
Ini adalah pagi ke10 aku melakukan lari pagi tanpa ditemani mba nugrah entah kesibukan apa yang sedang dia kerjakan, akhir-akhir ini bahkan si bos sok sweetie juga jarang menghubungiku, mungkin saja akhir-akhir ini dia benar-benar sibuk & membutuhkan bantuan mba nugrah sehingga mba nugrah juga gak pernah bisa menemani aku lari pagi lagi. Aku sedikit merasa kehilangan & kesepian semenjak si boss sok sweetie jarang menghubungiku lagi, biasa dalam sehari bisa berkali-kali dia menghubungiku untuk menanyakan hal sepele sekalipun, malahan sekarang hanya bisa dihitung berapa kali saja dia menghubungiku untuk menanyakan kabarku & itu juga hanya sekedar menanyakan kabar tanpa bisa mengobrol panjang lebar seperti biasanya.
Wajarlah aku ngerasa kehilangan sosoknya sekarang karena memang selama ada disini bener-bener dari awal cuman dia yang perhatian banget sama aku & sekarang tanpa memberi penjelasan tentang kesibukan apa yang dia kerjakan tiba-tiba menjauh seperti ini, mungkin saja saat ini memang dia sengaja menjauhiku, sebelumnya aku ngerasa sangat istimewa diperlakukan dengan baik selama berada disini bahkan beberapa hari ini aku mulai tidak sabar untuk bertemu dengannya untuk berterima kasih bagiku dialah orang pertama yang sangat ingin aku temui selain keluargaku.
Aku masih berlari diarea Jl. Jendral Sudirman belum terlalu jauh dari area gedung apartemen tempatku tinggal saat ini, aku sudah mulai hafal dengan jalan di daerah sini karena terlalu sering ku lewati saat joging seperti ini, mungkin saja aku juga gak akan pernah hafal kalau bukan karena setiap hari dilewati secara langsung seperti ini tanpa menaiki kendaraan. Pemandangan pagi yang selalu ku lewati selalu sama seperti ini kecuali setiap hari sabtu & minggu, hari ini kebetulan adalah hari rabu sehingga banyak kendaraan yang berlalu lalang entah itu sekedar pekerja yang akan berangkat ke kantornya atau seorang siswa siswi yang akan berangkat ke sekolahnya.
"hai,...." kata seseorang yang mulai berlari beriringan denganku, begitu melihatnya aku langsung tersenyum.
"hai....juga" kataku pada Zofin.
Selama beberapa hari gak ada mba nugrah saat lari pagi aku lebih sering bertemu Zofin & berlari bersama seperti sekarang, meskipun kadang aku ngerasa sedikit aneh sih bisa bertemu setiap hari dijalan seperti ini. Sering aku bertanya padanya karena tampangnya masih seperti pelajar sama sepertiku, kenapa dia tidak pergi bersekolah seperti murid pada umumnya, tetapi dia memberikan alasan jika dia saat ini sedang mengikuti program sekolah Homeschooling.
"mau gak malam minggu nonton sama aku" kata Zofin membuka suaranya, aku kemudian menghentikan langkahku & melihat kearahnya, agak terkejut mendengar ajakannya.
Aku gak mau mengecewakan si boss sok sweetie dengan menerima ajakan zofin karena selama hampir satu bulan ini dia lah yang mati-matian mendukung & memfasilitasi ku sampai bisa berubah seperti ini, seandainya saat ini aku berada di keadaan saat tubuhku belum se ideal ini mungkin saja Zofin juga tidak akan pernah mau mengenalku & berteman denganku bahkan mengajakku, karena bagiku hanyalah si boss sok sweetie satu-satunya pria yang benar-benar tulus denganku, tanpa menjawab pertanyaan dari Zofin aku kembali lagi melanjutkan berlari.
"kok gak dijawab sih" kata Zofin yang ikut berlari juga, sekilas aku melihatnya lalu kembali lagi aku fokus menghadap kedepan, jika dibandingkan dengan si boss yang belum pernah aku temui Zofin lebih terlihat nyata dengan sejuta pesonanya, aku saja takut menyesal menolak ajakannya bahkan mungkin setiap wanita akan loncat kegirangan kalau bisa jalan bersama pria setampan Zofin tapi bagiku si boss lah prioritas utamaku.
"hei....ko diem aja sih" kata zofin sambil menyentuh tanganku.
"sory aku gak bisa" kataku berterus terang.
"ah...sudah punya pacar ya, aih telat deh aku, jelas aja cwe secantik kamu udah punya pacar" kata Zofin lagi, aku buru-buru menggelengkan kepalaku tidak membenarkan kata-katanya.
"aku gak punya pacar ko, lagian ayah juga belum ijinin aku buat punya cwo" kataku lagi.
"ah yang bener" kata Zofin memastikan
"iya" kataku
"trus kenapa gak mau aku ajak nonton" kata Zofin
"aku gak bisa jalan sama kamu, kalo aku jalan sama kamu nanti ada yang marah" kataku menjelaskan, si boss sok sweety pasti gak akan mengijinkan aku pergi bersama pria asing seperti Zofin ya walaupun aku sudah mengenal dengan baik selama beberapa hari ini.
"siapa yang marah?" tanyanya sambil menaikan satu alisnya, "ayah kamu" katanya lagi melanjutkan kata-katanya.
"ayah pasti gak bakal ijinin aku kalo aku jalan sama cwo, tapi aku disinikan tinggal sendiri, cuman ada seseorang yang bakal gak akan ijinin aku pergi sama cwo lain" kataku menjelaskan lagi
"loh tadi katanya gak punya pacar, terus ini maksutnya siapa yang marah, gebetan kamu?" katanya lagi bertanya.
"issss bawel banget sih" kataku lalu berhenti dari lariku, "aku juga bingung mau ngejelasinnya, ada seseorang yang sangat spesial buat aku selama sebulan ini, aku juga gak tau apa nama hubungan kami berdua, dia baik, dia perduli sama aku, dia perhatian, dia yang sudah ngerubah aku jadi lebih baik" kataku panjang lebar sambil melihat kearah Zofin yang berada dihadapanku.
"terus" katanya singkat
"ya aku cuman pengen jalan sama dia aja & gak sama orang lain" kataku lagi
Bukannya marah Zofin malah tersenyum mendengar kata-kataku & kembali berlari, aku mulai menyusulnya, jika terus bersama seperti ini mungkin akhirnya aku akan hilaf & lupa diri bahkan bisa jatuh cinta dengan pria disampingku ini, pria yang begitu tampan bahkan tak ada sedikit celah cacat didirinya.
"kamu ini aneh, aku cuman ngajak kamu jalan bukan nembak kamu loh tadi, tapi jawaban kamu sampe sebegitunya, gimana kalau aku nembak kamu, jadi minder duluan akunya, katanya, aku mendelik karena kaget mendengar kata-kata Zofin, bener banget padahal dia cuman mengajak jalan saja bukan menyatakan cinta tapi aku sampe sebegitunya ngejelasin panjang lebar kedia.
__ADS_1
"is apaan sih Zofin, udah ah,...aku duluan udah sampe tuh" kataku buru-buru pergi meninggalkan Zofin.
Aku berlalu menuju gedung apartemen tempat ku tinggal, segera aku masuk kedalam lift untuk menuju keatas, tanpa menunggu lama pintu liftpun terbuka aku berjalan menuju pintu apartemen milik si boss yang telah menjadi tempatku bernaung selama hampir sebulan ini. Akhirnya pagi ini sudah ku selesaikan lari pagiku seperti biasanya, aku berjalan menuju alat timbang berat badan yang memang sudah disediakan untukku, semakin hari berat badanku semakin ideal, sekarang aku sudah mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginanku, inilah aku yang baru, aku sangat merasa senang sampai melonjak-lonjak kegirangan.
#*****kring.....kring.....
Mendengar suara dering ponselku spontan aku berlari kearah dimana ponselku berada, aku tau bahwa yang menghubungiku pasti si boss sok sweety, aku buru-buru mengangkat untuk mendengar suaranya, rasanya rindu sekali ngobrol dengannya.
"hallo" kataku menjawab telfon tersebut.
"hai, lagi apa?" tanyanya
"gak lagi apa-apa" kataku singkat
"baru pulang ya" katanya lagi
"iya nih baru pulang" kataku lagi.
"emmm,....ica maaf ya akhir-akhir ini jarang nelfon, soalnya lagi sibuk ni" kata si bos sok sweety.
"iya gakpapa ko, kamu jangan lupa jaga kesehatan ya, biarpun sibuk jangan lupa makan, cukup aku aja yang gak makan gara-gara diet" kataku bercanda
"hahahahhaha,....uhhhh kasian, maaf ya gara-gara aku kamu jadi kurus kaya sekarang" katanya meminta maaf
"eh justru aku yang mau ngucapin terima kasih kamu udah bikin aku sekurus ini, kamu memang dewa penyelamat aku deh" kataku
"waduh jangan berlebihan deh bilangin aku dewa penyelamat kamu, lagian semua ini gak bakal berhasil tanpa usaha kamu juga ca" katanya, "oh iya ca mulai hari ini Zin Alata udah gak jadi instruktur kamu lagi ya, jadi kalo kamu mau latihan zumba buka youtube aja" katanya lagi
"hahahahah,...apaan sih kamu pake minta maaf, lagian siapa sih yang kehabisan duit buat biayain kamu, kalo cuman biayain hidup kamu selama satu bulan aja duit aku gak bakal habis sayang, aku stop kamu latihan zumba karena sekarang kamu udah kurusan kan jadi aku pikir buat kurangin aktifitas olga kamu jadi sekarang cukup ngegym sama joging aja ya" kata si boss soksweety, aku agak merinding waktu si boss manggil aku dengan sebutan sayang.
"gaya banget sih kamu, pake panggil-panggil sayang segala lagi" kataku
"emang gak boleh aku panggil sayang, aku manggil kamu sayang kamu manggil aku sweety" katanya
"serah aja lah apa mau kamu, dari pada ngambek bosku" kataku
"ko bosku sih" katanya, "em sudah dulu ya kalo gitu, ada kerjaan yang harus aku selesaiin soalnya" katanya lagi.
Setelah mengobrol panjang lebar akhirnya panggilan telfonpun disudahi, ku letakan kembali ponselku diatas meja, mengingat perbincanganku tadi dengannya membuat aku jadi senyum-senyum sendiri, hatiku rasanya berbunga-bunga.
apa ini yang namanya cinta, ternyata cinta itu indah banget.
Sepertinya pagi ini akan banyak waktu senggangku, aku segera masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, setelah beberapa menit aku keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang ku lilitkan ditubuhku, terdengar suara bel pintu apartemenku berbunyi, aku buru-buru mengintip kearah pintu, mba nugrah sudah berdiri didepan pintu jam segini gak seperti biasanya, aku lalu membukakan pintu untuknya.
"astaga nona kenapa cuma pake handuk, gimana kalau tadi orang jahat yang datang" kata mba nugrah agak cemas
"hehehe masuk mba, aku baru selesai mandi, aku pake baju dulu ya" kataku meninggalkan mba nugrah diruang tamu, segera ku pakai bajuku, setelah itu aku keluar menemui mba nugrah kembali.
"mba nugrah tumben jam segini kesini, ada apa mba?" tanyaku
__ADS_1
"saya disuruh bos buat ngantarin ini buat nona" kata mba nugrah sambil menyerahkan paperbag berwarna pink, aku segera melihat apa isi dari paperbag tersebut, isinya berupa satu stel baju & sepasang sepatu.
"mba aku boleh nanya gak?" kataku, selama ini aku agak penasaran selama satu bulan disini barang-barang kiriman yang dikirimkan oleh si boss apakah dia sendiri yang memilihnya & membelinya sendiri.
"silahkan nona bisa tanya apa saja" kata mva nugrah
"mba selama aku disini barang-barang yang dikirim termaksut pakaian sama sepatu aku yang beli sama yanh milih siapa?" kataku to the poin
" semua bos yang beli & yang pesan mba" kata mba nugrah, aku sedikit menelan air liurku agak kaget, bagaimana dengan pakaian dalamku apa semua itu juga dia yang membelikan.
"mba maaf ni ya, kalo dalaman aku sapa yang beliin sama yang milihin" kataku lagi agak malu
"kalo bagian itu yang membelikan nyonya besar nona" katanya sambil tersenyum
"astaga, maksutnya mba" kataku
"mamanya bos mba yang membelikan & memilihkan" kata mba nugrah, jadi selama aku disini orang tuanya juga tau.
"mba nugrah mamanya si bos tau tentang aku mba?" kataku
"iya nona, bukan cuman nyonya besar bahkan tuan besar juga tau nona ko" kata mba nugrah, semakin penasaran dengan keluarga si bos, mereka semua tau aku bahkan aku gak tau siapa mereka kenapa orangtua si bos ngebiarin si bos bikin aku tinggal diapartemen selama ini & gak segera mengantarkanku pulang kerumah.
"maaf mba, itu bajunya kata si bos disuruh nyobain, terus si bos minta saya suruh ngefoto nona pake baju itu" kata mba nugrah.
"sekarang?" kataku.
"iya nona sekarang" katanya, tanpa berkata apa-apa aku berdiri menuju kamar membawa paperbag yang berisikan baju & sepasang sepatu tadi, segera ku tanggalkan baju yang telah ku pakai tadi & kupakai baju yang berada didalam paperbag, setelah ku pakai aku segera melangkah keluar kamar untuk memperlihatkan kepada mba nugrah, untuk apa gaun secantik ini dikirimkan buatku batinku.
"mba nugrah cocok gak, aku gak pede, buat apa aku dikasih gaun kaya gini" kataku agak cemberut.
"wow,...nona cantik banget" kata mba nugrah
"yang cantik gaunnya kan mba" kataku bertanya
"bukan nona, yang cantik itu nona, cocok banget pake gaun itu, oke kalau gitu siap ya saya foto, senyum nona" kata mba nugrah
Aku lalu berpose ala kadarnya ngerasa gak pede, mbak nugrah menunjukan jari jempolnya sambil tersenyum, setelah mengambil beberapa fotoku aku kembali masuk kedalam kamar untuk mengganti pakaianku kembali, gaun yang ku kenakan tadi ku letakan diatas tempat tidurku lalu aku pergi keluar menghampiri mba nugrah kembali, ku lihat mba nugra sangat serius memperhatikan ponselnya yang sepertinya hasil potretku tadi.
"mba jangan dikirim dulu ya fotonya, aku mau liat dulu" kataku
"maaf nona sudah saya kirim ke bos" kata mba nugrah
"astaga aku belum liat kenapa sudah mba nugrah kirim, kan aku belum liat hasilnya bagus apa ngga" kataku
"cantik ko nona, jangan kuatir pasti bos sangat suka & gak akan berhenti memandangi foto nona" kata mba nugrah
"boleh aku liat mana foti yang mba nugrah kirim" kataku
Aku menerima ponsel mba nugrah yang disodorkan kearahku untuk memperlihatkan potretku, gak nyangka ternyata hasilnya cantik, benar kata mba nugrah aku cocok banget pake gaun tersebut.
__ADS_1
ini foto aliesya yang dikirim mba nugrah ke bosnya.