut, yang baru saja berbisik-bisik dengan kak miranda, "jadi kamu yang namanya aliesya?" kata siswi yang berbisik-bisik dengan kak miranda tadi, ku lihat namanya aryanti wulandari, oh ternyata ini yang namanya wulan pikirku.
"ada hubungan apa kamu sama rasta?" tanyanya lagi, belum satu pertanyaan ku jawab dia sudah tanya lagi.
"maaf kak saya gak punya hubungan apa-apa sama rasta" kataku menjelaskan.
"kamu pasti sudah taukan siapa aku?"katanya memastikan, aku hanya mengangguk.
"jauhi rasta"katanya
"eeemmmmmm"kataku kaget, untuk apa aku disuruh menjauhi rasta sih batinku, bahkan aku sama rasta gak sedekat yang difikirkan mereka, kenal baru empat hari gak seakrab yang dibayangkan mereka gumamku dalam hati,
"maaf kak mungkin kakak salah faham, aku sama rasta gak sedeket yang kakak bayangin ko, lagian mana mungkin rasta sama aku kak, kakak ini labih cantik segala-galanya dari aku, bahkan aku gak ada apa-apanya dari kakak" kataku panjang lebar.
"bagus lah kamu sadar diri, gendut,...." katanya lagi, isssss.....kata-katnya ini lo bener-bener nyakitin banget, aku tau aku gendut tapi seenggaknya gak usah juga dipertegas, aku cuma bisa nundukin kepalaku kali ini gak mau terlalu jauh kena masalah.
"sudah tau jelek, gak usah sok cantik deket-deket rasta, kalau aku liat kamu deket-deket rasta,....habis kamu" katanya mengancam,
Eittttttt, bener banget ni sama banget kaya adegan disinetron-sinetron diancam sama kakak kelas yang cwonya lagi suka sama adek kelasnya, tapi ini salah besar soalnya kalau disinetron-sinetron adek kelasnya labih cantik dari kakak kelasnya lah ini aku sebaliknya. Sebenernya ini cemburu yang sangat aneh bahkan aku gak patut dijadikan saingannya.
"sudah sana kamu boleh pergi" kata kak wulan.
"ayo" kata kak miranda mengajakku, "aku antar dia dulu ya, gak enak sama osis dikelasnya tadi aku yang jemput soalnya" kata kak miranda kepada teman-temannya.
Kami akhirnya keluar dari ruang osis menuju kelasku kembali, ku lihat kak miranda kembali memakai kacamatanya sambil membersihkan debu-debu dikaca matanya, dari keempat cwe diruangan tadi aku lebih suka kak miranda si sebenernya, tenang banget ya dia meskipun dia tau seperti apa sifat bar-bar temannya,bahkan gak sedikitpun dia berkata kasar.
"kamu dengerkan tadi apa yang dibilang wulan" katanya membuka suara, "aku harap kamu jangan deket-deket rasta lagi" katanya
"tapi aku gak pernah deketin rasta kak, dia sendiri yang nyamperin aku" kataku, lagi-lagi kata-kataku ini membuatnya seketika berhenti. "kalau rasta deketin kamu, usahain kamu menghindar" katanya.
"kamu beruntung wulan gak main kasar sama kamu tadi" katanya lagi & kembali berjalan.
Aku hanya diam, sejauh ini aku ngerti sih, aku juga gak mau terlibat lebih jauh lagi, dari pada kesalah fahaman ini bakal terus berlanjut lebih baik aku jauhi rasta batinku.
Akihrnya kami sampai didepan kelasku, aku & kak miranda masuk kedalam kelas bersama, aku duduk kembali kebangkuku sedang kak miranda sedang berbicara dengan kakak anggota osis yang berada didepan.
"kenapa sya?" kata asyifa bertanya padaku.
"nanti aku ceritain fa" kataku,
Aku selalu berbagi masalah dengan asyifa karena dialah satu-satunya sahabat terbaikku tempatku berbagi keluh kesahku. Sebenarnya jika dipikir-pikir aku gak nyangka banget sih bakal dapat masalah seperti ini, apa ini bisa dianggap seperti istilah dilabrak ya,...mana mungkin dilabrak bahkan aku yang datang menyerahkan diri, tapi seenggaknya aku agak lega semoga kesalah fahaman ini gak akan pernah berlanjut lagi & mulai saat ini aku akan menjauhi rasta.
__ADS_1
ini wulan & rasta